307 Comments

Sinopsis

Program ini menggambarkan upaya seorang guru Taman kanak-kanak untuk mengatasi anak yang sulit berimajinasi pada saat menggambar. Strategi yang diterapkan guru tersebut anatara lain: memberikan kebebasan kepada anak untuk menggambar sesuatu sesuai dengan minat anak, mengajak anak keluar kelas, kemudian meminta anak untuk bercerita dan menggambarkan apa yang ditemukan di lapangan.

Badru Zaman

Secara umum tujuan tayangan video dalam pembelajaran sudah tercapai, yaitu menggambarkan kondisi anak yang sulit berimajinasi ketika diminta guru untuk menggambar serta alternatif pemecahan masalahnya. Kesulitan anak berimajinasi ini muncul terutama ketika guru terlebih dahulu memberikan contoh gambar kepada anak. Anak cenderung meniru apa yang digambar oleh guru.

Berdasarkan tayangan video, kegiatan yang dilakukan oleh guru terpotong (langsung kegiatan guru memberikan contoh gambar pada anak); sehingga tidak terlihat kegiatan pembukaan yang dilakukan oleh guru.

Pendekatan atau strategi yang digunakan oleh guru untuk mengatasi permasalahan anak tersebut sudah tepat, yaitu meminta anak untuk melakukan pengamatan terhadap lingkungan sekitarnya, sehingga anak dapat menggambar sesuai apa yang dilihatnya.Usulan perbaikan: sebaiknya ditambahkan sedikit teori tentang tahapan perkembangan kognitif anak, khususnya mengenai tahap imitasi (meniru), sehingga penyampaian permasalahan dapat lebih diperkaya.

Della Raymena Jovanka, S.Pd., M.Si.

Secara keseluruhan dalam tayangan video pembelajaran, guru mengajak anak-anak didiknya untuk melakukan kegiatan menggambar bebas serta anak diberi kebebasan untuk menuangkan ide-ide cemerlangnya namun dalam isi bembelajaran anak anak anak menemukan hambatan untuk mengambar, agar anak anak dapat menuangkan ide ide cemerlang guru mengajak anak didik untuk melihat benda –benda yang ada disekitar sekolah dengan begitu anak didik dapat langsung melihat media yang akan dituangkan lewat menggambar sesuai tingkat perkembangan anak didik dan kegiatan pembelajaran menggambar bebas sesuai kurikulum yang berlaku.

–

307 Replies to “Anak Sulit Berimajinasi saat Menggambar”

  1. Nama : Hana Uopita
    NIM : 858491077
    Universitas Samarinda

    Menurut saya, video “Anak Sulit Berimajinasi saat Menggambar” sangat relevan dengan pembelajaran anak usia dini. Dalam video tersebut terlihat bahwa beberapa anak mengalami kesulitan ketika diminta menggambar dan cenderung meniru contoh yang diberikan oleh guru. Hal ini dapat terjadi karena anak belum memiliki pengalaman yang cukup untuk menuangkan ide ke dalam bentuk gambar. Guru Pintar Online juga menjelaskan bahwa pemberian contoh gambar terlebih dahulu dapat membuat anak cenderung meniru gambar guru.
    Saya setuju dengan strategi guru yang memberikan kesempatan kepada anak untuk menggambar sesuai minatnya. Anak sebaiknya tidak selalu diarahkan untuk menghasilkan gambar yang sama, karena setiap anak memiliki ide, pengalaman, dan kemampuan yang berbeda. Dengan memberikan kebebasan, anak dapat lebih percaya diri dalam mengekspresikan gagasannya.

    Menurut saya, kegiatan mengajak anak keluar kelas juga merupakan cara yang baik untuk merangsang imajinasi. Anak dapat melihat benda-benda secara langsung, seperti tanaman, batu, serangga, awan, atau benda lain di lingkungan sekolah. Pengalaman nyata tersebut dapat menjadi sumber ide bagi anak untuk menggambar. Setelah melakukan pengamatan, anak juga dapat diajak menceritakan apa yang dilihatnya sebelum menuangkannya ke dalam gambar.

