21 Comments

Sinopsis

Suasana kelas TK yang jumlahnya (20-25), terdiri dari 3 kegiatan. Kegiatan pertama, anak-anak sedang mewarnai gambar sesuai tema, kedua, anak-anak sedang menggunting dan menempel,dan  ketiga sekelompok anak mengerjakan kegiatan menghubungkan gambar dengan lambing bilangan dan gambar bendanya diwarnai.

Kegiatan yang dilakukan tersebut  sudah sesuai dengan tema yang  ditentukan yaitu menanamkan kejujuran pada Anak Usia Dini. Guru dapat memberikan berbagai kegiatan yang mudah dilakukan dan mudah dipahami anak.

Pada saat guru  akan menanamkan kejujuran  pada anak usia dini, Guru tepat jika pada saat mulai mengajar mengatakan kepada   anak  untuk berberkata jujur apabila anak sudah dapat menyelesaikan tugasnya, dan sebaliknya anak terus terang jika tidak dapat menyelesaikan tugas yang diberikan dengan pengguaan stiker.

Demikian pada saat guru memberi tugas yang harus diselesaikan pada saat anak menggunting pola gambar kupu-kupu (ada sayap, dan badannya) ditempel di kertas HVS dan dihiasi dengan krayon mewarnai gambar kupu-kupu menggunakan krayon, dan menghitung gambar binatang bersayap dan menuliskan angkanya (dalam LKA) dan mewarnai dengan pensil warna.

Selanjutnya pada saat guru menugaskan kepada semua siswa untuk mencoret pola gambar kupu-kupu bunga merah dan kupu-kupu bunga kuning, mewarnai bunga matahari dengan krayon, dan membentuk bunga dan kupu-kupu menggunakan tepung terigu.

Dari tugas –tugas yang diberikan guru tersebut, bagi siswa yang sudah dapat menyelesaikan tugas anak dapat mengambil penjepit  dan menempelkan di bajunya.

Dengan berbagai tugas yang diberikan guru sesuai kemampuan dan perkembangannya adalah merupakan cara yang tepat untuk menanamkan kejujuran pada anak usia dini.

Megawati Simanjuntak, SP., M.Si.

Secara keseluruhan dalam tayangan video pembelajaran, guru memberikan kagiatan kepada anak didik melalui kegiatan berupa mewarnai gambar dari kegiatan tersebut guru memberikan pengarahan kepada anak didik agar dapat mengerjakan dengan baik dan guru pun memotifasi anak didiknya agar dapat menyelesaikan tugasnya. Setelah tugas anak selesai guru meminta meletakkan tugasnya diatas meja dan memberi tanda pada baju berupa penjepit apa bila anak didik sudah menyelesaikan tugasnya metode ini dilakukan sesuai dengan tingkat perkembangan anak didik dan kegiatan ini sesuai dengan kurikulum yang berlaku.

21 Replies to “Melalui Penjepit Jemuran

  1. Nama : Hikmayani
    Nim : 856512641

    menurut saya kegiatan pembelajaran pada sinopsis tersebut cukup tepat dalam menanamkan nilai kejujuran pada anak usia dini dengan melalukan kegiatan yang menyenangkan dan sesuai dengan tahap perkembangan anak usia dini . memulai dengan kegiatan mewarnai, menggunting , menempel, hingga anak bermain tepung terlihat anak anak sangat aktif dan senang . penanaman nilai kejujuran sudah terlihat melalui dengan guru meminta anak anak berkata jujur apakah sudah atau belum menyelesaikan tugas penggunaan stiker dan penjepit sebagai bentuk penghargaan merupakan pengatan positif yang tepat karena anak usia dini sangat butuh apresiasi konkret dan sederhana .
    secara keseluruhan , kegiatan yang di lakukan guru sudah tepat sebagai upaya menanamkan nilai kejujuran melalui kegiatan belajar yang menyenangkan , konkret , dan sesuai perkembangan anak usia dini

  2. efektivitas strategi guru dalam menanamkan kejujuran melalui metode kerja kelompok dan sistem penjepit tersebut: Strategi guru meminta anak berkata jujur mengenai penyelesaian tugasnya merupakan bentuk latihan self-reporting (pelaporan diri).
    Guru menggunakan media yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, yaitu penjepit jemuran, sebagai alat untuk menilai apakah anak sudah menyelesaikan tugasnya. Anak diarahkan untuk hanya menjepit hasil pekerjaannya jika benar-benar sudah selesai. Dengan cara ini, anak secara tidak langsung dilatih untuk bersikap jujur dan tidak memaksakan diri untuk mengaku sudah selesai apabila belum.Kegiatan ini juga terlihat menyenangkan bagi anak karena dikemas dalam bentuk permainan.

