22 Comments

Sinopsis

Suasana kelas TK yang jumlahnya (20-25), terdiri dari 3 kegiatan. Kegiatan pertama, anak-anak sedang mewarnai gambar sesuai tema, kedua, anak-anak sedang menggunting dan menempel,dan  ketiga sekelompok anak mengerjakan kegiatan menghubungkan gambar dengan lambing bilangan dan gambar bendanya diwarnai.

Kegiatan yang dilakukan tersebut  sudah sesuai dengan tema yang  ditentukan yaitu menanamkan kejujuran pada Anak Usia Dini. Guru dapat memberikan berbagai kegiatan yang mudah dilakukan dan mudah dipahami anak.

Pada saat guru  akan menanamkan kejujuran  pada anak usia dini, Guru tepat jika pada saat mulai mengajar mengatakan kepada   anak  untuk berberkata jujur apabila anak sudah dapat menyelesaikan tugasnya, dan sebaliknya anak terus terang jika tidak dapat menyelesaikan tugas yang diberikan dengan pengguaan stiker.

Demikian pada saat guru memberi tugas yang harus diselesaikan pada saat anak menggunting pola gambar kupu-kupu (ada sayap, dan badannya) ditempel di kertas HVS dan dihiasi dengan krayon mewarnai gambar kupu-kupu menggunakan krayon, dan menghitung gambar binatang bersayap dan menuliskan angkanya (dalam LKA) dan mewarnai dengan pensil warna.

Selanjutnya pada saat guru menugaskan kepada semua siswa untuk mencoret pola gambar kupu-kupu bunga merah dan kupu-kupu bunga kuning, mewarnai bunga matahari dengan krayon, dan membentuk bunga dan kupu-kupu menggunakan tepung terigu.

Dari tugas –tugas yang diberikan guru tersebut, bagi siswa yang sudah dapat menyelesaikan tugas anak dapat mengambil penjepit  dan menempelkan di bajunya.

Dengan berbagai tugas yang diberikan guru sesuai kemampuan dan perkembangannya adalah merupakan cara yang tepat untuk menanamkan kejujuran pada anak usia dini.

Megawati Simanjuntak, SP., M.Si.

Secara keseluruhan dalam tayangan video pembelajaran, guru memberikan kagiatan kepada anak didik melalui kegiatan berupa mewarnai gambar dari kegiatan tersebut guru memberikan pengarahan kepada anak didik agar dapat mengerjakan dengan baik dan guru pun memotifasi anak didiknya agar dapat menyelesaikan tugasnya. Setelah tugas anak selesai guru meminta meletakkan tugasnya diatas meja dan memberi tanda pada baju berupa penjepit apa bila anak didik sudah menyelesaikan tugasnya metode ini dilakukan sesuai dengan tingkat perkembangan anak didik dan kegiatan ini sesuai dengan kurikulum yang berlaku.

22 Replies to “Melalui Penjepit Jemuran

  1. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu

    Nama: Alfiana s kasim
    Nim:858593868

    Menurut saya mereka sedang mencoba metode yang sangat sederhana namun efektif, yaitu “Menanamkan Kejujuran Melalui Penggunaan Penjepit Jemuran”.Jadi begini,mereka memberikan tugas kepada anak-anak. Jika mereka sudah menyelesaikan pekerjaannya, mereka diminta untuk menjepitkan baju atau kertas tersebut. Namun, ada aturan penting yang harus dipatuhi: mereka harus jujur. Jika sudah selesai, baru boleh dijepit. Jika belum selesai, mereka tidak boleh memaksakan diri atau berbohong dengan mengatakan sudah selesai padahal belum. Itu sama saja dengan tidak jujur,Hanya dengan menjeptikan pakaian atau benda sederhana, anak-anak belajar menerapkan kejujuran, ketertiban, sekaligus melatih keterampilan tangan mereka, Luar biasa bukan. Anak-anak terlihat sangat antusias dan bersemangat. Mereka bermain sambil belajar, jadi tidak terasa seperti pelajaran yang kaku saya sangat terinspirasi melihat solusi sederhana ini bisa menanamkan nilai-nilai luhur sejak usia dini. Penting bagi kita untuk mengapresiasi anak yang jujur. Karena jika kebiasaan baik ini ditanamkan sejak kecil, maka nilai moral yang kuat akan tertanam kuat di dalam diri mereka selamanya.

     

  2. assalamualaikum, bapak/ibu dosen sebelumnya perkenalkan nama saya Salma Wardatul Jannah Sukma dengan Nim 860035452. izin menjawab pertanyaan dan video diatas.

    Jawaban:

    Kegiatan pembelajaran yang dilakukan di kelas TK tersebut sudah cukup tepat dan sesuai dengan tujuan menanamkan nilai kejujuran pada anak usia dini. Pembagian menjadi tiga kegiatan (mewarnai, menggunting-menempel, dan menghubungkan gambar dengan lambang bilangan) menunjukkan bahwa guru memberikan variasi aktivitas yang dapat mengembangkan berbagai aspek perkembangan anak, terutama motorik halus, kognitif, dan kreativitas.

    Upaya guru dalam menanamkan kejujuran juga sudah terlihat jelas, yaitu dengan membiasakan anak berkata jujur tentang hasil pekerjaannya, apakah sudah selesai atau belum. Penggunaan stiker atau penjepit sebagai tanda bahwa anak telah menyelesaikan tugas merupakan strategi yang menarik dan memotivasi, sekaligus melatih anak untuk tidak berbohong.

