6 Comments

Sinopsis

Program ini menggambarkan permasalahan guru ketika melaksanakan pembelajaran di kelas pada pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam, yaitu dalam materi tempat menyimpan cadangan makanan pada tumbuhan siswa mengalami kesulitan untuk memahami materi. Metode yang dianjurkan dalam program ini adalah dengan menggunakan metode field trip atau karya wisata pada pembelajaran ilmu pengetahuan alam Sekolah Dasar. Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum melakuka metode field trip adalah:

  1. menentukan tempat yang akan digunakan sebagai sumber,

  2. mengamati kesesuaian sumber belajar dengan tujuan dan program sekolah,

  3. menganalisis sumber belajar berdasarkan nilai-nilai pedagogis,

  4. menghubungkan sumber belajar dengan kurikulum,

  5. melaksanakan karya wisata sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, dan

  6. menganalisis apakah tujuan karya wisata telah tercapai atau tidak.

Toto Fathoni

Pada saat guru membuka pembelajaran belum terlihat jelas pemberian motivasi terhadap siswa untuk mencari tahu apa itu fotosintesis , pada saat mengisi pembelajaran guru hanya sekilas saja menjelaskan apa itu fotosintesis belum terstruktur, dan saat menutup pembelajaran sebaiknya diberikan tugas / pr guna mengulas pembelajaran di rumah.

Penggunaan strategi sudah baik, pendekatan metode sudah baik, media / evaluasi masih belum memadai sebaiknya siswa diberikan worksheet tugas observasi / kunjungan lapangan saat berada di kebun sekolah maupun di luar sekolah.

Kesesuaian sudah cukup baik, Kesesuaian dengan kurikulum sudah sesuai.

Saran dan rekomendasi sebaiknya video dibuat lebih runtut dan menarik lagi sehingga dapat dijadikan patokan / tolak ukur bagi pendidik dalam memberikan pengajaran di kelas atau bila perlu dibuatkan teacher guide book nya.

Herwati, M.Pd

6 Replies to “Penggunaan Metode Field atau Karya Wisata dalam menumbuhkan Pemahaman Siswa Pada Tumbuhan dengan Memanfaatkan Lingkungan Sekitar Sebagai Sumber Belajar”

  1. Video yang sangat menginspirasi.. Tayangan ini memperlihatkan secara jelas perbedaan respon siswa ketika belajar teori konvensional dibandingkan saat mengalami pengalaman belajar langsung (experiential learning). Pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai media konkret sangat efektif menumbuhkan rasa ingin tahu siswa. Catatan mengenai pentingnya briefing awal, penggunaan LKPD, dan evaluasi penutup juga menjadi pengingat yang sangat baik bagi kita para pendidik agar kegiatan field trip tidak sekadar menjadi ajang jalan-jalan, tetapi benar-benar terstruktur dan bermakna.

Leave a Reply