239 Comments

Sinopsis

Program ini berisi upaya seorang guru pada lembaga Pendidikan anak usia dini untuk mengatasi anak yang terbalik saat menulis lambang bilangan. Upaya yang dilakukan guru tersebut adalah dengan membuat lambang bilangan yang besar seukuran kertas folio, mengajak anak untuk berlomba mengambil gambar lambang bilangan atau huruf yang benar disertai pengecohnya (lambang bilangan atau huruf yang terbalik). Guru juga mengajak anak untuk meraba lambang bilangan dengan media sterofom atau media lain berbentuk lambang bilangan lalu anak diminta menuliskan lambang bilangan tersebut. Selanjutnya guru memberikan tugas berupa lembar kerja yang berisi tugas menebalkan lambang bilangan atau huruf dengan proses yang benar misalnya untuk menulis angka lima dimulai dengan mengajak anak untuk mengimajinasikan lambang bilangan atau huruf yang akan dibuat. Langkah berikutnya guru memberikan kegiatan pelatihan tambahan berupa puzzle lambang bilangan atau huruf kepada anak yang sering melakukan kesalahan, dan memberikan penguatan untuk hasil anak yang baik mendapatkan stempel bintang pada lembar kerjanya.

Netti Hernawati

Video ini dimaksudkan untuk memberi pemahaman bagaimana seorang guru PAUD  mengatasi anak yang belum bisa membedakan huruf  p, d, dan b. Guru sudah  baik dalam menjelaskan penggunakan huruf dengan contoh suku kata yang menggunakan huruf p,d dan b, yang menggunakan media kartu huruf.

Namun demikian penjelasan guru tersebut   tampaknya masih sulit  diikuti siswanya, sehingga kesannya anak pasif hanya mendengarkan saja.  Barangkali anak akan lebih mudah bila guru menggunakan strategi bermain misalnya melalui lomba mengelompokkan huruf yang sama. Media yang digunakan guru cukup bagus hanya kurang beragam. Bisa dengan mengelompokan pemakaian huruf b dimana warnanya diberi warna biru semua, huruf p di beri warna putih semua dan d berwarna yang lain.

Untuk materi sudah sesuai dengan perkembangan usia anak TK dan juga sesuai dengan kurikulum yang berlaku tentang pengembangan bahasa anak usia 5 -6 tahun.

Melalui metode yang digunakan  guru dalam video ini, anak  akan memiliki pemahaman tentang perbedaan huruf p,d, dan b . Video tersebut bisa jauh lebih bermanfaat bagi siswa dan guru jika dilanjutkan dengan  evaluasi yang merata, sehingga semua anak dapat diketahui pemahamannya masing-masing

Secara umum sudah bagus, himbauan ke depan lebih meningkatkan keaktifan anak dengan beragam penggunaan media kartu huruf atau kartu kata khususnya penggunaan huruf p,d, dan b.

Dra. Aini Indriasih, M.Pd (Semarang)

Cara guru membuka materi masih berpusat pada guru, dan anak menjadi pendengar, anak tidak di beri kesempatan untuk mengungkapkan/ berpendapat/mengamati/mempresentasikan tentang huruf tersebut. 2. Penggunaan strategi yang tepat anak diajak untuk bereksplore dengan huruf yang mirip ini, agar mampu membedakan bentuk huruf p b d tersebut, tidak hanya dari Ape yang ada tetapi juga dengan gerakan tubuh anak itu sendiri, sehingga anak akan mengetahui letak setengah lingkaran untuk huruf b d dan p dengan benar dari posisi dirinya 3. Sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik usia 5-6 tahun 4. Sesuai dengan kurikulum yang berlaku yaitu :

Pengembangan bahasa, dengan lingkup perkembangan bahasa usia 5-6

Mengungkapkan bahasa (K13) materi berkomunikasi secara lisan, memiliki perbendaharaan kata, serta mengenal symbol-simbol untuk persiapan membaca, menulis dan berhitung 2. Keaksaraan (K13)materi menyebutkan symbol huruf yang dikenal

Lingkup perkembangan kognitif

Berfikir simbolik (K13) TPPA 3.4 mengenal berbagai macam lambang huruf vocal dan konsonan

Evanigustiningtyas

239 Replies to “Anak Tidak Dapat Membedakan Huruf yang Mirip”

  1. Assalamualaikum wr.wb
    Perkenalkan nama saya FISKA NURUL ANDARANI
    NIM : 860285085
    Upbjj : KEDIRI
    Prodi Studi : PGPAUD
    Smstr : 4

    Setelah saya menonton video “Anak Tidak Dapat Membedakan Huruf yang Mirip”, saya memahami bahwa anak usia dini masih bisa mengalami kesulitan dalam membedakan huruf yang bentuknya hampir sama, seperti huruf b, d, dan p. Menurut saya, hal tersebut masih wajar karena kemampuan anak dalam mengenal bentuk dan simbol huruf masih berkembang.