  3. Nama : Dina Amallina
    NIM : 860665623
    Prodi : S1 PGPAUD
    Tugas : M1

    Saya menganalisis 2 video di GPO dari “ SERI MENANAMKAN NILAI KEJUJURAN PADA ANAK PAUD “
    Untuk video pertama berjudul “ Melalui Penjepit Jemuran “.
    Menurut saya, video tersebut sangat bernilai positif. Melalui video tersebut, kita mengetahui bahwa betapa pentingnya menanamkan kejujuran pada diri anak sedini mungkin. Karena hal tersebut akan membentuk karakter anak menjadi pribadi yang bertangung jawab, dapat dipercaya, dan memiliki integritas yang tinggi. Kemudian dengan memberikan anak suatu penghargaan atas kejujuran anak dengan cara yang seserhana mungkin, seperti contohnya “ melalui penjepit jemuran” ini , namun tetap memberikan kesan bermakna kepada anak. Yakni anak akan merasa bahwa dengan melakukan kejujuran dalam setiap menyelesaikan tugasnya, maka ia akan menjadi lebih baik, lebih di hargai kerja kerasnya dan pastinya akan lebih bersemangat lagi dalam menyelesaikan tugas-tugas berikutnya yang diberikan oleh gurunya.
    Selain itu, hal ini juga tentunya dapat dijadikan contoh untuk diterapkan di sekolah-sekolah lain. Selain caranya yang sangat sederhana tapi penuh kesan, hal ini juga terkesan unik, karena menggunakan “ penjepit jemuran”. Juga tidak memerlukan biaya yang terlalu besar, sehingga semua sekolah bisa menerapkannya bagaimanapun kondisi sekolahnya.
    Selanjutnya saya ingin mengucapkan terimakasih kepada si pembuat video, karena dari video tersebut membuat saya termotivasi untuk mencoba menerapkan metode serupa dalam proses pembelajaran di kelas.

    Sekian dan terimakasih.

  4. Nama : TRI YULIA
    Nim : 860544506
    Assalamu’alaikum wr.wb…izin berkomentar bapak/ibu yang saya hormati
    Vidio ini sudah menggambarkan kegiatan pembelajaran di TK dengan cukup jelas dan bervariasi, seperti mewarnai yang sesuai dengan perkembangan anak usia dini. Penggunaan penjepit sebagai simbol juga menarik karena konkret dan mudah dipahami anak.
    Namun, keterkaitan antara kegiatan dengan penanaman nilai kejujuran masih perlu diperjelas. Guru dapat lebih menekankan contoh perilaku jujur serta memberikan respon yang tepat ketika anak berkata jujur, bukan hanya berfokus pada penyelesaian tugas. Selain itu, penggunaan penjepit sebaiknya benar-benar mencerminkan sikap jujur, bukan sekadar tanda bahwa anak telah menyelesaikan tugas.
    Contoh interaksi nyata yang dapat dilakukan guru misalnya saat anak belum selesai tugas, guru mengatakan, “Kalau belum selesai tidak apa-apa, yang penting jujur ya,” lalu memberikan bantuan. Saat anak mengaku kesulitan, guru memberi apresiasi seperti, “Terima kasih sudah jujur, mari Ibu bantu.” Selain itu, guru juga dapat memberi contoh langsung dengan mengakui kesalahan di depan anak agar mereka meneladani sikap jujur.
    Secara keseluruhan, kegiatan yang dirancang sudah baik, tetapi akan lebih optimal jika penanaman nilai kejujuran diperkuat melalui interaksi langsung dan keteladanan guru dalam kehidupan sehari-hari di kelas.
    Demikian yang dapat saya sampaikan,mohon maaf jika ada kesalahan.terimakasih.wassalamu’alaikum wr.wb

  5. Nama : Siti Sofiah
    Nim : 877658212

    Dari video dan sinopsis di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran nya sudah menggambarkan kegiatan yang jelas dan bervariasi, di mulai dari mewarnai sesuai tema, kemudian anak-anak sedang menggunting dan menempel, terkahir sekelompok anak mengerjakan kegiatan menghubungkan gambar dengan lambang bilangan dan gambar bendanya diwarnai. Penggunaan penjepit jemuran berfungsi untuk melatih seberapa kejujuran anak, mereka yang awalnya berpikir tidak ingin mengerjakan menjadi menyelesaikan tugasnya dengan baik karena, penjepit tersebut sebagai tanda “jika sudah mengerjakan”.
    Kemudian disini juga peran guru sangat baik ketika guru menanyakan “sudah selesai mengerjakannya apa belom”. Namun boleh di tambahkan aksi nyata langsung seorang guru seperti ketika seorang anak belum mengerjakan bilang saja ” kamu belum mengerjakan, tidak apa-apa terimakasih sudah jujur kamu hebat tidak berbohong “. kemudian ketika bu guru berbuat salah seperti lupa mengatakan permisi kemudian ada seorang anak menegur, kita harus menerima dan berkata ” maaf yah bunda tadi salah,terimakasih yah sudah ingatkan bunda”
    Selanjutnya saya ingin mengucapkan terimakasih karena Video nya sangat menginspirasi saya sebagai pendidik.

Komentar