127 Comments

Sinopsis

Program ini menggambarkan upaya seorang guru Taman kanak-kanak untuk mengatasi anak yang sulit berimajinasi pada saat menggambar. Strategi yang diterapkan guru tersebut anatara lain: memberikan kebebasan kepada anak untuk menggambar sesuatu sesuai dengan minat anak, mengajak anak keluar kelas, kemudian meminta anak untuk bercerita dan menggambarkan apa yang ditemukan di lapangan.

Badru Zaman

Secara umum tujuan tayangan video dalam pembelajaran sudah tercapai, yaitu menggambarkan kondisi anak yang sulit berimajinasi ketika diminta guru untuk menggambar serta alternatif pemecahan masalahnya. Kesulitan anak berimajinasi ini muncul terutama ketika guru terlebih dahulu memberikan contoh gambar kepada anak. Anak cenderung meniru apa yang digambar oleh guru.

Berdasarkan tayangan video, kegiatan yang dilakukan oleh guru terpotong (langsung kegiatan guru memberikan contoh gambar pada anak); sehingga tidak terlihat kegiatan pembukaan yang dilakukan oleh guru.

Pendekatan atau strategi yang digunakan oleh guru untuk mengatasi permasalahan anak tersebut sudah tepat, yaitu meminta anak untuk melakukan pengamatan terhadap lingkungan sekitarnya, sehingga anak dapat menggambar sesuai apa yang dilihatnya.Usulan perbaikan: sebaiknya ditambahkan sedikit teori tentang tahapan perkembangan kognitif anak, khususnya mengenai tahap imitasi (meniru), sehingga penyampaian permasalahan dapat lebih diperkaya.

Della Raymena Jovanka, S.Pd., M.Si.

Secara keseluruhan dalam tayangan video pembelajaran, guru mengajak anak-anak didiknya untuk melakukan kegiatan menggambar bebas serta anak diberi kebebasan untuk menuangkan ide-ide cemerlangnya namun dalam isi bembelajaran anak anak anak menemukan hambatan untuk mengambar, agar anak anak dapat menuangkan ide ide cemerlang guru mengajak anak didik untuk melihat benda –benda yang ada disekitar sekolah dengan begitu anak didik dapat langsung melihat media yang akan dituangkan lewat menggambar sesuai tingkat perkembangan anak didik dan kegiatan pembelajaran menggambar bebas sesuai kurikulum yang berlaku.

127 Replies to “Anak Sulit Berimajinasi saat Menggambar

  1. Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh
    Nama : Kartika Wijayanti
    NIM : 877975397
    UPBJJ : Batu
    Menurut saya setiap anak memiliki keistimewaan yang berbeda-beda, baik dalam menuangkan imajinasinya atau ide kreatifnya. ada yang suka dengan menggambar, dengan bermain balok, bermain plastisin atau bahkan dengan bermain peran, namun ada juga memang yang kesulitan dalam menuangkan ide idenya. sebagai salah satu tenaga pendidik, harus lebih kreatif dalam menyiapkan bahan ajar dalam kelas, selain menarik perhatian anak juga dalam menumbuhkan dan mengembangkan imajinasinya. Meskipun terkadang memang ada beberapa anak yang terkendala dari bahasa atau cara berkomunikasi, sehingga anak perlu di berikan persuasif baik agar ikut serta dan mau menuangkan apa yang di inginkannya menjadi sebuah karya

    terimakasih

  2. Setiap anak memiliki perkembangan dan pertumbuhan yang berbeda beda, dan mereka memiliki kemampuan imajinasi yang berbeda pula, jadi pasti banyak sekali ditemukan anak anak yang belum bisa berimajinasi sesuai imajinasinya masing masing dan masih meniru apa yang mereka lihat, baik itu gambar milik gurunya ataupun temen teman nya.

    ibu guru dalam video tersebut sudah sangat tepat sekali dengan mengajak anak anak keluar ruangan kelas untuk memicu imajinasi anak anak agar bisa dituangkan dalam bentuk gambar.

    saran saya mungkin dengan semakin canggihnya teknologi sekarang kita bisa menggunakan tayangan video atau cerita yang diputar dalam bentuk video untuk memancing perkembangan imajinasi anak.

  3. Nama : Inarsih
    NIM : 857760979
    Refleksi saya, saya berterimakasih telah memberikan informasi dan metode yang bisa digunakan dalam menangani kondisi dimana anak sulit berimajinasi saat menggambar dan cenderung meniru apa yang sebelumnya dicontohkan. Dengan mengajak anak-anak keluar ruangan kelas kemudian mengajak anak menyampaikan apa yang telah dilihat diluar kelas. Dengan demikian anak akan mampu memfokuskan apa yang selanjutnya akan digambar. Anak akan mempunyai imajinasi baru selain apa yang telah dicontohkan oleh guru. Sejujurnya saya belum pernah menggunakan metode ini dan video ini sangat menginspirasi saya untuk mencoba menerapkanya di lembaga saya.

  4. program tersebut cukup positif karena strategi yang digunakan sudah sesuai dengan prinsip pembelajaran anak usia dini.

    Memberikan kebebasan kepada anak untuk menggambar sesuai minatnya adalah langkah yang tepat. Hal ini dapat meningkatkan rasa percaya diri, kreativitas, dan membuat anak lebih nyaman mengekspresikan ide tanpa tekanan. Anak usia TK memang masih dalam tahap eksplorasi, jadi pendekatan yang tidak kaku sangat penting.

    Mengajak anak keluar kelas juga merupakan strategi yang efektif. Lingkungan nyata dapat merangsang imajinasi anak karena mereka melihat, merasakan, dan mengalami langsung berbagai objek atau peristiwa. Ini membantu anak yang sebelumnya kesulitan berimajinasi karena mereka mendapatkan “bahan” konkret untuk dituangkan dalam gambar.

    Kegiatan bercerita sebelum menggambar juga sangat membantu. Saat anak diminta menceritakan apa yang mereka lihat atau alami, kemampuan bahasa dan berpikir simbolik mereka berkembang. Dari cerita tersebut, anak kemudian lebih mudah menerjemahkannya ke dalam bentuk gambar.

    Namun, ada sedikit catatan: guru juga perlu tetap memberikan stimulasi atau contoh sederhana bagi anak yang masih sangat kesulitan, tanpa membatasi kreativitas mereka. Selain itu, penting untuk memberi apresiasi pada setiap hasil karya anak agar mereka semakin termotivasi.

  5. Nama : Riyani Nur Azizah
    NIM : 858002885
    UPBJJ : UT Yogyakarta
    Pada video yang berjudul “Anak sulit berimajinasi saat menggambar” menunjukkan bahwa upaya guru untuk mengatasi anak yang mengalami kesulitan berimajinasi pada saat menggambar bukanlah karena anak kurang berbakat, tetapi karena terbatasnya inspirasi dan ruang ekspresi. Oleh karena itu ada beberapa kegiatan yang dapat menstimulasi imajinasi dan kreativitas anak, yaitu sebagai berikut:
    – Memberikan kebebasan kepada anak untuk menggambar sesuatu sesuai dengan minat anak.
    – Melakukan kegiatan eksplorasi diluar ruangan dan masih berada didalam lingkungan sekolah.
    – Menggunakan metode narasi atau bercerita, anak diminta untuk berccerita apa saja yang mereka temukan pada saat kegiatan eksplorasi diluar kelas sebelum memulai menggambar. Proses bercerita dapat memperkuat visualisasi untuk membantu anak menuangkan idenya.

Leave a Reply