97 Comments

Sinopsis

Pada program video ini Anda dapat menyaksikan apa yang dilakukan seorang guru Taman Kanak-kanak ketika ia menghadapi kejadian dimana sorang anak memukul/menangis karena tidak setuju dengan perlakuan temannya. Dalam video tampak guru tersebut menghampiri anak yang memukul/menangis kemudian ia meminta anak berhenti memukul/menangis (tenang). Jika anak masih belum tenang (masih marah/menangis), guru memeluk anak tersebut, kemudian ia bertanya dengan suara lembut dan bersahabat mengapa anak memukul/menangis. Selanjutnya, guru tersebut berusaha mendamaikan anak dengan temannya yang membuatnya memukul/menangis. Guru juga memberitahu anak yang memukul/menangis tersebut agar menyatakan apa yang ingin dia ungkapkan dengan kata-kata, dan bukan dengan cara memukul/menangis supaya temannya mengerti. Selanjutnya guru juga meminta anak untuk melapor atau menceritakan kepada guru jika ada teman yang mengganggu atau membuatnya kesal.

Dwi Astuti

Video ini berisi pembahasan dari narasumber tentang bagaimana teknik dan kiat yang dilakukan pendidik PAUD ketika menghadapi anak yang mogok tidak mau belajar di sekolah. Hal-hal yang dibahas mencakup tentang kemungkinan berbagai penyebab seorang anak mogok belajar. Narasumber juga menjelaskan beberapa teknik dan kiat yang dapat dilakukan pendidik untuk mengetahui penyebab anak mogok belajar. Teknik dan kiat yang disajikan oleh narasumber dapat memberikan solusi bagi pendidik yang menghadapi masalah yang sama. Program ini akan lebih efektif sebagai bahan ajar non-cetak bila dialog antara pendidik dengan anak dengan orangtua dimunculkan, sebagai contoh untuk pendidik dalam berkomunikasi dengan anak atau orangtua anak. Teknik yang diberikan oleh narasumber tetap relevan dengan kondisi PAUD saat ini Karena masalah yang dihadapi pada dasarnya adalah masalah yang selalu muncul.

Dra. Marisa, M.Pd.

  1. Cara guru mengatasi anak mogok, kurang ada percakapannya bagaimana guru memberikan ketenangan atau kesepakatan yang dibuat,
  2. Penggunaan strategi yang dilakukan guru dengan mencari titik permasalahan yang di hadapi anak, mengunjungi orang tua anak, dan memberikan kesampatan anak untuk merasa nyaman di kelas,
  3. Video ini sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik usia 4-5 tahun yang belum pernah sekolah,
  4. Kesesuain dengan K13 lingkup perkembangan sosial emosional dari.
  5. Kesadaran diri TPPA 2, mengendalikan perasaan, tanggung jawab untuk diri sendiri TPPA 1 menjaga diri sendiri dalam memilih kegiatan.

Evanigustinningtyas

97 Replies to “Anak Mogok Tidak Mau Belajar”

  1. video ini sangan mengedukasi dan menginspirasi bagi mahasiswa dan guru muda seperti saya yang belajar dari nol untuk mengerti kriteria masing-masing anak dan cara menyikapinya. Banyak yang baru saya ketahui tentang dunia anak-anak dan dari video ini saya dapat belajar cara menyelesaikan masalah bila mana terdapat anak yang tidak mau mengikuti kegiatan di sekolah atau takut bertemu teman.

