31 Comments

Sinopsis

Program ini menceritakan tentang kejujuran pada anak usia dini. Dalam pembelajaran guru bercerita tentang anak yang jujur menggunakan buku cerita bergambar. Pada akhir cerita guru menanyakan pada siswa, siapa-siapa saja tokoh dalam cerita tersebut, isi akhir program guru menyimpulkan tentang anak yang jujur sehingga melalui cerita, tentang kejujuran, secara tidak langsung guru telah menanamkan kejujuran pada peserta didiknya

Drs. Sukiniarti, M.Pd.

  1. Cara guru membuka biasa pada umumnya, baik membacakan cerita, memberikan respon pada bacaan
  2. Strategi yang di gunakan cukup baik, bermain drama memerankantokoh2 di dalam buku cerita itu, dan akan lebih mengena ketika anakdilibatkan dalam cerita itu, sehingga pembelajaran tentang kejujuran lebih tepat sasaran.
  3. Ini bisa dilakukan untuk anak usia dini 4-6 tahun melalui
  4. Jika disesuaikan pada kurikulun K13 saat ini adanya tingkat pencapaian perkembangan anak usia 4-6 tahun. Atau yang sesuai dengankemampuan anak.

Evanigustiningtyas

31 Replies to “Menenamkan Kejujuran Anak Melalui Cerita Moral

  1. Nama: Tri Sulistiorini
    NIM: 856107838

    Menanamkan kejujuran melalui cerita moral merupakan langkah yang sangat penting, apalagi di tengah kondisi saat ini di mana ketidakjujuran sering dianggap hal yang lumrah dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini tentu sangat disayangkan karena dapat berdampak buruk pada karakter bangsa yang sejak dulu sudah ditanamkan oleh para pejuang kita. Sebagai guru PAUD, saya merasa memiliki peran penting untuk menanamkan sikap jujur sejak dini. Dari video yang saya lihat, ada strategi yang sangat bermanfaat, yaitu menggunakan buku cerita moral sebagai media pembelajaran. Dalam cerita moral terdapat pesan-pesan yang mengajarkan anak untuk memahami, merasakan, dan melakukan kebaikan dalam kehidupan nyata. Anak usia dini pun lebih mudah memahami konsep kejujuran melalui cerita yang sesuai dengan usia dan tingkat pemahaman mereka. Selain itu, guru juga mengajak anak berdiskusi tentang isi cerita, sehingga dapat mengasah daya pikir serta melibatkan peran aktif anak dalam proses belajar. Konsistensi dalam mengenalkan berbagai nilai karakter melalui cerita moral juga perlu terus dilakukan di lingkungan anak usia dini, agar anak lebih mudah menyerap sikap-sikap baik dan mampu mempraktikkannya secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.

  2. Nama. : Diana Daniati Dahnial
    Nim : 856871071
    UPBJJ. : Bengkulu

    Video pembelajaran yang saya saksikan sangat bermanfaat dan relevan untuk pendidikan anak usia dini.

    Penyampaian materi melalui cerita membuat anak lebih mudah memahami karena disajikan dengan cara yang menarik dan sesuai dengan dunia anak.

    Cerita moral yang ditampilkan mampu memberi contoh konkret tentang pentingnya perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari.
    Selain itu penggunaan bahasa yang sederhana dan ekpresi yang menarik membantu anak lebih fokus, dan tidak bosan.

    Menurut saya, metode bercerita seperti ini sangat efektif untuk menanamkan nilai karakter, khususnya kejujuran. Dengan cara menyaksikan video anak merasa tidak digurui tetapi belajar melalui pengalaman cerita. Guru juga dapat mengembangkan kegiatan lanjutan seperti tanya jawab atau bermain peran agar pemahaman anak semakin mendalam.

  3. Nama : Misni Nur Lathifah
    NIM : 877886742
    UT Yogyakarta

    Kebetulan Minggu besok ada jadwal literasi membacakan buku pada anak paud usia 5 – 6 tahun, judul kejujuran ini akan saya pilih,, mengingat pentingnya tentang moral ini untuk kehidupan bermasyarakat.

    Dalam cerita diatas menggunakan bahasa sederhana, contoh kejadian yang nyata ada di rumah masing masing, cara membacakannya dengan intonasi yang pas jadi anak anak bisa fokus mendengarkan

  4. Nama : Robiaton
    Nim : 856527293

    Pembelajaran yang disajikan dalam video tersebut sudah menunjukkan pendekatan yang tepat untuk anak usia dini, khususnya dalam menanamkan nilai kejujuran. Guru menggunakan metode bercerita dengan buku bergambar, yang sangat sesuai dengan karakteristik anak karena bersifat menarik, menyenangkan, dan mudah dipahami. Melalui cerita, anak dapat belajar nilai moral tanpa merasa digurui.
    Keterlibatan anak juga terlihat saat guru mengajukan pertanyaan tentang tokoh dalam cerita. Hal ini baik karena dapat melatih kemampuan berpikir, daya ingat, serta keberanian anak dalam mengemukakan pendapat. Selain itu, kegiatan ini membantu guru mengetahui sejauh mana pemahaman anak terhadap isi cerita.
    Pada bagian penutup, guru menyimpulkan nilai kejujuran dari cerita. Langkah ini penting untuk memperkuat pemahaman anak terhadap pesan moral yang ingin disampaikan. Penanaman nilai dilakukan secara tidak langsung, sehingga lebih efektif dan membekas pada anak.
    Namun, pembelajaran dapat lebih ditingkatkan dengan menambahkan kegiatan lanjutan, seperti bermain peran (role play) atau memberikan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini akan membantu anak tidak hanya memahami, tetapi juga mempraktikkan sikap jujur dalam kehidupan mereka.
    Kesimpulan:
    Pembelajaran sudah baik, interaktif, dan sesuai dengan prinsip PAUD, namun akan lebih optimal jika dilengkapi dengan kegiatan praktik agar nilai kejujuran dapat benar-benar tertanam dalam perilaku anak.

  5. Nama: gita rusadi
    Nim: 877732089

    1. Metode yang Tepat

    Penggunaan buku cerita bergambar sangat sesuai dengan karakteristik anak usia dini yang masih berpikir konkret. Visualisasi gambar membantu anak lebih mudah memahami pesan moral tentang kejujuran.

    2. Strategi Penanaman Nilai yang Efektif

    Guru menggunakan metode keteladanan dan pengalaman orang lain. Dengan menceritakan kisah anak yang jujur, guru menanamkan nilai secara implisit (tidak langsung). Cara ini lebih efektif daripada sekadar perintah, karena anak belajar membedakan perilaku baik dan buruk melalui alur cerita.

    3. Tahapan Pembelajaran yang Sistematis

    – Eksplorasi: Pertanyaan tentang tokoh cerita melatih daya ingat dan pemahaman anak terhadap alur cerita.

    – Kesimpulan: Guru mengakhiri dengan merangkum inti cerita, sehingga pesan tentang pentingnya bersikap jujur menjadi jelas dan tertanam kuat di benak anak.

    Kesimpulan

    Kegiatan ini sangat baik dan berhasil. Guru telah menciptakan situasi yang menyenangkan namun edukatif, di mana anak menyerap nilai karakter tanpa merasa digurui, melainkan melalui pengalaman menyimak kisah yang menarik.

Komentar