67 Comments

Sinopsis

Teknologi bagi anak usia dini bukanlah hal yang baru. Anak-anak generasi Z hidup di dalam era teknologi yang sudah sangat berkembang. Bagi generasi-Z, memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran bukanlah hal yang sulit. Tanpa dilatih, mereka sudah bisa menggunakan perangkat teknologi dengan baik. Bagi anak-anak usia dini, tanpa dibekali pengetahuan tentang penggunaan teknologi, mereka sudah dapat menjalankan suatu aplikasi tertentu di dalam gawai. Hal ini Tentunya membawa kebaikan untuk proses pembelajaran, karena dengan teknologi proses pembelajaran bisa jadi lebih mudah. Teknologi bisa menjadi alat bantu untuk menjelaskan materi pelajaran yang membutuhkan waktu, dan sulit untuk dijelaskan dengan ceramah. 

Namun di sisi lain, penggunaan teknologi yang berlebihan seperti gawai, akan membuat anak usia dini kecanduan dengan gawai tersebut. Banyak kejadian atau kasus yang terjadi pada anak yang tantrum ketika orang tua mengambil gawai yang sedang mereka mainkan. Selain itu, terdapat dampak pada kesehatan anak, seperti kesehatan mata sampai dengan kecenderungan untuk tidak bersosialisasi dengan baik.

Dalam video ini akan dijelaskan tentang bagaimana strategi penggunaan teknologi dalam pembelajaran untuk anak usia dini. Dimulai dari contoh kasus yaitu tantrum-nya anak ketika mereka diberhentikan saat memainkan gawai, lalu ditunjukkan bagaimana strategi pembelajaran di TK dengan menggunakan Project Based Learning. Anak-anak akan berdialog dengan guru tentang manfaat gawai dan juga dampak buruknya bagi mereka jika kecanduan gawai. Lalu mereka akan bermain peran dengan menggunakan alat telekomunikasi, dan pada akhirnya mereka akan membuat 1 Project sesuai dengan umur mereka, yaitu dengan menggunakan karton untuk membuat bentuk gawai. 

Selamat menyaksikan.

PERTANYAAN PEMACU DISKUSI

  1. Bagaimana Pendapat Anda mengenai Video di atas?

  2. Selain cara yang ada pada video, jelaskan cara lain yang harus dilakukan oleh guru agar anak tidak kecanduan gadget ? 

  3. Apakah Project yang diberikan oleh guru dalam video ini efektif untuk meredam keinginan anak bermain gadget? 

  4. Menurut anda, apakah guru dalam video ini sudah memaksimalkan peran pengasuhan dalam pembelajaran anak usia dini ?

  5. Tahapan apa dalam Project Based Learning yang diterapkan oleh guru dalam video yang menurut anda belum maksimal ?

67 Replies to “Cara tepat mengenalkan IT pada Anak (literasi digital)”

  1. Nama: Rusyda Nur Auliya’ Salsabila
    NIM: 860228196
    UPBJJ UT Malang

    Menurut pendapat saya, video tersebut memberikan gambaran bahwa teknologi memiliki dua sisi dalam pembelajaran anak usia dini. Di satu sisi, gadget dapat membantu guru menyampaikan materi dengan lebih menarik dan memudahkan anak memahami sesuatu yang sulit dijelaskan secara langsung. Namun, penggunaan yang terlalu sering dan tanpa pengawasan juga dapat menimbulkan ketergantungan, seperti anak mudah marah ketika gadget diambil, kurang berinteraksi dengan lingkungan sekitar, serta dapat berdampak pada kesehatan. Oleh karena itu, menurut saya teknologi sebaiknya tidak dijauhkan sepenuhnya dari anak, tetapi dikenalkan dengan batasan, pendampingan, dan tujuan yang jelas. Guru juga dapat mengurangi ketergantungan gadget dengan menyediakan kegiatan bermain yang menarik seperti permainan tradisional, kegiatan seni, bermain peran, aktivitas motorik, dan kegiatan yang melibatkan interaksi bersama teman.

