Sinopsis
Sinopsis Tayangan dalam video ini memperlihatkan bagaimana seharusnya guru menyampaikan konsep pengurangan bilangan bulat secara bermakna yang dalam hal ini dilakukan guru menggunakan alat peraga balok garis bilangan. Alat peraga yang disajikan menggunakan model yang bernama cepot, penggunaan model dimaksudkan agar pembelajaran matematika menjadi menarik.
Vera Maya Santi, M,Si.
Video ini dimaksudkan untuk memberi pemahaman tentang konsep pengurangan pada bilangan bulat dengan menggunakan alat peraga cepot.
Guru dalam memberikan pemahaman tentang bilangan bulat pada garis bilangan sudah benar, yaitu bilangan positip dari posisi bilangan 0 (nol) ke arah kanan, sedangkan bilangan negatip dari posisi bilangan 0 (nol) ke arah kiri.
Guru dalam memberikan contoh pengurangan bilangan 5 – 9 = … dengan peraga cepot dan garis bilangan bulat sudah benar dan bagus, sehingga anak-anak cepat paham.
Selanjutnya guru menyuruh anak untuk menuliskan hasil peragaan guru tersebut pada bukunya.
Pada saat siswa disuruh meragakan pengurangan bilangan 3 – (-5) = …. dengan peraga cepot dapat melakukan dengan langkah yang cepat dan benar.
Melalui cara-cara yang diperagakan guru dalam vedio ini siswa akan lebih mudah memahami konsep pengurangan pada bilangan bulat, sehingga siswa dapat membuktikan konsep tersebut melalui garis bilangan dengan benar.
Drs. Suparman, M.Pd.
Cara membuka, mengisi, dan menutup pembelajaran sudah terlihat jelas.
Penggunaan strategi, pendekatan, metode, media/alat evaluasi pembelajaran sudah sesuai.
Sesuai dengan tingkat perkembangan siswa.
Sesuai dengan kurikulum yang berlaku.
Sugeng Wibowo, S.Pd.Mat.
3 Replies to “Sicepot Membantu Menanamkan Konsep Pengurangan Bilangan Bulat”
Leave a Reply Cancel reply
You must be logged in to post a comment.
Nama : Nina Triana
NIM : 860718099
Video ini menunjukkan pembelajaran matematika yang menarik dengan menggunakan alat peraga berupa garis bilangan dan model “Si Cepot” untuk membantu siswa memahami konsep pengurangan bilangan bulat. Penggunaan media ini sangat efektif karena membuat konsep yang abstrak menjadi lebih konkret dan mudah dipahami oleh siswa. Dengan peragaan langsung, siswa dapat melihat arah bilangan positif dan negatif serta memahami proses pengurangan secara nyata
Selain itu, siswa juga dilibatkan secara aktif untuk mempraktikkan penggunaan alat peraga, sehingga pembelajaran menjadi lebih interaktif dan menyenangkan. Hal ini membantu siswa lebih cepat memahami konsep dibandingkan hanya melalui penjelasan teori.
Kelebihan
-Menggunakan alat peraga konkret (garis bilangan dan Si Cepot)
-Membantu siswa memahami konsep abstrak secara visual
-Siswa aktif terlibat dalam praktik langsung
-Pembelajaran lebih menarik dan menyenangkan
-Materi sesuai dengan tingkat perkembangan siswa
Kekurangan
-Kegiatan pembuka (apersepsi, motivasi) kurang maksimal
-Tidak semua siswa terlibat secara merata
-Penutup dan refleksi pembelajaran kurang jelas
-Evaluasi pemahaman siswa belum terlihat secara menyeluruh
Saran
-Guru sebaiknya menambahkan apersepsi dan motivasi di awal pembelajaran
-Melibatkan seluruh siswa secara aktif, tidak hanya beberapa siswa
-Memberikan latihan dan evaluasi di akhir pembelajaran
-Menyimpulkan materi agar siswa lebih memahami konsep secara utuh
Kesimpulan
Secara keseluruhan, video ini sangat baik karena menggunakan media konkret yang inovatif sehingga memudahkan siswa memahami konsep pengurangan bilangan bulat. Pembelajaran akan lebih optimal jika dilengkapi dengan kegiatan pembuka, penutup, dan evaluasi yang lebih terstruktur.
Penggunaan alat peraga balok garis bilangan dengan model tokoh “Si Cepot” merupakan langkah yang cerdas. Karakter Cepot yang jenaka dan dekat dengan budaya lokal anak-anak (khususnya dalam budaya Sunda/Indonesia) berhasil mengubah atmosfer matematika yang kaku menjadi lebih cair dan bersahabat. Secara psikologis, anak-anak akan lebih cepat tertarik (ter-engage) ketika melihat figur boneka atau karakter komikal dibanding sekadar coretan garis di papan tulis.
Dalam video, kebermaknaan ini dibangun melalui analogi fisik:
Operasi hitung pengurangan diterjemahkan secara konsisten sebagai gerakan “melangkah mundur”.
Arah hadap wajah Cepot ditentukan oleh jenis bilangan pengurangnya (menghadap ke arah positif jika pengurangnya positif, dan berbalik menghadap negatif jika pengurangnya negatif).
Dengan aturan logis ini, siswa tidak sekadar menghafal rumus buta seperti “minus ketemu minus jadi plus”, melainkan memahami logikanya: mengapa 3 – (-5) hasilnya justru menjadi 8. Mereka melihat dengan mata kepala sendiri bahwa saat Cepot menghadap ke arah kiri (negatif) lalu melangkah mundur, posisi Cepot justru bergerak maju ke arah kanan (positif). Itulah esensi pembelajaran bermakna (meaningful learning).
Menurut saya, video pembelajaran tersebut memberikan contoh yang baik dalam mengajarkan konsep pengurangan bilangan bulat dengan menggunakan media konkret berupa balok garis bilangan. Penggunaan model “Cepot” juga membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan menyenangkan bagi siswa. Dengan adanya alat peraga itu, siswabisa melihat serta memahami secara langsung bagaimana proses pengurangan bilangan, dengan itu materi yang bersifat abstrak bagi siswa akan lebih mudah dipahami.
Pembelajaran ini sesuai dengan teori belajar Brunner yang menjelaskan bahwa pemahaman siswa berkembang melalui tiga tahapan, yaitu enaktif, ikonik, dan simbolik. Pada tahap enaktif, siswa belajar melalui pengalaman langsung dengan benda atau tindakan nyata. Penggunaan balok garis bilangan dalam video dapat membantu siswa memahami konsep pengurangan melalui kegiatan yang konkret sebelum mereka diarahkan pada gambar dan simbol matematika.
Menurut saya, penggunaan benda konkret sangat penting dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar karena siswa masih membutuhkan pengalaman langsung untuk memahami konsep yang abstrak. Setelah siswa memahami konsep melalui alat peraga, guru dapat mengarahkan siswa pada bentuk gambar dan kemudian simbol atau rumus matematika. Dengan cara tersebut, siswa tidak hanya menghafal cara menghitung, tetapi juga memahami makna dari operasi pengurangan bilangan bulat.