404 Comments

Sinopsis

Program video ini berisi strategi seorang guru Taman Kanak-Kanak dalam mengatasi anak yang takut menangkap bola pada saat kegiatan pengembangan fisik-motorik anak di TK. Strategi yang dilakukan guru tersebut adalah sebagai berikut. Pada tahap awal guru memberikan bola yang terbuat dari kain berbulu dan memberikan pengertian dengan sabar bahwa bola tersebut aman. Langkah selanjutnya anaka diajak meraba bola dengan kedua tangannya agar anak dapat merasakan tekstur bola tersebut. Langkah berikutnya adalah dengan memberikan bola tersebut kepada anak untuk memegang dan memainkannya sendiri secara bebas. Biarkan anak melakukan kegiatan ini beberapa kali. Dan akhirnya secara perlahan guru tersebut mengajari anak melempar bola dengan benar kearah guru atau sebaliknya.

Badru Zaman

Tayangan video tersebut sudah bagus. Beberapa hal yang perlu saya sampaikan berkaitan dengan solusi mengatasi anak yang masih takut ketika menangkap bola dalam video tersebut diantaranya:

  1. Tayangan video pembelajaran tersebut tidak secara lengkap/utuh merekam dari awal pembelajaran, sehingga tidak bisa saya ketahui bagaimana guru/pengasuh menyiapkan kegiatan awal (menyiapkan, presensi, berdoa, stretching, dst). Barangkali memang yang menjadi fokus video tersebut langsung pada solusinya.
  2. Strategi dan media sudah baik, hanya sebagai masukan dan alternatif untuk menumbuhkan keberanian dan kemampuan anak;
    • Formasi anak-anak dapat diatur berhadapan media bola kain/kertas yang lembut/bola plastik yang ringan dengan ukuran yang lebih kecil sehingga anak dapat menangkap dan melempar bola dengan baik.
    • Formasi anak dapat bervariasi misal anak membentuk lingkaran terdiri dari 5-6 anak dengan jarak1 meter, 1-2 bola untuk diberikan pada teman sebelahnya secara bersambung sehingga seolah bola tersebut berjalan berputar mengelilingi lingkaran anak-anak. Pengalaman sukses harus menjadi perhatian agar anak merasa percaya diri bahwa dia mampu melakukannya (menangkap maupun melempar), sekaligus sebagai sarana menumbuhkan keberanian . Jarak antar pasangan diatur dari tingkat yang pendek sampai dengan jarak yang kita inginkan sesuai tingkat kemampuan dan perkembangan anak.
    • Media bola dapat diganti yang lebih besar jika tahapan pertama (bola yang lebih kecil sudah tidak merasa takut ketika menangkapnya/melemparkannya. Pada akhirnya anak akan berani dan mampu melempar dan menangkap bola sesungguhnya dengan catatan media disesuaikan dengan kekuatan otot, tingkat pertumbuhan dan perkembangan anak.

Triyono, M.Pd.

Video ini memberi gambaran yang nyata tentang pengembangan motoric kasar khususnya saat kegiatan melempar dan menangkap bola. Urutan langkah kegiatannya cukup mudah dipahami dan mudah diterapkan. Selain itu strategi yang digunakan guru sesuai dengan tingakatan usia anak. Selain itu cara penyampaian guru dalam video juga cukup atraktif sehingga anak-anak tampak antusias dan tujuan pembelajarannya (menumbuhkan keberanian anak menangkap bola) juga dapat tercapai secara jelas. Video ini menginspirasi saya untuk belajar dan terus belajar agar kemampuan saya sebagai guru semakin meningkat.

Satriasih

404 Replies to “Mengatasi anak yang takut menangkap bola saat kegiatan

  1. Assalamu’alaikum Wr Wb
    Setelah menonton video tersebut bahwa strategi pembelajaran dilakukan secara individual dan bertahap (scaffolding), sangat sesuai dengan kondisi psikologis anak usia dini. Dalam pengaturan kelas yang besar, penanganan intensif pada satu anak yang takut dapat menyita waktu jika pengelolaan kelas secara keseluruhan tidak teratur dengan baik oleh guru pendamping.

  2. Selamat siang
    Menurut saya video tersebut sangat menarik dan bermanfaat bagi saya seorang guru PAUD, memang ada sebagian anak yang takut terkena ketika terkena lemparan bola, strategi yang dilakukan sangat aman dan juga membuat anak nyaman, sehingga anak tidak ketakutan lagi saat bermain lempar tangkap bola. Ketika anak tidak takut lagi dengan bola, pembelajaran akan terasa menyenangkan bagi anak, tentu juga dapat melatih perkembangan fisisk-motoriknya.
    Sekian
    Terimakasih

  3. Assalamualaikum wr wb saya dari UpbJJ UT Surabaya.
    Kegiatan tersebut sangat bagus untuk dicontoh dan di terapkan di sekolah saya , dalam video tersebut menampilkan bagaimana cara mengatasi anak yang takut untuk menangkap bola dengan rincian dan beberapa metode yang di gunakan kepada anak agar anak berani dan tidak takut lagi ,
    Juga dalam video tersebut mengajarkan saya agar bersabar untuk melatih anak tentang sesuatu .

    Sekian dari saya.
    Wassalamu’alaikum warahmatullahi wb.

  4. Assalamualaikum wr. wb
    Nama : AI MARIA ULFAH
    NIM :860203909
    Setelah menyaksikan vidio inisaya jadi paham bahwa ketakutan pada anak akan kegiatan motorik bisa juga di sebabkan karena trauma atau pengalaman nya.
    dan menurut saya cara pendekatan yang telah dilakukan guru pda video tersebut sangat relevan dengan konsep perkembangan Anak Usia Dini, karena guru dapat menghargai emosi anak, membangn rasa aman pada anak, serta dapat menggunakan scaffolding dalam zona perkembangan proksimal.
    manfaat melihat vidio ini bagi saya sebagai pendidik yaitu saya kedepannya harus lebih belajar aakan pentingnya tidak memaksa anak, akan tetapi haruus memahami dahulu penyebab ketakutan anaknya yang kemudian nantinya kita dapat merancang pembelajaran secara bertahap agar anak pun nantinya secara perlahan dapat membangun kepercayaan diri dan keterampilan motoriknya.
    terimakasih.
    Wassalamualaikum Wr. Wb

  5. Nama : Ervina Yuniarti
    NIM : 858334111

    Selamat sore, video ini sangat menarik dan bermanfaat, terutama dalam membantu anak yang takut menangkap bola. Langkah yang dilakukan secara bertahap membuat anak merasa lebih aman dan nyaman. Guru juga memberikan kesempatan kepada anak untuk beradaptasi tanpa paksaan. Menurut saya, kegiatan ini dapat melatih kemampuan motorik sekaligus meningkatkan keberanian dan kepercayaan diri anak.

Leave a Reply