    Menurut saya, kegiatan yang diberikan guru dalam video cukup efektif sebagai salah satu cara untuk mengalihkan perhatian anak dari gadget karena anak diajak memahami fungsi gadget melalui kegiatan yang lebih konkret dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Membuat bentuk gadget dari karton dan bermain peran juga dapat membuat anak tetap mengenal teknologi tanpa harus terus menggunakan perangkat yang sebenarnya. Namun, kegiatan tersebut tentunya belum sepenuhnya menghilangkan keinginan anak bermain gadget karena kebiasaan anak juga dipengaruhi oleh lingkungan rumah. Dalam video tersebut, guru sudah menjalankan peran pengasuhan dengan memberikan penjelasan, mendampingi anak, dan menyediakan kegiatan alternatif. Akan tetapi, menurut saya peran tersebut akan lebih maksimal jika guru juga melibatkan orang tua agar aturan penggunaan gadget dapat diterapkan secara konsisten di rumah.

    Pada penerapan Project Based Learning dalam video tersebut, menurut saya tahapan yang masih dapat dimaksimalkan adalah tahap perencanaan dan evaluasi. Anak sebaiknya diberikan kesempatan lebih banyak untuk menyampaikan ide mengenai bentuk atau fungsi gadget yang ingin mereka buat, memilih bahan, serta menentukan cara menyelesaikan project dengan bantuan guru. Setelah project selesai, guru juga dapat mengajak anak berdiskusi kembali mengenai apa yang sudah mereka lakukan dan apa yang mereka pelajari tentang manfaat serta dampak penggunaan gadget. Dengan demikian, project tersebut bukan hanya menjadi kegiatan untuk mengalihkan perhatian anak dari gadget, tetapi juga menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi anak.

    Sekian tanggapan saya, terima kasih

  2. Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
    Nama : Ayu Ningsih
    NIM : 877333641
    Prodi : PGPAUD SEM 4
    UPBBJ-UT : Jember
    Izin menanggapi komentar tentang vidio tersebut.
    Setelah menyimak video tersebut, saya memahami bahwa teknologi sudah menjadi bagian dari kehidupan anak sehingga perlu dikenalkan dengan cara yang tepat. Penggunaan teknologi pada anak bukan hanya tentang bermain gadget, tetapi juga bagaimana anak belajar menggunakan teknologi secara aman, bijak, dan sesuai dengan usianya.

    Sebagai guru PAUD, saya perlu mengenalkan teknologi melalui kegiatan yang sederhana dan menarik, serta tetap memberikan pendampingan kepada anak. Penggunaan IT sebaiknya tidak menggantikan kegiatan bermain secara langsung, tetapi dapat menjadi media pendukung pembelajaran. Anak juga perlu dibiasakan untuk menggunakan teknologi dengan aturan, seperti memilih tontonan atau aplikasi yang sesuai dan tidak menggunakan gadget secara berlebihan.

    Dari video tersebut, saya menyadari bahwa peran guru dan orang tua sangat penting dalam membangun literasi digital sejak dini. Dengan pendampingan yang baik, teknologi dapat dimanfaatkan untuk mendukung perkembangan dan kreativitas anak. dan dengan cara memberikan pembelajaran yang sederhana dan menarik anak-anak tidak monoton atau kecanduan gadget.

  3. Sebagai guru paud saya juga harus memberikan kegiatan yang lebih banyak melibatkan aktivitas langsung, seperti bermain di luar ruangan, menggambar, mewarnai, bermain peran, membuat karya seni, bernyanyi, atau kegiatan motorik. Guru juga dapat membuat kesepakatan sederhana mengenai waktu penggunaan gadget dan mengajarkan anak bahwa gadget digunakan seperlunya. Selain itu, guru perlu bekerja sama dengan orang tua agar aturan penggunaan gadget di sekolah dapat dilanjutkan di rumah.