    Dari video tersebut saya belajar bahwa guru harus sabar dalam membantu anak dan tidak langsung menganggap anak tidak mampu. Guru dapat mengenalkan huruf dengan cara yang sederhana, menggunakan kartu huruf, contoh kata, latihan menulis, serta kegiatan bermain agar anak lebih mudah memahami perbedaan setiap huruf.

    Menurut saya, pembelajaran akan lebih menarik jika anak ikut aktif, misalnya mencari dan mengelompokkan huruf yang sama, meraba bentuk huruf, atau menulis huruf dengan berbagai media. Dengan cara yang menyenangkan dan dilakukan secara berulang, anak akan lebih mudah mengingat bentuk huruf.

    Video ini memberikan saya pemahaman bahwa setiap anak mempunyai kemampuan yang berbeda-beda. Sebagai guru PAUD, saya harus lebih sabar, kreatif, dan memberikan stimulasi sesuai dengan kemampuan anak.

  2. Setelah menyimak video, saya setuju dengan cara guru tersebut dengan melafalkan secara tepat dan jelas, guru dapat membantu anak untuk membedakan huruf yang serupa misalnya b-d-p.
    Menurut saya ke depannya Saya akan melakukan kegiatan kepada anak dengan cara memberikan isyarat kepada anak dengan mengatakan kepada anak huruf b (perutnya di depan bawah), huruf d (perut di belakang bawah) dan huruf p (perut di depan atas). Dapat juga memanfaatkan kartu kata atau kartu huruf yang berwarna-warni agar anak tertarik.

  3. Ijin, perkenalkan nama saya Fitria NW (877822495) dari UPBJJ Bogor.
    Setelah menyimak video tersebut, saya memahami bahwa ada beberapa anak dikelas saya juga kesusahan dalam membedakan huruf yang mirip seperti b dan d atau j dan g. dan melalui video tersebut saya belajar untuk memperkenalkan konsep huruf dan mengajarkan dalam penyebutan kata dengan cara yang mudah dipahami oleh anak agar mereka memahami bentuk dan bunyi huruf yang dimaksud dan menggunakan media yang menarik.

    Terimakasih.

  4. Dari video tersebut, saya belajar bahwa sebelum anak mampu menulis dengan tepat, anak perlu mengenal dan membedakan simbol huruf, terutama huruf yang bentuknya mirip seperti B, D, dan P. Guru memberikan contoh secara bertahap, mengajak anak menulis huruf di udara, memberikan contoh kata, serta menjelaskan perbedaan setiap huruf. Guru juga memberikan penguatan kepada anak yang berhasil dan bimbingan kepada anak yang masih mengalami kesulitan. Hal ini mengingatkan saya bahwa pembelajaran harus dilakukan dengan sabar, bertahap, menyenangkan, dan sesuai kemampuan masing-masing anak.

    Kedepannya, saya akan berusaha memberikan kegiatan pengenalan huruf yang lebih konkret, bertahap, dan menyenangkan, misalnya melalui permainan mencari huruf, menelusuri bentuk huruf, menulis huruf di udara, serta menghubungkan huruf dengan kata yang dekat dengan kehidupan anak. Dengan demikian, anak tidak hanya mampu menulis huruf, tetapi juga memahami dan mengenali simbol huruf dengan baik.

  5. Nama : Mariana Sianipar
    Nim : 860872153

    Setelah menonton video Guru Pintar online tersebut, saya menyadari bahwa setiap anak memiliki kemampuan dan kecepatan belajar yang berbeda. Kesulitan membedakan huruf seperti b, d, dan p karena memiliki bentuk yang hampir sama merupakan bagian dari proses perkembangan anak. Saya belajar bahwa menjadi seorang guru harus sabar, tidak memaksa anak, dan menggunakan metode pembelajaran yang menarik serta sesuai dengan kebutuhan anak. Dari video ini saya juga mendapatkan tips supaya anak bisa membedakan huruf yang mirip :
    Terlebih dahulu mengenali konsep huruf, mengajak anak untuk membaca 2 kata yang mengandung b, d, dan p, mengucapkan kata perkata berulang – ulang, menulis di angkasa, minta anak menulis di papan tulis, memberikan penguatan kepada anak sudah berhasil dan bimbingan pada anak yang belum melakukan.
    Pembelajaran dapat dilakukan melalui permainan, kartu huruf, gerakan, dan kegiatan yang melibatkan indera agar anak lebih mudah memahami materi pembelajarannya.

    Terimakasih.

Leave a Reply