481 Comments

Sinopsis

Program ini menggambarkan upaya seorang guru Taman kanak-kanak untuk mengatasi anak yang sulit berimajinasi pada saat menggambar. Strategi yang diterapkan guru tersebut anatara lain: memberikan kebebasan kepada anak untuk menggambar sesuatu sesuai dengan minat anak, mengajak anak keluar kelas, kemudian meminta anak untuk bercerita dan menggambarkan apa yang ditemukan di lapangan.

Badru Zaman

Secara umum tujuan tayangan video dalam pembelajaran sudah tercapai, yaitu menggambarkan kondisi anak yang sulit berimajinasi ketika diminta guru untuk menggambar serta alternatif pemecahan masalahnya. Kesulitan anak berimajinasi ini muncul terutama ketika guru terlebih dahulu memberikan contoh gambar kepada anak. Anak cenderung meniru apa yang digambar oleh guru.

Berdasarkan tayangan video, kegiatan yang dilakukan oleh guru terpotong (langsung kegiatan guru memberikan contoh gambar pada anak); sehingga tidak terlihat kegiatan pembukaan yang dilakukan oleh guru.

Pendekatan atau strategi yang digunakan oleh guru untuk mengatasi permasalahan anak tersebut sudah tepat, yaitu meminta anak untuk melakukan pengamatan terhadap lingkungan sekitarnya, sehingga anak dapat menggambar sesuai apa yang dilihatnya.Usulan perbaikan: sebaiknya ditambahkan sedikit teori tentang tahapan perkembangan kognitif anak, khususnya mengenai tahap imitasi (meniru), sehingga penyampaian permasalahan dapat lebih diperkaya.

Della Raymena Jovanka, S.Pd., M.Si.

Secara keseluruhan dalam tayangan video pembelajaran, guru mengajak anak-anak didiknya untuk melakukan kegiatan menggambar bebas serta anak diberi kebebasan untuk menuangkan ide-ide cemerlangnya namun dalam isi bembelajaran anak anak anak menemukan hambatan untuk mengambar, agar anak anak dapat menuangkan ide ide cemerlang guru mengajak anak didik untuk melihat benda –benda yang ada disekitar sekolah dengan begitu anak didik dapat langsung melihat media yang akan dituangkan lewat menggambar sesuai tingkat perkembangan anak didik dan kegiatan pembelajaran menggambar bebas sesuai kurikulum yang berlaku.

–

481 Replies to “Anak Sulit Berimajinasi saat Menggambar”

  1. Nama: Riski Saputri
    Nim: 855890195

    Assalamualaikum,
    Saran dari video di atas sudah bagus, dengan mengajak anak keluar kelas untuk melihat-lihat sekelilingnya agar wawasan anak menjadi lebih luas, imajinasi anak lebih berkembang. Kegiatan menggambar di Paud tidak hanya semata-mata untuk menghasilkan hasil yang rapi dan bagus tetapi juga menunjukkan bagaimana imajinasi anak berkembang dengan baik dan tepat, guru tidak boleh memaksa anak untuk menghasilkan gambar sesuai keinginan guru.

    sekian, terima kasih.

  2. Setelah menyimak video tentang anak yang mengalami kesulitan berimajinasi saat menggambar, saya memahami bahwa setiap anak memiliki kemampuan dan perkembangan yang berbeda. Anak yang belum mampu menuangkan imajinasinya melalui gambar bukan berarti tidak memiliki kreativitas, tetapi mungkin membutuhkan stimulasi, contoh, dan pendampingan yang sesuai.
    Hal yang menarik dari video tersebut adalah pentingnya peran guru dalam memberikan rangsangan kepada anak agar berani mengekspresikan ide dan pikirannya. Guru sebaiknya tidak langsung menuntut anak menghasilkan gambar yang bagus atau sesuai dengan contoh. Sebaliknya, anak perlu diberikan kesempatan untuk menggambar secara bebas, menggunakan berbagai media, serta diberikan pertanyaan sederhana yang dapat memancing imajinasinya.
    Dari video ini saya belajar bahwa kegiatan menggambar pada anak usia dini bukan hanya bertujuan menghasilkan gambar, tetapi juga dapat mengembangkan kreativitas, imajinasi, kepercayaan diri, dan kemampuan motorik halus. Guru perlu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan memberikan apresiasi terhadap setiap hasil karya anak.
    Kesimpulannya, dalam menghadapi anak yang sulit berimajinasi saat menggambar, guru perlu bersabar, memberikan stimulasi secara bertahap, dan menghargai proses daripada hanya melihat hasil. Setiap karya anak merupakan bentuk ekspresi yang perlu dihargai dan dikembangkan.