  4. Assalamu’alaikum Wr Wb
    Nama :Rini tahta
    NIM : 856223949

    Video 1 berjudul : “Mengatasi anak yang belum bisa memegang pensil dengan benar”
    Hhasil analisi saya:
    Video tersebut berfokus pada pengembangan fisik-motorik anak usia dini, khususnya masalah ketika anak belum mampu memegang pensil dengan benar dan. Sasaran utamanya adalah guru PAUD/TK, mahasiswa pendidikan, dan orang tua anak usia prasekolah. Kemampuan menulis perlu didahului kesiapan motorik halus. Anak yang merobek kertas seharusnya tidak langsung dimarahi; perilaku tersebut dapat menunjukkan bahwa kekuatan, kelenturan, dan koordinasi jari-tangannya belum berkembang sesuai harapan.
    pengulangan yang harus dilakukan
    Latihan Keterampilan yang dilatih Contoh pelaksanaan
    Meremas spons dan memindahkan air merupakan Kekuatan telapak tangan, kelenturan jari, dan kontrol tekanan Anak meremas spons dari satu wadah lalu memindahkan ke wadah lain
    Memasang dan membuka mur-baut atau menggunakan kunci Kekuatan genggaman, gerakan memutar, dan koordinasi ibu jari dengan jari telunjuk Anak memutar mur-baut atau melakukan aktivitas membuka dan mengunci
    Membuka dan memasang kancing Ketepatan gerak, koordinasi mata-tangan, dan kemandirian Anak berlatih memasukkan kancing ke lubang pada media kain atau alat peraga

    pada video tersebut menegaskan bahwa menulis merupakan keterampilan yang memerlukan kesiapan fisik, terutama kekuatan, kelenturan, dan koordinasi motorik halus. Kegiatan meremas spons, memutar mur-baut, serta memasang kancing merupakan latihan pra-menulis yang sederhana dan relevan.
    Nilai utama video terletak pada perubahan cara pandang terhadap kesulitan anak: masalah tersebut sebaiknya dipahami sebagai sinyal kebutuhan perkembangan, bukan sebagai alasan untuk memarahi atau memaksa anak. Namun, latihan perlu diterapkan secara fleksibel dan dilengkapi pengamatan terhadap aspek perkembangan lain.

    1. Assalamu’alaikum wr.wb
      NAMA : ISTIKAMAH
      NIM : 858338774
      Izin aktif di Forum Diskusi Tayangan Cara Tepat Mengenalkan IT Pada Anak (Literasi Digital).
      Setelah menyimak tayangan ini, saya memahami bahwa mengenalkan IT pada anak usia dini BUKAN berarti memberikan gadget secara bebas. Sesuai materi, literasi digital di PAUD harus bersifat pengenalan yang menyenangkan dan terkontrol.
      1.Kelebihan tayangan ini menurut saya :Penjelasan sangat jelas bahwa IT bisa dikenalkan melalui media seperti laptop untuk menonton video edukatif, proyektor untuk bercerita, dan aplikasi edukatif sederhana. Ini sesuai dengan Permendikbud bahwa anak perlu mengenal teknologi sebagai bagian dari kehidupan.
      2.Yang harus di perhatikan: Guru dan orang tua harus menjadi pendamping aktif. Durasi harus dibatasi (maksimal 15-20 menit), dan konten harus diseleksi.
      Di TK Nusa Indah tempat saya mengajar kami menerapkan literasi digital dengan cara menggunakan proyektor untuk menampilkan video sains sederhana, bukan memberikan HP kepada masing-masing anak.
      Terima kasih, mohon tanggapannya teman-teman.

  5. Assalamu’alaikum
    Nama saya: Siti Aisyah
    NIM. :877716733
    Video ke 1
    Tema: Telekomunikasi.
    Menurut analisis saya.Video tersebut sangat baik Guru menerapkan pembelajaran yang terpadu,GUru memperhatikan semua aspek perkembangan pada anak.seperti bahasa,seni,fisik motorik, sosial emosional,seni.Dalam video tersebut Guru tidak memberikan contoh cara menggambar alat telekomunikasi disini Guru memberikan ruang gerak pada anak-anak untuk menuangkan ide, kreativitas, pikiran dan perasaan dalam menggambar.

Leave a Reply