    Selain itu, pemberian tugas yang sesuai dengan kemampuan anak, seperti menggunting pola, menempel, mewarnai, dan menghitung, merupakan langkah yang tepat. Hal ini membuat anak merasa mampu menyelesaikan tugasnya sendiri tanpa harus berpura-pura atau meniru pekerjaan teman.

    Namun, guru juga dapat menambahkan penguatan verbal seperti pujian terhadap kejujuran anak (bukan hanya hasilnya), agar nilai kejujuran semakin tertanam. Dengan demikian, kegiatan yang dilakukan sudah baik dan efektif dalam menanamkan sikap jujur pada anak usia dini secara menyenangkan dan bermakna.

  3. Nama Misni Nur Lathifah
    NIM : 877886742

    Waah luar biasa inspiratif, Video diatas sedang melakukan pembelajaran yang menekankan pada moral yaitu kejujuran.
    Penting dilakukan sejak dini supaya besar nanti sudah terbentuk sifat sifat seperti itu. Kegiatan dilakukan simple dan sederhana tapi mengena dan menyenangkan, siapa yang sudah selesai bisa mendapatkan jepitan jemuran, sedangkan yang belum maka akan berusaha menyelesaikannya

  4. Nama : Maya Christina Sambuari
    NIM : 877701654
    Prodi : PGPAUD
    UPBJJ-UT Semarang
    Saya sangat setuju dengan pendekatan yang ditunjukkan guru dalam video tersebut. Guru telah berhasil mengintegrasikan nilai kejujuran ke dalam kegiatan belajar yang menyenangkan dan sesuai dengan perkembangan anak usia dini (TK). Ini adalah contoh penerapan pembelajaran yang holistik dan berpusat pada anak.
    Pendekatan guru dalam video ini sudah sangat baik dan sesuai dengan prinsip pendidikan anak usia dini yang menyenangkan, bermakna, serta menumbuhkan karakter. Penggunaan kegiatan variatif + self-report jujur + reward sederhana adalah kombinasi yang cerdas untuk menanamkan kejujuran tanpa membuat anak merasa takut atau tertekan.
    Metode ini jauh lebih efektif daripada sekadar menyuruh anak “harus jujur” tanpa contoh dan pengalaman nyata.

  5. Nama:gita rusadi
    Nim: 877732089

    Menurut video yang saya analisi

    1. Kesesuaian dengan Prinsip Belajar Anak Usia Dini

    Kelebihan:

    – Pembelajaran Bermakna dan Menyenangkan: Guru menggunakan pendekatan learning by doing dengan kegiatan yang bervariasi seperti mewarnai, menggunting, menempel, hingga membentuk dengan tepung terigu. Ini sangat sesuai dengan karakteristik anak TK yang belajar melalui aktivitas motorik dan indra.

    – Variasi Aktivitas: Terdapat pembagian kegiatan yang melatih berbagai aspek perkembangan:

    – Motorik Halus: Menggunting, menempel, menulis angka, membentuk dengan terigu.

    – Kognitif: Menghubungkan gambar dengan lambang bilangan, menghitung jumlah binatang.

    – Seni: Mewarnai dan berkarya.

    – Individualisasi: Tugas diberikan sesuai dengan kemampuan dan perkembangan anak, sehingga tidak membebani dan setiap anak memiliki kesempatan untuk berhasil.

    2. Strategi Penanaman Nilai Karakter (Kejujuran)

    Analisis:

    – Metode yang Tepat & Kontekstual: Cara guru menanamkan nilai kejujuran sangat cerdas dan aplikatif. Guru tidak hanya berceramah, tetapi mengintegrasikan nilai kejujuran ke dalam rutinitas penyelesaian tugas.

    – Sistem Penguatan Positif:

    – Anak dilatih untuk mengakui kemampuan diri sendiri: “Saya sudah selesai” atau “Saya belum selesai”.

    – Penggunaan stiker dan penjepit baju sebagai bentuk penghargaan (reward) bagi yang mengakui pekerjaannya dengan jujur sangat efektif. Hal ini membangun rasa percaya diri dan kebanggaan anak atas usaha mereka sendiri.

    – Konsistensi: Nilai kejujuran diterapkan di setiap tahapan kegiatan, sehingga menjadi kebiasaan (habituation) bagi anak.

    3. Relevansi Tema dan Materi

    Analisis:

    – Secara teknis, kegiatan yang dilakukan (kupu-kupu, bunga, tanaman) adalah tema yang umum dan menarik bagi anak.

    – Catatan: Meskipun kegiatan teknisnya sudah sangat baik, penanaman nilai “Kejujuran” bisa diperdalam lagi dengan membuat kegiatan yang lebih spesifik berkaitan dengan kejujuran (misalnya: cerita tentang anak yang jujur, atau permainan jujur tentang apa yang disukai/tidak disukai), namun strategi yang digunakan guru saat ini (kejujuran dalam melaporkan tugas) sudah merupakan langkah awal yang sangat baik dan benar.

    4. Manajemen Kelas

    Analisis:

    – Dengan jumlah siswa 20-25 orang, pembagian menjadi beberapa kelompok kegiatan adalah langkah yang tepat agar kelas tidak ricuh dan guru bisa memantau dengan lebih fokus.

    – Kegiatan yang bervariasi membuat anak tidak mudah bosan.

     

    Kesimpulan

    Pelaksanaan pembelajaran di kelas tersebut sudah sangat baik dan tepat.

    Guru telah berhasil menciptakan suasana kelas yang aktif, kreatif, dan kondusif. Strategi menanamkan kejujuran melalui kebiasaan mengakui selesai atau belum selesainya tugas, serta pemberian reinforcement (stiker/penjepit) adalah metode yang sangat efektif, praktis, dan mudah dipahami oleh anak usia dini.

Leave a Reply