413 Comments

Sinopsis

Program video ini berisi strategi seorang guru Taman Kanak-Kanak dalam mengatasi anak yang takut menangkap bola pada saat kegiatan pengembangan fisik-motorik anak di TK. Strategi yang dilakukan guru tersebut adalah sebagai berikut. Pada tahap awal guru memberikan bola yang terbuat dari kain berbulu dan memberikan pengertian dengan sabar bahwa bola tersebut aman. Langkah selanjutnya anaka diajak meraba bola dengan kedua tangannya agar anak dapat merasakan tekstur bola tersebut. Langkah berikutnya adalah dengan memberikan bola tersebut kepada anak untuk memegang dan memainkannya sendiri secara bebas. Biarkan anak melakukan kegiatan ini beberapa kali. Dan akhirnya secara perlahan guru tersebut mengajari anak melempar bola dengan benar kearah guru atau sebaliknya.

Badru Zaman

Tayangan video tersebut sudah bagus. Beberapa hal yang perlu saya sampaikan berkaitan dengan solusi mengatasi anak yang masih takut ketika menangkap bola dalam video tersebut diantaranya:

  1. Tayangan video pembelajaran tersebut tidak secara lengkap/utuh merekam dari awal pembelajaran, sehingga tidak bisa saya ketahui bagaimana guru/pengasuh menyiapkan kegiatan awal (menyiapkan, presensi, berdoa, stretching, dst). Barangkali memang yang menjadi fokus video tersebut langsung pada solusinya.
  2. Strategi dan media sudah baik, hanya sebagai masukan dan alternatif untuk menumbuhkan keberanian dan kemampuan anak;
    • Formasi anak-anak dapat diatur berhadapan media bola kain/kertas yang lembut/bola plastik yang ringan dengan ukuran yang lebih kecil sehingga anak dapat menangkap dan melempar bola dengan baik.
    • Formasi anak dapat bervariasi misal anak membentuk lingkaran terdiri dari 5-6 anak dengan jarak1 meter, 1-2 bola untuk diberikan pada teman sebelahnya secara bersambung sehingga seolah bola tersebut berjalan berputar mengelilingi lingkaran anak-anak. Pengalaman sukses harus menjadi perhatian agar anak merasa percaya diri bahwa dia mampu melakukannya (menangkap maupun melempar), sekaligus sebagai sarana menumbuhkan keberanian . Jarak antar pasangan diatur dari tingkat yang pendek sampai dengan jarak yang kita inginkan sesuai tingkat kemampuan dan perkembangan anak.
    • Media bola dapat diganti yang lebih besar jika tahapan pertama (bola yang lebih kecil sudah tidak merasa takut ketika menangkapnya/melemparkannya. Pada akhirnya anak akan berani dan mampu melempar dan menangkap bola sesungguhnya dengan catatan media disesuaikan dengan kekuatan otot, tingkat pertumbuhan dan perkembangan anak.

Triyono, M.Pd.

Video ini memberi gambaran yang nyata tentang pengembangan motoric kasar khususnya saat kegiatan melempar dan menangkap bola. Urutan langkah kegiatannya cukup mudah dipahami dan mudah diterapkan. Selain itu strategi yang digunakan guru sesuai dengan tingakatan usia anak. Selain itu cara penyampaian guru dalam video juga cukup atraktif sehingga anak-anak tampak antusias dan tujuan pembelajarannya (menumbuhkan keberanian anak menangkap bola) juga dapat tercapai secara jelas. Video ini menginspirasi saya untuk belajar dan terus belajar agar kemampuan saya sebagai guru semakin meningkat.

Satriasih

413 Replies to “Mengatasi anak yang takut menangkap bola saat kegiatan

  1. Nama: Wiwi Wiarsih
    Nim: 877665669
    Prodi: PGPAUD
    Strategi yang di lkukan guru dalam video tersebut dalm mengatasi anak yang takut menangkap bola sangat baik karena di video tersebut guru tidak langsung memaksa anak untuk menangkap bola. Guru tersebut melakukannya secara bertahap dan penuh kesabaran agar anak merasa nyaman dengan kegiatan yang akan di lakukan.
    Menurut saya, setrategi ini sesuai untuk pembelajran anak usia dini karena di lakukan secara bertahap dan tidak memaksakan kemampuan anak. Guru tersebut meberikan pengalaman yang menyenangkan terlebih dahulu kepada anak sehingga anak merasa percaya diri untuk melakukan lempar tangkap bola. Di video ini juga guru memberikan motivasi agar anak mau mencoba dan merasa di hargai dan semakin berani mengikuti kegitan pembelajaran lempar tangkap bola.
    Jadi, Strategi utama yang di lakukanguru dalm video tersebut yaitu memberikan rasa aman, mengenalkan boala secara perlahan, memberikan kesempatan memainkan bola secara bebas, kemudian melatih keterampilan melempar dan menangkap secara bertahap. Dengan cara tersebut, rasa percaya diri anak dapat meningkat dan kemampuan motoriknya dapat berkembang dengan baik.

