244 Comments

Sinopsis

Program video ini berisi strategi seorang guru Taman Kanak-Kanak dalam mengatasi anak yang takut menangkap bola pada saat kegiatan pengembangan fisik-motorik anak di TK. Strategi yang dilakukan guru tersebut adalah sebagai berikut. Pada tahap awal guru memberikan bola yang terbuat dari kain berbulu dan memberikan pengertian dengan sabar bahwa bola tersebut aman. Langkah selanjutnya anaka diajak meraba bola dengan kedua tangannya agar anak dapat merasakan tekstur bola tersebut. Langkah berikutnya adalah dengan memberikan bola tersebut kepada anak untuk memegang dan memainkannya sendiri secara bebas. Biarkan anak melakukan kegiatan ini beberapa kali. Dan akhirnya secara perlahan guru tersebut mengajari anak melempar bola dengan benar kearah guru atau sebaliknya.

Badru Zaman

Tayangan video tersebut sudah bagus. Beberapa hal yang perlu saya sampaikan berkaitan dengan solusi mengatasi anak yang masih takut ketika menangkap bola dalam video tersebut diantaranya:

  1. Tayangan video pembelajaran tersebut tidak secara lengkap/utuh merekam dari awal pembelajaran, sehingga tidak bisa saya ketahui bagaimana guru/pengasuh menyiapkan kegiatan awal (menyiapkan, presensi, berdoa, stretching, dst). Barangkali memang yang menjadi fokus video tersebut langsung pada solusinya.
  2. Strategi dan media sudah baik, hanya sebagai masukan dan alternatif untuk menumbuhkan keberanian dan kemampuan anak;
    • Formasi anak-anak dapat diatur berhadapan media bola kain/kertas yang lembut/bola plastik yang ringan dengan ukuran yang lebih kecil sehingga anak dapat menangkap dan melempar bola dengan baik.
    • Formasi anak dapat bervariasi misal anak membentuk lingkaran terdiri dari 5-6 anak dengan jarak1 meter, 1-2 bola untuk diberikan pada teman sebelahnya secara bersambung sehingga seolah bola tersebut berjalan berputar mengelilingi lingkaran anak-anak. Pengalaman sukses harus menjadi perhatian agar anak merasa percaya diri bahwa dia mampu melakukannya (menangkap maupun melempar), sekaligus sebagai sarana menumbuhkan keberanian . Jarak antar pasangan diatur dari tingkat yang pendek sampai dengan jarak yang kita inginkan sesuai tingkat kemampuan dan perkembangan anak.
    • Media bola dapat diganti yang lebih besar jika tahapan pertama (bola yang lebih kecil sudah tidak merasa takut ketika menangkapnya/melemparkannya. Pada akhirnya anak akan berani dan mampu melempar dan menangkap bola sesungguhnya dengan catatan media disesuaikan dengan kekuatan otot, tingkat pertumbuhan dan perkembangan anak.

Triyono, M.Pd.

Video ini memberi gambaran yang nyata tentang pengembangan motoric kasar khususnya saat kegiatan melempar dan menangkap bola. Urutan langkah kegiatannya cukup mudah dipahami dan mudah diterapkan. Selain itu strategi yang digunakan guru sesuai dengan tingakatan usia anak. Selain itu cara penyampaian guru dalam video juga cukup atraktif sehingga anak-anak tampak antusias dan tujuan pembelajarannya (menumbuhkan keberanian anak menangkap bola) juga dapat tercapai secara jelas. Video ini menginspirasi saya untuk belajar dan terus belajar agar kemampuan saya sebagai guru semakin meningkat.

Satriasih

244 Replies to “Mengatasi anak yang takut menangkap bola saat kegiatan

  1. Bismillah..
    Nama : Budi Santoso
    NIM : 858007085
    “Video ini menunjukkan penanganan yang sangat empatik terhadap hambatan perkembangan motorik kasar anak. Berdasarkan teori Piaget, guru memfasilitasi proses akomodasi dengan mengenalkan objek (bola lembut) yang mengubah persepsi negatif anak menjadi positif.

    Secara praktis, teknik Scaffolding dari Vygotsky terlihat jelas saat guru memodifikasi alat dan jarak lempar sebagai bentuk dukungan sementara. Langkah ini sangat efektif untuk menarik anak keluar dari zona ketakutannya menuju Zone of Proximal Development (ZPD), di mana ia akhirnya mampu menguasai keterampilan motorik baru. Pendekatan ini mengingatkan kita bahwa dalam PAUD, kesiapan emosional adalah fondasi utama sebelum anak dapat mencapai kompetensi fisik yang diharapkan.”

    Terima Kasih.

