11 Comments

Sinopsis

Perlu dipahami oleh para guru bahwa penanaman disiplin tidak dapat dicapai oleh anak secara cepat. Penanaman disiplin membutuhkan kesabaran, keteladanan dan konsistensi serta mekanisme “reward”. Dengan cara pengulangan, disiplin yang hendak diterapkan guru diantara para siswa TK perlu dilakukan. Dengan teladan dan cara pengulangan, siswa TK dapat mengingat aturan-aturan yang harus diikuti.

Bagaimana pendapat Anda setelah menyaksikan program video ini? Apakah Anda mempunyai masalah yang sama namun sudah berhasil menemukan solusi dari permasalahan yang Anda hadapi terkait dengan bagaimana melatih siswa TK agar mereka secara perlahan memahami dan dapat mentaati aturan melalui cara pengulangan di kelas. Dapatkah Anda menuangkan buah pikiran dalam kolom yang disediakan di bawah ini? Dengan Anda membagi pengalaman sejenis dengan tayangan program video ini, secara tidak langsung Anda telah membantu rekan sejawat guru yang memiliki masalah serupa. 

Sri Tatminingsih

Dari tayangan vidio yang berjudul Menanamkan disiplin pada anak usia dini melalui Teknik pengulangan (repetition) menurut pendapat saya sudah dapat dipahami oleh anak, dari ayangan vidio saya sampaikan kekuatannya:
  1. Guru telah dapat menarik perhatian anak untuk mendengarkan informasi dengan jelas;
  2. Guru terlihat sudah menyiapkan contoh-contoh tentang disiplin anak dengan melalui Cerita, permainan dan demontrasi;
  3. Anak dengan antusias telah melakukan dengan seksama;
  4. Dari kegiatan pengulangan anak tetap semangat melakukannya;
Adapun kelemahannya:
  1. Dalam pelaksanaan pembelajaran guru belum memberikan apersepsi sebelum pembelajaran dimulai;
  2. Siswa langsung diajak oleh guru untuk mendemonstrasikan kegiatan sesuai tema yang harus diajarkan pada anak;
  3. Perhatian guru belum terlihat merata untuk anak;
  4. Belum memberikan kesempatan anak untuk berani bertanya sebagai umpan balik.
Ada beberapa hal penting yang mesti diperhatikan jika hendak mengembangkan keterlibatan anak didik dalam kebersamaan. Piaget mengingatkan dalam proses melibatkan anak didik, orang dewasa harus menghormati anak-anak.Perlu memperhatikan dan mengedepankan, agar keterlibatan berjalan dengan baik dibutuhkan kemampuan sebagai pendengar yang baik bagi guru dan orang dewasa. Berikan kebebasan anak untuk melakukan pembelajaran disiplin diri dan anak dengan kesadaran diri bisa mengekpresikan tindakan yang diajarkan oleh guru, dan orang tua menindak lanjuti bila siswa sampai dirumah masing-masing. Dra. Eem Kurniasi, M.Pd.
  1. Cara guru membuka kegiatan agar anak antri tidak memberikan
    pemahaman/konsep pada anak untuk antri, aturan-aturan yang akan anak dan
    guru sepakati, mengisi pembelajaran, bahasa tubuh guru, bahasa guru
    kurang mencerminkan sikap dan bahasa guru yang baik, sehingga anak-anak
    kurang tenang dan relaks,
  2. Strategi penanaman aturan dengan praktek langsung, bermain drama,
    atau dengan memberikan symbol gambar yang bisa di pasang dan terlihat
    oleh anak.
  3. Pembelajaran ini sesuai dengan tingkat perkembangan anak usia dini
    usia 3-6 tahun dengan tingkat pencapaian perkembangan anak yang
    berbeda-beda
  4. Ada dalam K13 lingkup Sosial emosional, rasa tanggung jawab untuk
    diri sendiri dan orang lain : mentaati aturan kelas ( kegiatan) ,
    mengatur diri sendiri, bertanggung jawab atas prilakunya untuk kebaikan
    diri sendiri

Evanigustiningtyas

11 Replies to “Pengulangan “Repetition””

  1. izin menjawab
    nama : Nafa Nurlianty
    NIM : 857516168

    Menurut saya, video tersebut memberikan pemahaman bahwa melatih disiplin pada anak TK membutuhkan proses yang bertahap, kesabaran, keteladanan, dan konsistensi. Anak usia dini belum dapat langsung memahami dan menaati aturan hanya dengan satu kali diberikan penjelasan, sehingga perlu dilakukan pembiasaan dan pengulangan secara terus-menerus.

    Saya juga mengalami hal yang sama dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Salah satu contohnya adalah ketika anak selesai bermain, masih ada beberapa anak yang belum mau merapikan atau mengembalikan mainannya. Solusi yang saya lakukan adalah membuat aturan sederhana dan mengulanginya setiap hari, misalnya sebelum bermain guru mengingatkan bahwa setelah bermain semua mainan harus dikembalikan ke tempatnya.