  2. Mohon ijin saya RISTI VARISTA 860285282 menanggapi vidio diatas
    Menurut pendapat saya tentang video anak “mogok tidak mau belajar” di atas adalah.
    Anak merasa tidak tertarik dengan kegiatan atau anak merasa tidak mampu melakukan kegiatan yang disediakan oleh guru.
    Tugas kita sebagai guru bukan membuat dia mau belajar tetapi membuat dia merasa aman dan nyaman. Jika kedua kebutuhan anak tersebut terpenuhi maka rasa ingin bermainnya akan muncul dengan sendiri.
    Guru juga harus melakukan pendekatan secara pribadi kepada anak, berikan waktu terpisah dengan anak untuk mendapatkan informasi lebih dalam mengapa anak mogok tidak mau belajar. Maka kita sebagai guru akan dapat menyimpulkan alasan apa dan solusi apa yang bisa kita lakukan.
    Terimakasih

  3. Assalamualaikum Wr. Wb
    NAMA: YULIATIN
    NIM : 856541707

    Izin menanggapi vidio tenang Anak mogok tidak mau belajar.
    tugas kita sebagai guru
    1. mengembangkan rasa ingin tahu pada anak
    2. kecerdasan intelektual anak
    3. kemampuan mengelola emosi anak
    4. kemampuan berhubungan sosial atau etika
    kita sebagai jangan sampai menenkan tentang kecerdasan anak saja. karna beljar di usia dini adalah “belajar sambil bermain “.
    yang menyenangkan dan pengalaman langsung agar anak mudah memahami pengetahuan yang dipelajari.

    Cara mengatasi anak yang tidak mau/ mogok tidak belajar
    – guru menggali keterangan mendalam tentang anak tersebut
    – Kesepakan saat belajar agar anak tidak bosan dan selalu asyik dan menyenangkan.

    namun didalam vidio tersebut kurang ada pendekatan tentang cara mendekati anak ataupun tahap per tahapnya .
    Wassalamualaikum Wr.Wb

  4. Assalamualaikum,,,,,
    mohon izin menanggapi vidio diatas,,,
    Nama : TITIN KHOIROTUL JANAH
    vidio di atas memberikan contoh pengalaman anak yang sedang mogok tidak mau belajar.guru memberikan pendekatan kepada anak yang mengalami permasalahan di sekolah ,,,,,,ada beberapa faktor kenapa anak mengalami hal tersebut,,,,diantaranya anak takut,anak dipaksa untuk melakukan kegiatan,anak bertengkar,ada ucapan atau perbuatan yang melukai anak.cara guru di vidio tersebut sangat bagus untuk anak TK.anak diajarkan untuk mengelola perasaan,berbicara dengan sopan,dan menyelesaikan masalah dengan damai.cara seperti ini membuat anak merasa aman,dihargai,dan makin percaya kepada guru. solusi dalam vidio tersebut sangat baik,menurut kami bagai mana jika permasalahan itu dibahas bersama saat berkumul,ceritakan pelan pelan,semisal kalau tudak setuju dengan teman,kita bicarakan baik baik atau bilang ke bu guru,tidak diperbolehkan memukul atau melakukan perbuatan yg kurang baik.krgiatan ini bertujuan untuk mengingatkan semua anak.

  5. Nama : Lismawati
    NIM : 855904976
    Prodi : PGPAUD
    Asal : UT Aceh

    Menurut saya, video GPO ini memberikan contoh yang baik tentang bagaimana guru menghadapi anak yang sedang marah, menangis, atau memukul temannya. Guru tidak langsung memarahi anak, tetapi terlebih dahulu membantu anak agar tenang dan merasa aman. Cara guru berbicara dengan lembut dan memberikan pelukan menurut saya cukup tepat karena anak membutuhkan perhatian ketika sedang mengalami emosi yang kuat.

    Hal lain yang menarik adalah guru tidak hanya menyelesaikan masalah pada saat itu, tetapi juga mengajarkan anak cara menyampaikan perasaan dan keinginannya dengan kata-kata. Anak diarahkan untuk tidak menggunakan pukulan sebagai cara menyelesaikan masalah. Guru juga mengajarkan anak untuk meminta bantuan kepada guru ketika mengalami masalah dengan teman. Menurut saya, cara tersebut dapat membantu anak belajar mengendalikan emosi, berkomunikasi dengan baik, dan menyelesaikan konflik secara lebih positif. Dari video ini saya belajar bahwa guru perlu bersikap sabar dan memahami penyebab perilaku anak sebelum memberikan tindakan.

Leave a Reply