    Video ini memberikan pemahaman kepada saya bahwa kegiatan menggambar pada anak usia dini sebaiknya tidak berorientasi pada hasil gambar yang sempurna, tetapi pada proses anak dalam menemukan ide, berimajinasi, berekspresi, dan menceritakan pengalamannya. Guru berperan sebagai fasilitator yang memberikan pengalaman dan dukungan agar anak berani menuangkan ide sesuai dengan kemampuan dan minatnya.

    Sekian terimakasih🙏🏻

  2. Selamat malam ijin mengomentari video ini pembelajaran yang sangat inspiratif,upaya guru mengatasi anak yang sulit berimajinasi saat menggambar sudah tepat dengan memberikan kebebasan “boleh menggambar apa saja “dan memberikan apresiasi serta bimbingan individual tanpa memaksa .Guru sangat sabar dan menghargai karya anak.Untuk kedepan bisa ditambahkan stimulasi awal berupa cerita atau media nyata agar ide anak berkembang.Terima kasih

  3. Assalamualaikum wr. wb
    Izinkan saya menanggapi :

    Setelah menyimak video diatas, saya menyadari bahwa setiap anak memiliki kemampuan dan cara yang berbeda dalam menuangkan ide. Ketika guru terlalu banyak memberikan contoh, anak cenderung hanya meniru sehingga kurang berani mengembangkan imajinasinya sendiri. Dalam video, guru mencoba mengatasi hal tersebut dengan memberikan kebebasan kepada anak untuk menggambar sesuai minatnya dan mengajak anak keluar kelas untuk mengamati lingkungan sekitar. Pengalaman langsung tersebut dapat membantu anak menemukan ide dan kemudian menuangkannya melalui gambar.
    Sebagai guru PAUD, saya belajar bahwa peran guru bukan menentukan seperti apa gambar yang harus dibuat anak, tetapi memberikan stimulasi dan kesempatan agar anak dapat berpikir serta berekspresi dengan bebas. Saya perlu lebih sabar dalam mendampingi anak, memberikan pertanyaan pemantik, mengajak anak bercerita tentang apa yang dilihat, serta menghargai setiap hasil karya tanpa membandingkannya dengan karya teman. Dengan demikian, anak akan lebih percaya diri dan terbiasa mengembangkan imajinasi serta kreativitasnya melalui pengalaman yang mereka alami sendiri.

    Terimakasih
    Wassalamualaikum wr.wb

  4. Saya setuju dengan, video tersebut yang dapat menambahkan imajinasi anak dalam menggambar setelah dibawa ke luar ruang kelas, karena sudah banyak melihat apa saja ,beda dengan di dalam kelas, yang tidak sebanyak di luar kelas yang akan diamati, dan saya sudah praktekkan hal tersebut di lembaga saya.

  5. Nama : Oktoriani
    Nim : 858622492
    Asal Daerah : UT Tarakan

    Setelah menyaksikan tayangan PAUD “tentang anak yang sulit berimajinasi saat menggambar”, saya memahami bahwa kegiatan menggambar di PAUD bukan hanya bertujuan menghasilkan gambar yang bagus. Menggambar juga dapat menjadi sarana bagi anak untuk mengekspresikan ide dan imajinasinya.
    Menurut saya, guru sebaiknya memberikan rangsangan melalui benda nyata, cerita, lingkungan sekitar, atau pertanyaan sederhana. Anak tidak harus selalu meniru gambar yang dibuat guru karena setiap anak mempunyai ide dan kemampuan yang berbeda.
    Saya mendapatkan pelajaran bahwa guru sebaiknya menjadi pendamping dan memberikan kesempatan kepada anak untuk memilih bentuk serta warna sesuai dengan imajinasinya. Dengan demikian, kegiatan menggambar dapat membantu mengembangkan kreativitas dan rasa percaya diri anak.

Leave a Reply