  2. Nama : Ety Noviyanti

    Nim : 877633569

    Pada video terlihat ada anak yang masih takut menangkap bola, dan guru memberikan solusi dengan mengganti bola menggunakan boneka. Menurut saya, solusi tersebut sudah tepat, karena boneka lebih lembut dan aman sehingga dapat mengurangi rasa takut anak.

    Anak usia dini belajar melalui pengalaman konkret dan bertahap, sehingga penggunaan benda yang lebih aman seperti boneka membantu anak beradaptasi.

    Bantuan yang diberikan guru sesuai kebutuhan anak. Mengganti bola dengan boneka merupakan bentuk bimbingan yang tepat untuk meningkatkan keberanian anak secara perlahan.

    Solusi yang diberikan guru sudah baik karena membantu anak merasa aman dan percaya diri. Dengan pendekatan bertahap seperti ini, anak akan lebih berani dan siap untuk mencoba menangkap bola yang sebenarnya.

  3. Nama : Wahidah
    NIM : 868329324

    Anak Takut Menangkap Bola
    Setelah saya menyaksikan video tersebut, saya memahami Langkah yang dilakukan guru tersebut. Sebenarnya, Langkah tersebut sudah sangat tepat dan sesuai dengan kebutuhan anak. Guru tidak langsung memaksa anak untuk menangkap bola, tetapi menggunakan pendekatan bertahap. Dimulai dari mengenalkan bola yang aman, lalu mengajak anak menyentuh, memegang, hingga akhirnya berani bermain dan menangkap bola. Cara ini menunjukkan bahwa guru memahami perasaan takut anak dan berusaha membangun rasa percaya diri secara perlahan.
    Namun, selain langkah yang sudah dilakukan, ada beberapa hal lain yang juga bisa membantu anak:
    1. Sebelum ke bola, cobalah menggunakan balon atau syal/sapu tangan. Mengapa? Benda-benda ini jatuh dengan sangat lambat di udara. Ini memberi waktu bagi mata dan tangan anak untuk berkoordinasi tanpa merasa terburu-buru atau kaget. Selain itu, alternatif lain yang saya sarankan Adalah menggunakan Bols besar . Bola yang lebih besar biasanya lebih mudah ditangkap dan tidak terasa menakutkan bagi anak. Ini bisa membantu anak merasa lebih percaya diri.
    2. Anak bisa diajak melihat atau bermain bersama teman-temannya yang sudah berani. Biasanya anak akan lebih termotivasi ketika melihat teman lain bisa melakukannya.
    3. Setiap usaha anak, sekecil apa pun, perlu dihargai. Misalnya dengan pujian sederhana agar anak merasa bangga dan lebih berani mencoba lagi.

  4. Nama: NADIA SYAFAR
    NIM : 859441115

    Video ini sangat menarik dan membuka wawasan saya. Ternyata rasa takut anak menangkap bola adalah hal yang wajar dan bisa diatasi dengan strategi yang tepat, bukan dengan memarahi atau memaksa.

    Saya sangat terkesan dengan cara guru memulainya menggunakan bola dari kain yang lunak. Ini solusi yang sangat cerdas karena membuat anak merasa aman dan tidak sakit. Pendekatan bertahap ini sangat sesuai dengan karakteristik anak usia dini yang butuh rasa nyaman sebelum berani mencoba hal baru.

    Dari sini saya belajar bahwa dalam pembelajaran fisik, aspek emosional dan rasa percaya diri anak sama pentingnya dengan kemampuan geraknya.

  5. Nama : Ni Komang Sunariani
    NIM : 859047794

    Menurut saya untuk video ke 2 yang berjudul “mengatasi anak yang takut menangkap bola saat kegiatan” yaitu video ini memberikan wawasan yang luas tentang cara mengatasi ketakutan anak dalam menangkap bola. anak memperlihatkan keterampilan motoriknya, namun kegiatan pengembangan fisik-motorik pada anak dengan memberikan kesempatan kepada anak untuk memainkan dengan sendiri maupun dengan temannya.
    – Strategi guru dalam mengatasi anak yang takut menangkap bola pada pendekatan yang bertahap dan sabar.
    Strategi yang dapat di terapkan oleh guru adalah :
    1. Memberikan anak memegang bola
    2. Memberikan kesempatan pada anak untuk memainkannya secara bebas.
    3. Secara perlahan anak akan melemparkan bola sedikit demi sedikit secara bertahap.

    Refleksi :
    1. Teknik mengajar yang sangat positif dengan memberikan pujian dan dorongan kepada anak di setiap anak memulai mencoba.
    2. Berkomunikasi dengan verbal terhadap anak saat guru menanyakan tentang kekuatan anak. Guru memberikan dukungan/ support dalam menunjukkan bahwa tidak apa-apa jika tidak berhasil.

    Terimakasih

Komentar