Similar Posts
Pembelajaran Model Kompetitif
silahkan klik icon jika video tidak dapat diputar Sinopsis Program ini menggambarkan siswa yang tidak peduli dengan sampah yang berserakan di halaman sekolah dan membuang sampah sembarangan. Untuk mengatasi masalah ini, guru dapat melakukan pembelajaran untuk menanamkan pembiasaan menjaga kebersihan melalui bentuk permainan ”kompetitif area”, yaitu dengan membagi siswa menjadi kelompok kecil dan berlomba…
Menarik Perhatian Siswa
silahkan klik icon jika video tidak dapat diputar Sinopsis Video ini berisi tentang bagaimana seorang guru yang berusaha untuk menarik perhatian siswa untuk memperhatikan pelajaran yang diberikan. Dalam hal ini guru melakukan beberapa cara diantaranya dengan cara : Mengajak mahasiswa untuk mengeksplorasi dengan membilang. Memberi penguatan ketika memberi respon terhadap apa yang kita contohkan….
Teknik Bernyanyi dengan Mudah Melalui Media Audio Tape Recorder
silahkan klik icon jika video tidak dapat diputar Sinopsis Ilustrasi dalam Video ini berisi tentang pemecahan masalah yang dilakukan guru ketika mengajar bernyanyi kepada siswa dengan menggunakan tape recorder karena guru kurang menguasai teknik bernyanyi dengan baik dan benar. Pada kegiatan awal guru menjelaskan lagu yang akan dipelajari kemudian secara bersama-sama mempelajari dengan memutar…
Pembelajaran Menggunakan Flow Chart
silahkan klik icon jika video tidak dapat diputar Sinopsis Program ini menggambarkan guru dengan menggunakan metode ceramah menjelaskan pemerintahan desa/kelulrahan kepada siswa kelas III SD, sementara itu siswa tampak tidak memahami mengenai apa itu aparatur/perangkat desa/ kelurahan dan fungsi dari setiap aparatur tersebut. Solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah melakukan pembelajaran…
Yuk, Bercerita Kepada Teman
silahkan klik icon jika video tidak dapat diputar Sinopsis – – Pakar Dosen – – Pakar Guru – –
Yuk Mengarang Bebas
silahkan klik icon jika video tidak dapat diputar Sinopsis – – Pakar Dosen – – Pakar Guru – –
MARLINA BELYANAN
NIM : 859621991
1 . Identifikasi masalah
Dalam video tersebut terdapat beberapa siswa mengalami kesulitan dalam menulis karangan dan merangkai ide karangan
2. Penyebab
Siswa kurang memahami dalam mengembangkan ide karangan
3. Solusi
Didalam vidio tersebut seharusnya siswa
Di berikan contoh dalam menulis karangan sehingga tugas yang di berikan oleh guru dapat dimengerti oleh siswa guru harus Membimbing siswa untuk merangkai kalimat-kalimat menjadi sebuah karangan yang padu.
Nama : Novi Amelia
NIM : 857037125
Assalamualaikum wr. wb.
izin menanggapi dan menganalisis video pembelajaran di atas terkait kesulitan anak dalam menulis karangan cerita/narasi
1. Identifikasi masalah : peserta didik kesulitan dalam menulis karangan cerita
2. Penyebab : Peserta didik belum terbiasa mengutarakan perasaan, ide, gagasan kedalam tulisan. Peserta didik belum memahami kerangka menulis karangan
3. Solusi : Diberikan penjelasan kerangka menulis karangan, dibantu latihan menulis menggunakan media gambar baik seri acak atau gambar utuh
4. Masalah yang dipilih : Kurangnya keterampilan peserta didik dalam menulis karangan cerita
5. Penyebab masalah : kurangnya kemampuan peserta didik dalam menyusun kata menjadi kalimat, kurangnya pemahaman tentang tanda baca
6. Alasan pemilihan masalah : karena menulis karangan merupakan salah satu cara untuk mengembangkan keterampilan berpikir kreatif dan inovatif peserta didik
7. Rencana solusi :
– Peserta didik diberikan latihan-latihan untuk menuangkan ide/gagasan/perasaan mereka
– Bentuk kelompok belajar/diskusi agar peserta didik saling bertukar ide
– Gunakan media gambar/video untuk memancing ide/gagasan peserta didik
– Berikan penjelasan tentang kerangka menulis karangan.
8. Rumusan masalah : Bagaimana hasil belajar peserta didik dalam menulis karangan cerita / narasi menggunakan media gambar dan metode diskusi ?
