6 Comments

Sinopsis

Video ini berisi tentang bagaimana guru mengatur siswa agar suasana belajar menjadi kondusif. Proses pembelajaran dikatakan kondusif jika seorang guru dapat menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal serta mengembalikan kondusif jika terjadi gangguan. Selanjutnya….

Pada saat belajar secara kelompok, anak dapat mendalami materi  dan menjelaskan materi secara detail. Dengan menerapkan metode  bermain peran tentang materi “Persiapan Kemerdekaan Indonesia”, siswa dapat mengambil hikmahnya serta berani mengemukakan pendapat dalam kegiatan diskusi.

Apakah Anda pernah mengalami masalah seperti ini? Bagaimana cara Anda mengatasinya? Ayoo berbagi dengan guru-guru lain dengan cara menuliskan pengalaman atau komentar Anda mengenai masalah tersebut.!

Dra. Siti Rohmi Yuliati, M.Pd.

6 Replies to “Menciptakan Suasana Kelas Kondusif”

  1. NAMA : Rostanti Khoirunnisa
    NIM : 857627023
    izin menanggapai dalam video yang saya lihat
    Sinopsis (Ringkasan Video)
    1. Kondisi Awal (Masalah Kelas): Suasana kelas awalnya kurang terkontrol, tidak fokus, sibuk dengan aktivitas masing-masing, atau terdistraksi karena transisi kegiatan yang kurang tertata.
    2. Tindakan/Intervensi Guru: Guru melakukan penataan ulang iklim belajar dengan menerapkan teknik pemusatan perhatian (kesepakatan kelas), mengubah posisi duduk/format ruang kelas, serta membangun interaksi dua arah melalui apersepsi dan motivasi di awal pembelajaran dan guru juga menggunakan pembelajaran bermain peran hingga murid terlibat langsung dalam kegiatan..
    3. Hasil Observasi: Siswa secara bertahap mulai kembali fokus, mengikuti petunjuk guru dengan baik, dan suasana kelas berlanjut secara tertib namun tetap aktif dan menyenangkan.
    Kekuatan (Kelebihan Pendekatan)
    1. Penguasaan dan Pengelolaan Kelas yang Baik: Guru memiliki intonasi suara, mimik, dan gestur yang komunikatif sehingga mampu mengarahkan dinamika kelas tanpa perlu membentak.
    2. Penerapan Apersepsi & Motivasi yang Tepat: Keterlibatan siswa dipicu sejak menit awal sehingga kesiapan mental untuk belajar terstruktur dengan baik.
    3. Mendorong Interaksi Inklusif: Suasana diskusi atau aktivitas kelompok dibuat fleksibel sehingga siswa merasa aman untuk bertanya dan berpendapat tanpa takut salah.
    Kelemahan atau Tantangan
    Dominasi Siswa Tertentu: Dalam menciptakan suasana aktif, siswa yang lebih berani/dominan cenderung menguasai interaksi, sementara siswa yang pemalu berisiko terabaikan.
    Alokasi Waktu Mengambang: Mengondisikan kelas yang tadinya gaduh membutuhkan waktu ekstra, sehingga berisiko mengurangi porsi materi inti jika tidak dikelola dengan ketat.
    Solusi dan Tindak Lanjut (Rekomendasi Perbaikan)
    Membuat Kesepakatan Kelas (Classroom Rules): Sebelum kegiatan dimulai, sepakati “Sinyal Fokus” (misalnya: tepuk tangan khusus atau musik penanda) untuk mengembalikan perhatian siswa.
    Kombinasi Media Konkret & Variasi Kegiatan: Selingi dengan penggunaan media visual atau alat peraga nyata agar pengondisian kelas ditunjang oleh daya tarik media belajar.

Leave a Reply