    1. Assalamualaikum wr, wb.
      Saya setuju dengan pendapat Wiwi. Menurut saya, strategi guru dalam video tersebut sangat baik karena anak tidak dipaksa, tetapi dibimbing secara bertahap sampai merasa nyaman dengan bola. Dengan memberikan motivasi dan kesempatan untuk mencoba, rasa percaya diri anak dapat tumbuh dan kemampuan motoriknya juga berkembang dengan baik.
      Wassalamu’alaikum wr, wb.

  2. Assalamu’alaikum Wr.Wb

    NAMA : SULIS TRIWAHYUNI
    NIM : 860276996

    Setelah menyimak vidio ” Mengatasi Anak yang takut menangkap bola saat kegiatan “saya sependapat dengan guru tersebut karena bisa memahami kondisi anak,karena setiap anak memiliki perkembangan dan keberanian yang berbeda – beda dalam mengikuti kegiatan .
    Guru mencari solusi bagaimana agar anak tersebut tidak takut lagi dengan Bola. Guru memberikan bola yang lembut agar anak merasa aman saat memegang bola tersebut. Anak di biarkan memegang dan bermain dengan bebas, Guru mencoba melemparkan bola tersebut dan ditangkap anak. Dalam kegiatan tersebut tidak hanya meningkatkan rasa percaya diri anak akan tetapi perkembangan motorik,keberanian ,koordinasi mata dan tangan. Guru perlu memahami kondisi dan memberikan stimulasi sesuai dengan perkembangan anak tanpa anak dipaksa dan merasa tertekan.

    Wassalamu’alaikun Wr.Wb

  3. ​Assalamualaikum wr wb.
    Nama : Sapti Utami

    NIM: 877689478

    Prodi : PG PAUD

    UPBJJ :UT PURWOKERTO
    Video ini sangat menginspirasi dan memberikan gambaran nyata mengenai penanganan rasa takut bergerak pada anak usia dini. Langkah guru dalam memberikan pendampingan secara bertahap sudah sangat tepat. Pertama, guru menguji kebenaran rasa takut anak dengan mengenalkan tekstur benda (bola kain) untuk memberikan rasa aman secara mental. Kedua, pendekatan secara perlahan, mulai dari memegang, meraba, melempar sendiri ke atas, hingga melempar dan menangkap bersama guru sangat efektif membangun rasa percaya diri serta mengasah keselarasan gerak mata dan tangan (keterampilan gerak tubuh) anak. Terima kasih atas tayangan yang sangat menambah wawasan ini!
    *Ralat/Revisi untuk tanggapan saya sebelumnya*

  4. Assalamu’alaikum wr wb
    Nama : Mamik Retno Pratiwi
    NIM : 857896527
    UPBJJ : Surakarta

    Refleksi video:
    1. Kelebihan strategi guru.
    – pendekatan bertahap ( gradual eksposur) : Guru tidak memaksa anak langsung menangkap bola, melainkan membangun rasa aman secara bertahap mulai dari mengenalkan bola kain, meraba tekstur, memainkannya sendiri, hingga melempar dan menangkap.
    – pemilihan media ramah anak: penggunaan bola kain berbulu sangat efektif untuk menghilangkan kecemasan atau rasa takut anak terhadap rasa sakit akibat benturan.
    – pendekatan emosional : kesabaran guru dalam memberikan pengertian dan ruang bagi anak untuk bereksplorasi secara bebas membantu membangun kepercayaan diri anak.
    2. Inti keberhasilan pembelajaran.
    – Guru berhasil menangani hambatan psikologisn( rasa takut) terlebih dahulu sebelum melatih ketrampilan fisik-motorik kasar( melempar/menangkap bola).
    3. Saran pengembangan/ langkah lanjut.
    – Peningkatan orientasi media: setelah anak terbiasa dengan bola kain, tingkat kesulitan bisa dinaikan secara bertahap menggunakan bola plastik ringan sebelum ke bola yang lebih padat.
    – Pelibatan teman sebaya ( peer modeling) : selain berpasangan dengan guru, latihan dapat dilanjutkan secara berpasangan dengan teman sebaya untuk mengasah interaksi sosial anak.

    Wassalamualaikum wr wb.

  5. Assalamualaikum wr, wb.
    Izin menjawab refleksi Bu.
    Setelah melihat video tersebut, saya memahami bahwa rasa takut anak saat menangkap bola merupakan hal yang perlu dihadapi dengan sabar dan tidak boleh dipaksakan.
    Guru berperan sebagai pembimbing, motivator, dan pendamping agar anak merasa aman dan percaya diri.
    Menurut saya, cara yang dilakukan dalam video cukup tepat, yaitu mengenalkan bola secara perlahan.
    Anak dapat diajak menyentuh dan memegang bola terlebih dahulu, kemudian mencoba melempar dan menangkap dengan jarak yang dekat. Penggunaan bola yang lembut juga membuat anak merasa lebih nyaman.
    Dari video ini saya belajar bahwa kegiatan motorik kasar tidak hanya bertujuan melatih kemampuan fisik, tetapi juga dapat meningkatkan keberanian, rasa percaya diri, dan kemampuan anak dalam mengikuti kegiatan bersama. Guru perlu memahami kesiapan setiap anak dan memberikan dukungan sesuai kebutuhannya.
    Demikianlah jawaban refleksi dari saya 🙏🏻.
    Wassalamu’alaikum wr, wb.

Leave a Reply