9. Tujuan Perbaikan pembelajaran :
Mengetahui pemahaman dan hasil belajar peserta didik dalam menulis karangan cerita / narasi dengan menggunakan media gambar dan metode diskusi
10. Judul :
Peningkatan Hasil Belajar Siswa kelas IV Pelajaran Bahasa Indonesia materi Menulis Karangan menggunakan Metode Diskusi dan Media Gambar
Nama : Syifa Nadia Noor Azra
NIM : 858321645
Ringkasan :
Dalam video yang berjudul “Kesulitan Menulis Karangan Cerita/Narasi” adalah bagaimana seorang guru mengajarkan kepada peserta didiknya bagaimana membuat sebuah cerita atau narasi tetapi peserta didiknya mengalami kesulitan dalam membuat karangan cerita atau narasi tersebut.
Dari video tersebut ada beberapa hal yang saya lihat yaitu, guru tidak melakukan kegiatan pra pembelajaran seperti memberi salam, menanyakan kabar, mengecek kehadiran, melakukan ice breaking.
Kelebihannya :
1. Pendekatan Kreatif : Guru membantu siswa dengan memberikan visual atau alur sederhana membantu memudahkan peserta didik memulai membuat karangan cerita atau narasi.
2. Pemberian Contoh : Guru dapat memberikan contoh atau menceritakan pengalaman bisa memberikan inspirasi dan struktur awal bagi peserta didik.
3. Interaksi dan Bimbingan : Guru tersebut memberikan umpan balik langsung membantu peserta didik memahami kesalahan daan bagaimana memperbaikinya.
Kekurangannya :
1. Penggunaan bahasa yang terlalu kompleks, Guru tersebut menggunakan kata yang sulit dimengerti peserta didik, akibatnya dapat membingungkan dan membuat mereka kurang percaya diri.
2. Kurangnya variasi teknik mengajar. Metode yang digunakan terlalu monoton atau tidak sesuai gaya belajar peserta didik
3. Kurangnya pendekatan personal. Pendekatan guru tidak mempertimbangkan perbedaan kemampuan tiap peserta didik, akibatnya peserta didik kesulitan lebih besar bisa tertinggal.
Ada beberapa aspek yang dianalisis lebih dalam. Kurangnya kegiatan Pra-pembelajaran hal ini memang penting dalam menciptakan suasana yang kondusif untuk belajar, terutama dalam konteks pembelajaran menulis.
1. Kurangnya Kegiatan Pra-pembelajaran
Dalam vidio tersebut, bahwa guru tidak melakukan kegiatan Pra-pembelajaran seperti memberi salam, menanyakan kabar, mengecek kehadiran, dan melakukan ice Breaking.
2. Kesulitan Siswa dalam Menulis Cerita atau Narasi
Hal ini memang umum terjadi, terutama ketika siswa belum terbiasa atau merasa tidak tahu harus mulai dari mana.
3. Rekomendasi untuk Guru dalam Pembelajaran Menulis Cerita
a. Mulai dengan Kegiatan Pra-pembelajaran
b. Pemberian model atau contoh
c. Diskusi dan Brainstorming
d. Pembagian Tugas Menulis Secara Bertahap.
NAMA: Siska wahyu ningsih
NIM: 856568876
UPBJJ: Jambi
Reaksi siswa dari awal proses pembelajaran siswa tidak siap untuk belajar, tidak fokus serta pembelajaran tidak menarik sehingga anak nampak bosan
Kelemahan guru dalam vidio ini.
Guru tidak memberi salam,doa, apersepsi dan memotivasi siswa untuk belajar, serta guru tidak menjelaskan tujuan pembelajaran dan memberi penjelasan tentang apa itu cerita narasi
Upaya yang harus di lakukan untuk meningkatkan proses pembelajaran berikutnya adalah meningkatkan peningkatan kemampuan mendengar dg cermat dan fokus sehingga bisa menangkap inti cerita. Melatih pemahaman struktur cerita,mengajarkan siswa tentang struktur cerita yg baik seperti pembukaan, pengembangan kalimat dan penutup, dg cara yg logis dan menarik. Mengasah keterampilan menulis dan menyusun narasi.
Dalam video yang berjudul “Kesulitan Menulis Karangan Cerita/Narasi” adalah bagaimana seorang guru mengajarkan kepada peserta didiknya bagaimana membuat sebuah cerita atau narasi tetapi peserta didiknya mengalami kesulitan dalam membuat karangan cerita atau narasi tersebut.
Dari video tersebut ada beberapa hal yang saya lihat yaitu, guru tidak melakukan kegiatan pra pembelajaran seperti memberi salam, menanyakan kabar, mengecek kehadiran, melakukan ice breaking.
Kelebihannya :
1. Guru membantu siswa dengan memberikan visual atau alur sederhana membantu memudahkan peserta didik memulai membuat karangan cerita atau narasi.
2. Guru dapat memberikan contoh atau menceritakan pengalaman bisa memberikan inspirasi dan struktur awal bagi peserta didik.
3. Guru tersebut memberikan umpan balik langsung membantu peserta didik memahami kesalahan daan bagaimana memperbaikinya.
