54 Comments

Sinopsis

Suasana kelas TK yang jumlahnya (20-25), terdiri dari 3 kegiatan. Kegiatan pertama, anak-anak sedang mewarnai gambar sesuai tema, kedua, anak-anak sedang menggunting dan menempel,dan  ketiga sekelompok anak mengerjakan kegiatan menghubungkan gambar dengan lambing bilangan dan gambar bendanya diwarnai.

Kegiatan yang dilakukan tersebut  sudah sesuai dengan tema yang  ditentukan yaitu menanamkan kejujuran pada Anak Usia Dini. Guru dapat memberikan berbagai kegiatan yang mudah dilakukan dan mudah dipahami anak.

Pada saat guru  akan menanamkan kejujuran  pada anak usia dini, Guru tepat jika pada saat mulai mengajar mengatakan kepada   anak  untuk berberkata jujur apabila anak sudah dapat menyelesaikan tugasnya, dan sebaliknya anak terus terang jika tidak dapat menyelesaikan tugas yang diberikan dengan pengguaan stiker.

Demikian pada saat guru memberi tugas yang harus diselesaikan pada saat anak menggunting pola gambar kupu-kupu (ada sayap, dan badannya) ditempel di kertas HVS dan dihiasi dengan krayon mewarnai gambar kupu-kupu menggunakan krayon, dan menghitung gambar binatang bersayap dan menuliskan angkanya (dalam LKA) dan mewarnai dengan pensil warna.

Selanjutnya pada saat guru menugaskan kepada semua siswa untuk mencoret pola gambar kupu-kupu bunga merah dan kupu-kupu bunga kuning, mewarnai bunga matahari dengan krayon, dan membentuk bunga dan kupu-kupu menggunakan tepung terigu.

Dari tugas –tugas yang diberikan guru tersebut, bagi siswa yang sudah dapat menyelesaikan tugas anak dapat mengambil penjepit  dan menempelkan di bajunya.

Dengan berbagai tugas yang diberikan guru sesuai kemampuan dan perkembangannya adalah merupakan cara yang tepat untuk menanamkan kejujuran pada anak usia dini.

Megawati Simanjuntak, SP., M.Si.

Secara keseluruhan dalam tayangan video pembelajaran, guru memberikan kagiatan kepada anak didik melalui kegiatan berupa mewarnai gambar dari kegiatan tersebut guru memberikan pengarahan kepada anak didik agar dapat mengerjakan dengan baik dan guru pun memotifasi anak didiknya agar dapat menyelesaikan tugasnya. Setelah tugas anak selesai guru meminta meletakkan tugasnya diatas meja dan memberi tanda pada baju berupa penjepit apa bila anak didik sudah menyelesaikan tugasnya metode ini dilakukan sesuai dengan tingkat perkembangan anak didik dan kegiatan ini sesuai dengan kurikulum yang berlaku.

–

54 Replies to “Melalui Penjepit Jemuran”

  1. Nama : Vera Oktavia
    NIM : 860319185
    UPBJJ-UT : Malang

    Setelah melihat video pembelajaran tersebut, saya memahami bahwa kegiatan sederhana menggunakan penjepit jemuran dapat menjadi kegiatan yang menarik dan bermanfaat bagi anak usia dini. Kegiatan ini dapat melatih motorik halus, terutama kekuatan dan koordinasi jari tangan anak. Selain itu, anak juga belajar berkonsentrasi, mengikuti instruksi, dan menyelesaikan kegiatan secara mandiri.

    Menurut saya, kegiatan seperti ini sesuai dengan karakteristik pembelajaran PAUD karena anak belajar melalui pengalaman langsung dan kegiatan bermain. Guru juga perlu memberikan contoh dan pendampingan sesuai kemampuan masing-masing anak. Dari video tersebut saya mendapatkan pemahaman bahwa media pembelajaran tidak harus mahal, karena benda sederhana di sekitar dapat dimanfaatkan untuk memberikan stimulasi perkembangan anak.

  2. Setelah menonton video pembelajaran tentang menanamkan nilai kejujuran melalui penjepit jemuran, saya merasa video ini sangat menarik dan sederhana. Di dalam video, guru mengajak anak-anak TK melakukan beberapa kegiatan, seperti mewarnai gambar, menggunting, menempel, dan menghubungkan gambar dengan lambang bilangan. Kegiatan ini tidak hanya melatih motorik halus dan kognitif anak, tetapi juga digunakan untuk menanamkan sikap jujur. Salah satu caranya adalah anak diminta menjepit hasil pekerjaannya dengan penjepit jemuran hanya jika pekerjaannya benar-benar sudah selesai. Menurut saya, ide ini kreatif karena menggunakan benda sederhana yang ada di rumah, tetapi memiliki makna besar.

