Sinopsis
Perlu dipahami oleh para guru bahwa penanaman disiplin tidak dapat dicapai oleh anak secara cepat. Penanaman disiplin membutuhkan kesabaran, keteladanan dan konsistensi serta mekanisme “reward”. Dengan cara pengulangan, disiplin yang hendak diterapkan guru diantara para siswa TK perlu dilakukan. Dengan teladan dan cara pengulangan, siswa TK dapat mengingat aturan-aturan yang harus diikuti.
Bagaimana pendapat Anda setelah menyaksikan program video ini? Apakah Anda mempunyai masalah yang sama namun sudah berhasil menemukan solusi dari permasalahan yang Anda hadapi terkait dengan bagaimana melatih siswa TK agar mereka secara perlahan memahami dan dapat mentaati aturan melalui cara pengulangan di kelas. Dapatkah Anda menuangkan buah pikiran dalam kolom yang disediakan di bawah ini? Dengan Anda membagi pengalaman sejenis dengan tayangan program video ini, secara tidak langsung Anda telah membantu rekan sejawat guru yang memiliki masalah serupa.
Sri Tatminingsih
- Guru telah dapat menarik perhatian anak untuk mendengarkan informasi dengan jelas;
- Guru terlihat sudah menyiapkan contoh-contoh tentang disiplin anak dengan melalui Cerita, permainan dan demontrasi;
- Anak dengan antusias telah melakukan dengan seksama;
- Dari kegiatan pengulangan anak tetap semangat melakukannya;
- Dalam pelaksanaan pembelajaran guru belum memberikan apersepsi sebelum pembelajaran dimulai;
- Siswa langsung diajak oleh guru untuk mendemonstrasikan kegiatan sesuai tema yang harus diajarkan pada anak;
- Perhatian guru belum terlihat merata untuk anak;
- Belum memberikan kesempatan anak untuk berani bertanya sebagai umpan balik.
- Cara guru membuka kegiatan agar anak antri tidak memberikan
pemahaman/konsep pada anak untuk antri, aturan-aturan yang akan anak dan
guru sepakati, mengisi pembelajaran, bahasa tubuh guru, bahasa guru
kurang mencerminkan sikap dan bahasa guru yang baik, sehingga anak-anak
kurang tenang dan relaks, - Strategi penanaman aturan dengan praktek langsung, bermain drama,
atau dengan memberikan symbol gambar yang bisa di pasang dan terlihat
oleh anak. - Pembelajaran ini sesuai dengan tingkat perkembangan anak usia dini
usia 3-6 tahun dengan tingkat pencapaian perkembangan anak yang
berbeda-beda - Ada dalam K13 lingkup Sosial emosional, rasa tanggung jawab untuk
diri sendiri dan orang lain : mentaati aturan kelas ( kegiatan) ,
mengatur diri sendiri, bertanggung jawab atas prilakunya untuk kebaikan
diri sendiri
Evanigustiningtyas
11 Replies to “Pengulangan “Repetition””
Leave a Reply Cancel reply
You must be logged in to post a comment.
izin menjawab
nama : Nafa Nurlianty
NIM : 857516168
Menurut saya, video tersebut memberikan pemahaman bahwa melatih disiplin pada anak TK membutuhkan proses yang bertahap, kesabaran, keteladanan, dan konsistensi. Anak usia dini belum dapat langsung memahami dan menaati aturan hanya dengan satu kali diberikan penjelasan, sehingga perlu dilakukan pembiasaan dan pengulangan secara terus-menerus.
Saya juga mengalami hal yang sama dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Salah satu contohnya adalah ketika anak selesai bermain, masih ada beberapa anak yang belum mau merapikan atau mengembalikan mainannya. Solusi yang saya lakukan adalah membuat aturan sederhana dan mengulanginya setiap hari, misalnya sebelum bermain guru mengingatkan bahwa setelah bermain semua mainan harus dikembalikan ke tempatnya.
Saya juga memberikan contoh secara langsung dan memberikan pujian ketika anak sudah mampu mengikuti aturan. Dengan cara tersebut, anak perlahan mulai memahami bahwa setiap kegiatan memiliki aturan yang harus dilakukan. Menurut saya, pembiasaan yang dilakukan secara konsisten dan dengan cara yang menyenangkan lebih efektif untuk menanamkan disiplin pada anak daripada memberikan hukuman.
Assalamualaikum, nama saya Indah Apriliani dengan NIM 877691808 izin menanggapi video diatas.