Kekurangannya :
1. Penggunaan bahasa yang terlalu kompleks, Guru tersebut menggunakan kata yang sulit dimengerti peserta didik, akibatnya dapat membingungkan dan membuat mereka kurang percaya diri.
2. Kurangnya variasi teknik mengajar. Metode yang digunakan terlalu monoton atau tidak sesuai gaya belajar peserta didik
3. Kurangnya pendekatan personal. Pendekatan guru tidak mempertimbangkan perbedaan kemampuan tiap peserta didik, akibatnya peserta didik kesulitan lebih besar bisa tertinggal.
DWI NANDA FEBRIANA
857027805
Hasil Analisis :
Berdasarkan video tersebut, saya merasa ada beberapa kejanggalan yang seharusnya dilakukan guru dalam melakukan pembelajaran dikelas. Yang pada akhirnya menyebabkan beberapa masalah yang ditimbulkan dalam proses pembelajaran, antara lain:
1. Tidak semua siswa dapat fokus dengan apa yang disampaikan oleh guru
2. Siswa kurang tertarik dengan pembelajaran yang diikutinya
3. Siswa kurang antusias dalam mengikuti proses pembelajaran yang sedang berlangsung
4. Proses pembelajaran menjadi hal yang membosankan bagi siswa (Tidak menyenangkan)
Mengapa masalah tersebut dapat timbul? apa penyebabnya?
Menurut saya, hal-hal yang menjadi penyebab permasalahan tersebut adalah:
1. Tidak melakukan hal-hal sebagai berikut:
a. Melakukan Apersepsi (Memberi Salam, mengajar Doa Bersama, dan absen). Sehingga diawal pembelajaran ada interaksi yang baik antara guru dengan murid.
b. Membahas materi sebelumnya dan menyampaikan materi yang akan dibahas saat ini serta tujuan dari materi yang akan dibahas tersebut.
c. Selanjutnya dalam kegiatan inti menyampaikan apa yang dimaksud dengan karangan, dan bagaimana langkah-langkah pembuatannya. (Disini dapat dilakukan kolaborasi metode pembelajaran, Seperti metode ceramah disertai dengan tanya jawab ataupun kuis. dengan kata lain tidak menggunakan 1 metode saja. Sehingga tidak monoton sehingga proses pembelajarannya tidak membosankan.
d. Menggunakan Media pembelajaran untuk memudahkan siswa memahami materi yang disampaikan guru. Selain itu membangkitkan motifasi serta konsentrasi siswa didalam kelas saat pembelajaran berlangsung, dan siswapun focus pada materi yang disampaikan.
2. Selain poin no 1 diatas, guru terlihat kurang adanya persiapan dalam melakukan pembelajaran. Terlihat saat guru menyampaikan materi membelajaran, guru tidak menyampaikan gambaran atau contoh seperti apa karangan itu dan langsung memberikan tugas untuk menulis karangan yang hanya diberikan beberapa langkah yang diberikan. Karna dengan adanya persiapan dan kesiapan dalam melakukan pembelajaran akan memudahkan siswa untuk memahami materi secara gamblang sebelum praktik membuat karangan atau menyelesaikan tugas yang diberikan guru. Kita tahu, bahwa dalam proses pembelajaran tentu membutuhkan kesiapan baik guru (Pemberi materi) dan siswa (Penerima materi). Agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar, dibutuhkan kabel penghubung atau interaksi antara guru dengan siswa terjalin dengan baik sehingga proses pembelajaran berjalan dengan lancar.
Hasil Refleksi :
Guru memang memiliki tugas untuk menyampaikan materi kepada siswa, yang sering disebut dengan mengajar dengan harapan dan tujuan, agar siswa yang di ajar akan memperoleh hasil yang masimal sesuai dengan yang diharapkan.
Untuk mencapai tujuan tersebut, guru dan murid harus memiliki kerja sama yang baik. Yakni memberi dengan maksimal (Dilakukan oleh guru) dan menerima dengan baik (oleh murid).
Nah, bagaimana caranya agar kerjasama yang baik tersebut dapat terjadi didalam pembelajaran?
Tentu saja, disini ada peran guru yang dibutuhkan untuk memberi stimulus kepada siswa agar memiliki motivasi, semangat dan rasa untuk mengikuti kegiatan belajar didalam kelas.
Seperti video yang saya tonton melalui laman GPO, menurut saya pembelajaran kurang berjalan secara efektif. Karena guru yang mengajar tanpa adanya kesiapan, tanpa alat peraga serta tidak ada kegiatan pendahuluan yang membuat siswa merasa termotivasi untuk minat dan tertarik dalam mengikuti pembelajaran.
Jadi, Penting bagi seorang guru yang berperan sebagai pengajar, bukan hanya menyampaikan materi asal menyampaikan. Namun juga membantu siswa untuk mengikuti pembelajaran dengan fokus, berkonsentrasi dan menyenangkan.