18 Comments

Sinopsis

Video ini berisi tentang bagaimana seorang guru yang berusaha untuk menarik perhatian siswa untuk memperhatikan pelajaran yang diberikan. Dalam hal ini guru melakukan beberapa cara diantaranya dengan cara :

  1. Mengajak mahasiswa untuk mengeksplorasi dengan membilang.

  2. Memberi penguatan ketika memberi respon terhadap apa yang kita contohkan.

  3. Meminta siswa menemukan benda lainnya dan menceritakan secara singkat tentang benda yang ditemukannya itu

Rusdianto

Dalam tampilan video materi pembelajarannya adalah penjumlahan dan pengurangan suatu bilangan. Tujuan pembelajarannya adalah agar siswa dapat menjumlah dan mengurangkan suatu bilangan. Dalam mengawali pembelajaran guru kurang menggunakan prinsip apersepsi, padahal ini sangan penting dalam pembelajaran matematika. Seperti kita lihat waktu guru masuk kelas suasana masih gaduh karena mungkin ada waktu jeda pergantian mata pelajaran tertentu. Pentingnya apersepsi ini yang penting adalah untuk menyiapkan mental siswa untuk masuk ke mata pelajaran matematika, dan untuk menghubungkan materi pembelajaran yang lalu dengan mata pelajaran sekarang. Pemanfaatan metode sudah tepat yaitu tanya jawab dan demonstrasi, hanya seharusnya siswa disuruh kedepan untuk mencoba menjumlahkan atau mengurangkan benda tersebut, sehingga siswa akan lebih memperhatikan pembelajaran karena kemungkinan ada anak yang ingin mencoba. Disamping itu hasil pembelajaran anak akan lebih menjiwai materi yang kita berikan, dan kesan yang ada dalam benak siswa akan lebih tahan lama, sehingga akan mudah di reproduksi sewaktu-waktu diperlukan.
Kesan Umum dalam pembelajaran: Kami melihat penampilan guru kurang rapi, misalnya guru tersebut tidak memakai sepatu tetapi hanya menggunakan sepatu sandal yang terkesan kumuh. Didamping itu pakaiannya kurang rajin nampak ada sebagian bajunya yang lepas. Pembelajaran akan lebih berhasil jika guru dalam menyampaikan pembelajaran dengan berpakaian yang rajin, dan metode yang dipergunakan banyak melibatkan siswa untuk mencoba.

Drs. Badjuri, M.Pd.

  1. Dalam pembukaan guru sebaiknya menjelaskan dulu tentang konsep ‘bertambah’ dan ‘berkurang’. Terkadang murid sulit untuk mengerti bila ada soal cerita yang menggunakan persamaan kata dari bertambah (diberi, membeli lagi, dsb), atau berkurang (rusak, pecah, hilang, dimakan, dsb).
  2. Pemakaian media sudah cukup tepat tapi hanya sebagai media visual saja.
  3. Materi sesuai dengan perserta didik cukup.
  4. Materi sudah sesuai dengan kurikulum.

Tri Ekowati

18 Replies to “Menarik Perhatian Siswa

  1. Nama : Nina Triana
    NIM : 860718099

    Video “Menarik Perhatian Siswa” menunjukkan bahwa perhatian siswa sangat dipengaruhi oleh cara guru mengajar. Pada awal pembelajaran, siswa kurang fokus karena metode yang digunakan kurang menarik. Namun, setelah guru menggunakan media dan melibatkan siswa secara aktif, suasana kelas menjadi lebih hidup. Secara keseluruhan, video ini menegaskan bahwa guru perlu kreatif, interaktif, dan mampu menciptakan pembelajaran yang menyenangkan agar siswa lebih mudah berkonsentrasi.

    Kelebihan video
    -Guru sudah menggunakan metode tanya jawab dan demonstrasi
    -Melibatkan siswa untuk mengamati dan menyebutkan benda
    -Memberikan penguatan/respon positif kepada siswa
    -Pembelajaran menjadi lebih interaktif dibanding hanya ceramah

    Kekurangan video
    -Tidak ada apersepsi (kegiatan awal) untuk mempersiapkan siswa
    -Suasana kelas awalnya tidak kondusif dan kurang tertib
    -Metode pembelajaran masih kurang variatif
    -Guru kurang melibatkan siswa secara maksimal (belum banyak praktik langsung)
    -Penampilan dan kesiapan guru kurang mendukung proses belajar

    Saran perbaikan :

    Agar lebih efektif, guru sebaiknya:
    -Memulai pembelajaran dengan ice breaking, salam, atau apersepsi
    -Menggunakan media yang lebih menarik dan variatif
    -Mengajak siswa aktif mencoba langsung (praktik)
    -Mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari siswa
    -Menampilkan sikap dan penampilan yang rapi dan profesional

  2. Nama : AL FADILLAH MUHARRANI
    NIM : 856097633
    POKJAR : SEI BALAI, KAB. BATU BARA
    Dari video tersebut
    Tujuan: Guru menggunakan berbagai cara untuk menarik perhatian siswa agar fokus pada pelajaran.
    Metode: Guru mengajak siswa mengeksplorasi dengan membilang dan memberikan penguatan atas respon siswa.
    Tugas siswa: siswa diminta menemukan benda lain dan menceritakannya secara langsung

    Video diatas sangat bagus dan cocok untuk guru pemula seperti saya yang belum memiliki banyak pengalaman tetapi video diatas memiliki kelebihan dan kelemahan
    Kelebihan:
    1. Guru menggunakan metode tanya jawab kepada siswa
    2. Pembelajaran lebih bervariasi karena menggunakan metode tanya jawab
    3. Tidak monoton
    Kelemahan:
    1. Kurang memiliki mimik atau ekspresi yang ceria
    2. Kurangnya mendengarkan curahan isi hati anak
    3. Kurangnya minat belajar anak