  3. Nama: Rahmah Indah Gemilang
    NIM : 860868866
    Perguruan: UT Bandar Lampung

    Video ini menyajikan upaya seorang guru Taman Kanak-Kanak dalam mengatasi permasalahan anak yang sulit berimajinasi saat menggambar.
    Inti permasalahan yang diangkat adalah munculnya kesulitan anak berimajinasi terutama ketika guru terlebih dahulu memberikan contoh gambar kepada anak, yang menyebabkan anak cenderung meniru apa yang digambar oleh guru
    Analisis dari Badru Zaman
    Menurut analisis Badru Zaman dalam sumber yang sama, secara umum tujuan tayangan video dalam pembelajaran sudah tercapai, yaitu menggambarkan kondisi anak yang sulit berimajinasi serta alternatif pemecahan masalahnya.
    Namun, terdapat catatan penting:
    • Kegiatan pembukaan tidak terlihat karena video langsung menampilkan kegiatan guru memberikan contoh gambar.
    • Pendekatan guru sudah tepat, yaitu meminta anak melakukan pengamatan terhadap lingkungan sekitar sehingga anak dapat menggambar sesuai apa yang dilihatnya
    • Usulan perbaikan: Sebaiknya ditambahkan teori tentang tahapan perkembangan kognitif anak, khususnya mengenai tahap imitasi (meniru)

    Berdasarkan pengamatan saya dalam video dan analisis terkait, beberapa penyebab kesulitan berimajinasi pada anak meliputi:
    1. Kurangnya pengalaman visual: Anak belum terpapar berbagai macam gambar, objek, atau lingkungan yang dapat memicu imajinasi
    2. Terlalu banyak instruksi: Arahan atau batasan yang berlebihan dalam menggambar dapat menghambat kreativitas anak
    3. Kurangnya kepercayaan diri: Anak takut membuat kesalahan atau merasa gambar mereka tidak cukup baik
    4. Fokus pada hasil akhir: Terlalu menekankan hasil akhir yang “sempurna” daripada proses kreatif itu sendiri

    Strategi yang Diterapkan dalam Video
    1. Mengajak anak keluar kelas untuk mengamati lingkungan langsung. Langkah ini sesuai dengan prinsip-prinsip PAUD yang menekankan pengalaman konkret, bermain, dan eksplorasi sebagai dasar munculnya imajinasi.
    2. Memberikan kebebasan menggambar sesuai minat anak.
    3. Mendorong anak bercerita tentang apa yang mereka lihat dan temukan.

    Strategi Tambahan Berdasarkan Literatur
    Penelitian menunjukkan bahwa ketidaktertarikan anak terhadap menggambar disebabkan oleh kurangnya variasi media dan teknik, pendekatan pembelajaran yang monoton, serta minimnya dukungan lingkungan yang merangsang kreativitas
    . Strategi yang terbukti efektif meliputi:
    1. Penggunaan media visual yang menarik
    2. Pendekatan pembelajaran berbasis bermain
    3. Pemberian contoh dan demonstrasi oleh guru
    4. Keterlibatan aktif orang tua dalam mendukung kegiatan seni rupa di rumah

    Refleksi:
    Kekuatan Video
    • Menampilkan permasalahan nyata yang sering dihadapi guru PAUD.
    • Memberikan solusi praktis yang dapat langsung diterapkan.
    • Memicu diskusi aktif di kalangan pendidik (terlihat dari 1093 komentar dan 270 balasan diskusi)

    Kesimpulan
    Video “PAUD3 Anak Sulit Berimajinasi Saat Menggambar” dari Guru Pintar Online merupakan sumber pembelajaran yang relevan dan bermanfaat bagi para pendidik PAUD. Meskipun memiliki keterbatasan dalam penyajian (seperti tidak adanya kegiatan pembukaan dan minimnya landasan teori), video ini berhasil menggambarkan permasalahan nyata dan menawarkan solusi praktis yang sesuai dengan prinsip-prinsip pendidikan anak usia dini.
    Pesan kunci: Imajinasi anak usia dini perlu didasari pengalaman nyata. Mengajak anak mengamati lingkungan sekitar, memberikan kebebasan berekspresi, dan menghindari pemberian contoh gambar yang kaku adalah langkah-langkah efektif untuk menumbuhkan kreativitas dan kepercayaan diri anak dalam menggambar.

    Demikian uraian dari saya, terimakasih.

  4. Nama : Dewi Zunaini
    NIM : 860283991
    Asal Daerah : UT Surabaya

    Pembelajaran menggambar bagi anak usia dini sebaiknya berorientasi pada proses, bukan hanya hasil. Guru perlu menciptakan suasana yang menyenangkan, memberikan kebebasan berekspresi, menyediakan pengalaman nyata, serta memberikan stimulasi yang sesuai dengan tahap perkembangan anak. Dengan demikian, kemampuan imajinasi, kreativitas, percaya diri, dan motorik halus anak dapat berkembang secara optimal.

  5. Nama : Ahendra Rahayu Lestari Ningsih
    NIM : 859701963
    Universitas Terbuka Palu

    Menurut saya, dalam video tersebut Kesulitan anak berimajinasi saat menggambar bukan karena anak tidak mampu, melainkan karena kebiasaan meniru dan kurangnya ruang untuk berkreasi bebas. Menggambar di PAUD bukan untuk menghasilkan karya sempurna, melainkan sarana anak menyampaikan pikiran, perasaan, dan khayalan. Peran guru bukan memberi contoh, melainkan membangkitkan semangat, memancing gagasan, dan menerima setiap karya sebagai ekspresi yang berharga. Ketika anak merasa aman dan dihargai, imajinasinya akan tumbuh dengan sendirinya.
    Terimakasih🙏

Leave a Reply