    Sebagai refleksi, saya melihat guru sudah berhasil menciptakan pembelajaran yang aktif dan menyenangkan. Anak-anak terlibat langsung dalam kegiatan, sehingga mereka belajar melalui pengalaman. Kegiatan mewarnai, menggunting, dan menempel juga melatih kemandirian serta tanggung jawab anak. Namun, saya juga mencatat bahwa penanaman kejujuran masih banyak dilakukan melalui instruksi guru. Anak belum diajak berdiskusi lebih dalam tentang apa arti jujur dan apa akibatnya jika tidak jujur. Selain itu, penggunaan penjepit sebagai tanda selesai bisa menjadi reward. Hal ini bisa memotivasi anak, tetapi juga berisiko membuat anak hanya mengejar hadiah, bukan benar-benar belajar jujur.

    Saran saya, setelah kegiatan selesai, guru bisa mengajak anak berbicara singkat. Misalnya, bertanya bagaimana perasaan mereka saat berkata jujur, atau apa yang terjadi jika mereka tidak jujur. Guru juga bisa memberi contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari. Menurut saya, anak usia dini perlu contoh konkret, bukan hanya nasihat. Dengan begitu, nilai kejujuran tidak hanya dipahami sebagai aturan, tetapi menjadi kebiasaan yang menyenangkan.

    Secara keseluruhan, video ini bermanfaat dan menginspirasi saya sebagai calon pendidik PAUD. Saya belajar bahwa media sederhana seperti penjepit jemuran dapat digunakan untuk mengajarkan nilai kehidupan kepada anak. Terima kasih atas video pembelajaran ini.

  3. Nama : Dzalzha Nur Fadhilah
    NIM : 860224221
    UPBJJ-UT : Surabaya

    Izin menanggapi video tersebut :

    Analisis
    Video menunjukkan kegiatan pembelajaran menggunakan penjepit jemuran sebagai media sederhana untuk menanamkan nilai kejujuran pada anak. Kegiatan dilakukan melalui bermain dan praktik langsung dengan pendampingan guru. Selain nilai kejujuran, kegiatan juga dapat mengembangkan motorik halus, koordinasi mata dan tangan, bahasa, sosial-emosional, serta tanggung jawab anak. Guru berperan sebagai fasilitator yang memberikan arahan dan mengamati perkembangan anak.

    Refleksi
    Dari video tersebut, saya belajar bahwa penanaman karakter pada anak usia dini dapat dilakukan melalui kegiatan bermain yang sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Guru tidak harus menggunakan media yang mahal, tetapi perlu menciptakan kegiatan yang bermakna dan memberikan kesempatan kepada anak untuk mengalami secara langsung. Nilai kejujuran juga lebih efektif ditanamkan melalui pembiasaan, keteladanan, dan penguatan positif, bukan hanya melalui nasihat.

  4. Nama : Lusi Istikah
    NIM : 878184632

    Menurut saya, video ini sangat baik karena mengajarkan kejujuran dengan cara yang sederhana, kreatif, dan sesuai dengan dunia anak. Media penjepit jemuran membuat anak lebih mudah memahami aturan dan pentingnya bersikap jujur dalam menyelesaikan tugas. Namun, guru masih bisa menambahkan permainan atau dialog singkat agar anak lebih memahami makna kejujuran secara mendalam.

  5. Nama: Galuh Vita Sari
    Nim: 857892877
    Menurut saya, kegiatan pembelajaran dalam video sudah cukup baik dan sesuai dengan anak usia dini. Anak diberikan beberapa kegiatan seperti mewarnai, menggunting, menempel, menghitung, dan menghubungkan gambar dengan angka. Kegiatan tersebut tidak hanya membuat anak belajar, tetapi juga melatih kreativitas, motorik halus, dan kemampuan berpikir anak.
    Hal yang menurut saya paling penting adalah guru mengajarkan sikap jujur kepada anak. Anak dibiasakan untuk mengatakan yang sebenarnya, misalnya sudah selesai atau belum selesai mengerjakan tugas. Pemberian stiker atau penjepit juga dapat membuat anak lebih semangat dalam mengikuti kegiatan.
    Menurut saya, guru juga perlu membuat anak merasa aman dan tidak takut untuk berkata jujur ketika belum bisa atau belum selesai mengerjakan tugas. Dengan begitu, anak tidak hanya mengejar stiker, tetapi mulai memahami bahwa berkata jujur itu penting.
    Dari video tersebut saya belajar bahwa menanamkan kejujuran pada anak tidak harus dengan penjelasan yang sulit. Kejujuran bisa diajarkan melalui kegiatan sederhana dan pembiasaan sehari-hari di kelas.

Leave a Reply