Dari materi yang saya pelajari bahwa salah satu karakteristik anak usia dini adalah mempunyai daya ingat yang pendek dan masih berkembang. Aturan tidak bisa disampaikan hanya sekali tetapi harus berkali-kali dan berulang-ulang di dalam rutinitas yang konsisten. Agar anak paham dan mengikuti aturan. Dari pengalaman saya mengajar, metode pengulangan merupakan bagian inti dari metode pembiasaan. Metode ini efektif untuk melatih anak disiplin ataupun taat aturan. Ada beberapa cara penerapan metode pengulangan di lingkungan PAUD antara lain :
Pengulangan melalui lagu ( saat antri atau beres-beres mainan) karena anak sangat mudah mengingat sesuatu dengan irama, pengulangan dengan rutinitas atau pembiasaan (saat cuci tangan dan berdoa ), pengulangan verbal yang positif atau penggunaan kata yang positif dan penguatan positif (apreasiasi atau pujian) berulang agar anak menangkap sinyal bahwa mematuhi aturan mendatangkan hal yang menyenangkan. Terimakasih.
Assalamualaikum wr.wb
Nama INTAN MAYA DEWI
NIM 855905258
Dalam pengulangan (repetition) sangat penting untuk mengajarkan anak PAUD/TK menaati aturan. Dengan mengulang aturan secara sederhana dan konsisten, anak akan lebih mudah memahami dan terbiasa melakukannya. Contohnya, setiap hari anak dibiasakan antre sebelum masuk kelas, merapikan mainan setelah bermain, mencuci tangan sebelum makan, dan mengembalikan alat belajar ke tempatnya. Guru memberikan contoh dan mengingatkan dengan sabar agar kebiasaan baik tersebut terbentuk.
Terimakasih
Nama : Alini Yoshi Amelinda
NIM : 877691625
UPBJJ-UT : Purwokerto
Izin menanggapi video tersebut
Analisis :
Dari video tersebut, saya memahami bahwa pengulangan merupakan salah satu cara yang bisa digunakan guru untuk membantu anak memahami dan mengingat aturan. Anak usia dini memang tidak selalu langsung mengerti hanya dengan satu kali penjelasan, sehingga guru perlu mengingatkan dan memberikan contoh secara berulang. Menurut saya, cara ini cukup penting dalam membentuk kebiasaan disiplin anak.
Pengulangan juga sebaiknya tidak hanya berupa perintah, tetapi disertai contoh langsung dari guru. Misalnya, saat mengajarkan anak untuk antre, guru bisa menunjukkan cara berbaris dengan benar lalu mengajak anak mempraktikkannya bersama-sama. Dengan begitu, anak lebih mudah memahami aturan dan perlahan terbiasa melakukannya.
Refleksi :
Setelah melihat video ini, saya belajar bahwa membiasakan anak mengikuti aturan memang membutuhkan waktu dan kesabaran. Guru perlu mengingatkan anak berkali-kali tanpa mudah marah, karena setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda dalam memahami aturan.
Dalam kegiatan di kelas, saya juga akan berusaha mengulang aturan sederhana, seperti berdoa sebelum belajar, mendengarkan saat guru berbicara, antre, dan merapikan mainan setelah digunakan. Saya akan memberikan contoh secara langsung dan mengajak anak melakukannya bersama-sama. Menurut saya, jika dilakukan dengan sabar dan konsisten, pengulangan dapat membantu anak memahami aturan dan menjadikannya sebagai kebiasaan sehari-hari.
Selamat pagi Bapak/ Ibu tutor yang terhormat,
Mohon ijin menanggapi video tersebut.
Nama : Heni Hariyanti
Banyak kita lihat ketika anak berbaris dengan cara bedesak – desakan.
Guru harus membuat aturan agar baris terihat rapi. Guru harus menanamkan budaya antri dan rapi sejak dini. Penanaman tersebut harus dilakukan secara berulang – ulang dan konsisten, lama kelamaan pembiasaan tersebut akan terlaksana dengan baik. Selain peran guru di sekolah harus ada juga peran orang tua di rumah. Guru dan orang tua harus sabar mendidik anak dalam penanganan karakter ini, setiap anak mempunyai kemampuan yang berbeda dalam memahami setiap insruksi dari guru dan orang tua.
Alhamdulillah video tersebut dapat menginspirasi saya dalam penanaman akhlak.
Terimakasih