    Saya juga memberikan contoh secara langsung dan memberikan pujian ketika anak sudah mampu mengikuti aturan. Dengan cara tersebut, anak perlahan mulai memahami bahwa setiap kegiatan memiliki aturan yang harus dilakukan. Menurut saya, pembiasaan yang dilakukan secara konsisten dan dengan cara yang menyenangkan lebih efektif untuk menanamkan disiplin pada anak daripada memberikan hukuman.

  2. Assalamualaikum, nama saya Indah Apriliani dengan NIM 877691808 izin menanggapi video diatas.

    Dari materi yang saya pelajari bahwa salah satu karakteristik anak usia dini adalah mempunyai daya ingat yang pendek dan masih berkembang. Aturan tidak bisa disampaikan hanya sekali tetapi harus berkali-kali dan berulang-ulang di dalam rutinitas yang konsisten. Agar anak paham dan mengikuti aturan. Dari pengalaman saya mengajar, metode pengulangan merupakan bagian inti dari metode pembiasaan. Metode ini efektif untuk melatih anak disiplin ataupun taat aturan. Ada beberapa cara penerapan metode pengulangan di lingkungan PAUD antara lain :
    Pengulangan melalui lagu ( saat antri atau beres-beres mainan) karena anak sangat mudah mengingat sesuatu dengan irama, pengulangan dengan rutinitas atau pembiasaan (saat cuci tangan dan berdoa ), pengulangan verbal yang positif atau penggunaan kata yang positif dan penguatan positif (apreasiasi atau pujian) berulang agar anak menangkap sinyal bahwa mematuhi aturan mendatangkan hal yang menyenangkan. Terimakasih.

  3. Assalamualaikum wr.wb

    Nama INTAN MAYA DEWI
    NIM 855905258

    Dalam pengulangan (repetition) sangat penting untuk mengajarkan anak PAUD/TK menaati aturan. Dengan mengulang aturan secara sederhana dan konsisten, anak akan lebih mudah memahami dan terbiasa melakukannya. Contohnya, setiap hari anak dibiasakan antre sebelum masuk kelas, merapikan mainan setelah bermain, mencuci tangan sebelum makan, dan mengembalikan alat belajar ke tempatnya. Guru memberikan contoh dan mengingatkan dengan sabar agar kebiasaan baik tersebut terbentuk.

    Terimakasih

  4. Nama : Alini Yoshi Amelinda
    NIM : 877691625
    UPBJJ-UT : Purwokerto

    Izin menanggapi video tersebut
    Analisis :
    Dari video tersebut, saya memahami bahwa pengulangan merupakan salah satu cara yang bisa digunakan guru untuk membantu anak memahami dan mengingat aturan. Anak usia dini memang tidak selalu langsung mengerti hanya dengan satu kali penjelasan, sehingga guru perlu mengingatkan dan memberikan contoh secara berulang. Menurut saya, cara ini cukup penting dalam membentuk kebiasaan disiplin anak.
    Pengulangan juga sebaiknya tidak hanya berupa perintah, tetapi disertai contoh langsung dari guru. Misalnya, saat mengajarkan anak untuk antre, guru bisa menunjukkan cara berbaris dengan benar lalu mengajak anak mempraktikkannya bersama-sama. Dengan begitu, anak lebih mudah memahami aturan dan perlahan terbiasa melakukannya.

    Refleksi :
    Setelah melihat video ini, saya belajar bahwa membiasakan anak mengikuti aturan memang membutuhkan waktu dan kesabaran. Guru perlu mengingatkan anak berkali-kali tanpa mudah marah, karena setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda dalam memahami aturan.
    Dalam kegiatan di kelas, saya juga akan berusaha mengulang aturan sederhana, seperti berdoa sebelum belajar, mendengarkan saat guru berbicara, antre, dan merapikan mainan setelah digunakan. Saya akan memberikan contoh secara langsung dan mengajak anak melakukannya bersama-sama. Menurut saya, jika dilakukan dengan sabar dan konsisten, pengulangan dapat membantu anak memahami aturan dan menjadikannya sebagai kebiasaan sehari-hari.

  5. Selamat pagi Bapak/ Ibu tutor yang terhormat,
    Mohon ijin menanggapi video tersebut.

    Nama : Heni Hariyanti
    Banyak kita lihat ketika anak berbaris dengan cara bedesak – desakan.
    Guru harus membuat aturan agar baris terihat rapi. Guru harus menanamkan budaya antri dan rapi sejak dini. Penanaman tersebut harus dilakukan secara berulang – ulang dan konsisten, lama kelamaan pembiasaan tersebut akan terlaksana dengan baik. Selain peran guru di sekolah harus ada juga peran orang tua di rumah. Guru dan orang tua harus sabar mendidik anak dalam penanganan karakter ini, setiap anak mempunyai kemampuan yang berbeda dalam memahami setiap insruksi dari guru dan orang tua.
    Alhamdulillah video tersebut dapat menginspirasi saya dalam penanaman akhlak.
    Terimakasih

Leave a Reply