1 category
28 Comments
Sinopsis
Program ini menceritakan tentang kejujuran pada anak usia dini. Dalam pembelajaran guru bercerita tentang anak yang jujur menggunakan buku cerita bergambar. Pada akhir cerita guru menanyakan pada siswa, siapa-siapa saja tokoh dalam cerita tersebut, isi akhir program guru menyimpulkan tentang anak yang jujur sehingga melalui cerita, tentang kejujuran, secara tidak langsung guru telah menanamkan kejujuran pada peserta didiknya
Drs. Sukiniarti, M.Pd.
-
-
- Cara guru membuka biasa pada umumnya, baik membacakan cerita, memberikan respon pada bacaan
- Strategi yang di gunakan cukup baik, bermain drama memerankantokoh2 di dalam buku cerita itu, dan akan lebih mengena ketika anakdilibatkan dalam cerita itu, sehingga pembelajaran tentang kejujuran lebih tepat sasaran.
- Ini bisa dilakukan untuk anak usia dini 4-6 tahun melalui
- Jika disesuaikan pada kurikulun K13 saat ini adanya tingkat pencapaian perkembangan anak usia 4-6 tahun. Atau yang sesuai dengankemampuan anak.
Evanigustiningtyas
Category: Seri Pembelajaran PAUD
28 Replies to “Menenamkan Kejujuran Anak Melalui Cerita Moral”
Komentar Cancel reply
Anda harus login untuk memberikan komentar.
Nama : Syasmiarni
Nim :859439807
Pada vodeo ini mengajarkan tentang perlunya bersikap jujur,dan sikap jujur harus ditanamkan sejak kecil ,Alhamdulillah setelah saya menonton video ini ,video ini mengajarkan kepada saya bahwa ketika anak melakukan kesalahan orang tua atau guru tidak harus memarahi anak ,namun memberikan penjelasan merangkul anak dan menasehati dengan menggunakan nada lembut bukan memarahi , karena dengan anak di marahi maka anak akan terus merasa takut untuk berkata jujur.
Video ini menyampaikan pesan penting tentang penanaman nilai kejujuran sejak usia dini. Setelah menyaksikan tayangan tersebut kejujuran harus ditanamkan sejak usia dini melalui pendekatan yang hangat, bukan dengan marah atau ancaman. Ketika anak berbuat salah, respons terbaik orang tua dan guru adalah menjelaskan dengan lembut, merangkul secara emosional, dan menasihati tanpa tekanan.
Pendekatan ini sejalan dengan prinsip positive parenting karena menciptakan rasa aman psikologis. rasa aman membuat anak berani mengakui kesalahan dan memahami konsekuensi perbuatannya, sehingga nilai kejujuran tumbuh sebagai kesadaran diri, bukan karena takut dihukum.
sebaliknya, memarahi anak hanya memicu rasa takut yang menghambat logika dan mendorong anak berbohong sebagai bentuk pertahanan diri.
Nama : Dhaniar Wardhani
NIM: 860137096
Video pembelajaran ” Menanamkan Kejujuran Melalui Cerita Moral” sangat bermanfaat bagi saya sebagai refleksi dalam menanamkan nilai kejujuran pada anak. Metode bercerita moral sangat tepat untuk menanamkan nilai kejujuran pada anak usia dini, dimana dalam usia ini anak memiliki rasa penasaran yang tinggi, sehingga melalui cerita bergambar dan pembacaan narasi yang baik dapat memicu anak untuk penasaran dengan jalan cerita yang telah disampaiakan guru dan secara tidak langsung dapat menjadi contoh bagi anak untuk bersikap jujur kepada siapapun. Guru juga melibatkan anak dengan memberikan pertanyaan pertanyaan untuk melatih fokus anak dalam memahami cerita secara sederhana.
Nama : siti jamilah
NIM 857410004
UT BOGOR
Ijin menanggapi tentang vidio tersebut bahwa pembelajaran tentang menanamkan kejujuran anak sejak usia dini sangatlah penting untuk di sampaikan dengan sebuah cerita seperti yang di lakukan pada vidio tersebut anak-anak lebih tertarik dan mudah memahami ketika di sampaikan melalui cerita,dan menanamkan sikap kejujuran sejak dini sangatlah penting sebagai pondasi anak untuk menjalankan keiatan bersosial di masyarakat.
Program pembelajaran ini sudah baik karena menggunakan metode bercerita dengan buku bergambar yang sesuai untuk anak usia dini. Kegiatan ini dapat menarik perhatian anak dan membantu mereka memahami nilai kejujuran dengan cara yang menyenangkan. Guru juga sudah melibatkan siswa secara aktif dengan mengajukan pertanyaan tentang tokoh dalam cerita, sehingga melatih daya ingat dan pemahaman anak.
Selain itu, penyimpulan di akhir pembelajaran menunjukkan bahwa guru menegaskan kembali nilai kejujuran yang ingin ditanamkan. Melalui pendekatan ini, penanaman karakter dilakukan secara tidak langsung (implisit), sehingga lebih mudah diterima oleh anak.
Namun, akan lebih baik jika kegiatan dilanjutkan dengan contoh konkret atau praktik sederhana dalam kehidupan sehari-hari agar anak lebih memahami dan mampu menerapkan sikap jujur dalam kesehariannya.