  3. Nama : Winda Dwi Ramadhanti
    NIM : 858938935
    POKJAR : Umbulsari, Jember

    Video ini menyajikan sebuah refleksi kritis yang sangat mendalam mengenai dinamika pembelajaran di kelas awal sekolah dasar, khususnya kelas 1 yang merupakan masa transisi krusial bagi seorang anak. Melalui tayangan tersebut, kita diingatkan bahwa peran guru melampaui sekadar penyampai materi; guru adalah arsitek suasana yang harus mampu menjembatani dunia bermain anak yang penuh imajinasi dengan dunia sekolah yang lebih terstruktur. Kegagalan dalam menarik perhatian siswa di awal pelajaran, seperti yang digambarkan pada adegan pembuka yang kaku, menunjukkan bahwa instruksi yang terlalu mekanis tanpa adanya sentuhan kemanusiaan hanya akan menciptakan jarak emosional yang menghambat proses penyerapan ilmu.

    Kekuatan utama dari praktik yang ditunjukkan dalam video ini terletak pada kemampuan guru dalam membangun koneksi melalui komunikasi non-verbal dan penampilan diri. Seorang guru kelas rendah harus menyadari bahwa ekspresi wajah yang ceria, nada bicara yang bersahabat, serta penampilan yang rapi adalah “perangkat pembelajaran” pertama yang berinteraksi dengan siswa. Ketika guru hadir dengan energi positif, siswa akan merasa diterima dan aman secara psikologis, yang pada akhirnya secara otomatis akan membuka pintu konsentrasi mereka. Video ini dengan sangat baik menggarisbawahi bahwa kesiapan emosional siswa adalah fondasi utama sebelum materi akademik apa pun dapat diajarkan secara efektif.

    Secara metodologis, video ini memberikan contoh konkret mengenai teknik apersepsi yang kontekstual dan bermakna. Dibandingkan langsung terpaku pada buku teks, penggunaan pengalaman sehari-hari—seperti menghitung jumlah ban kendaraan atau mengamati benda-benda nyata di lingkungan sekitar—terbukti jauh lebih efektif untuk menarik minat anak. Pendekatan ini mengubah matematika yang tadinya dianggap abstrak menjadi sesuatu yang nyata dan menyenangkan. Hal ini memberikan pelajaran berharga bagi pendidik bahwa sumber belajar terbaik sering kali berada di sekitar kita, dan kreativitas guru dalam mengaitkan materi dengan realitas siswa adalah kunci untuk menghidupkan suasana kelas.

    Sebagai penutup, aspek yang paling menyentuh dari video ini adalah pentingnya pemberian penguatan positif atau reinforcement terhadap setiap respon siswa. Setiap pujian dan validasi yang diberikan guru atas usaha siswa, sekecil apa pun itu, merupakan bahan bakar bagi rasa percaya diri mereka. Hal ini menciptakan siklus belajar yang positif, di mana siswa merasa dihargai dan termotivasi untuk terus berpartisipasi aktif. Melalui penayangan video ini, kita dapat menyimpulkan bahwa kunci sukses mengajar di kelas rendah adalah kombinasi antara kehangatan personal, kreativitas dalam mengelola materi, dan konsistensi dalam memberikan apresiasi kepada siswa.

  4. Video ini menggambarkan upaya seorang guru dalam menarik perhatian siswa agar lebih fokus terhadap pembelajaran. Guru menggunakan beberapa strategi yang interaktif dan mendorong partisipasi aktif siswa. Pertama, guru mengajak siswa untuk mengeksplorasi konsep dengan cara membilang, sehingga mereka terlibat langsung dalam proses belajar. Selanjutnya, guru memberikan penguatan atau apresiasi terhadap respon siswa atas contoh yang diberikan, guna meningkatkan kepercayaan diri dan motivasi belajar. Selain itu, siswa juga diminta untuk menemukan benda lain di sekitar mereka dan menceritakannya secara singkat, sehingga kemampuan berpikir dan komunikasi mereka turut berkembang.
    Intinya dari video ini menunjukkan bahwa perhatian siswa sangat dipengaruhi oleh cara guru mengajar.

  5. Nama : Laili Hidayah
    Nim : 856837126
    Pokjar : pesisir tengah
    Video ini menggambarkan strategi efektif guru dalam menarik perhatian dan meningkatkan partisipasi siswa, terutama saat pembelajaran matematika, dengan pendekatan aktif dan menyenangkan. Guru berhasil menciptakan suasana kelas yang kondusif melalui eksplorasi, penguatan positif, dan pembelajaran berbasis benda konkret.

    Berikut adalah analisis metode yang digunakan:
    Eksplorasi dengan Membilang: Mengajak siswa membilang (menghitung) secara langsung membuat pelajaran matematika lebih konkret dan menarik. Ini membantu siswa memahami konsep angka melalui pengalaman fisik, bukan sekadar teori.
    Penguatan (Reinforcement): Memberi penguatan (pujian, apresiasi) saat siswa merespon contoh guru bertujuan meningkatkan kepercayaan diri dan motivasi mereka untuk terus aktif.
    Menemukan dan Menceritakan Benda: Meminta siswa mencari benda di sekitar mereka dan menceritakannya memberikan konteks dunia nyata, meningkatkan rasa ingin tahu, dan melatih kemampuan komunikasi siswa.

    Cara-cara ini sejalan dengan prinsip pembelajaran yang aktif dan menyenangkan, di mana guru berperan sebagai fasilitator yang menghidupkan suasana kelas.

Leave a Reply