55 Comments

Sinopsis

Program ini menggambarkan seorang guru yang kesulitan untuk memulai pelajaran karena siswa dalam kelasnya memiliki tingkat pengetahuan yang tidak merata. Upaya yang dilakukan guru dalam program ini adalah meminta siswa untuk mempelajari materi dikrumah sebelum materi tersebut diajarkan keeseokan harinya. Selain itu guru juga memberikan tugas-tugas secara individual agar siswa dapat lebih memahami yang disampaikan. Apabila siswa masih belum dapat menguasai materi juga maka dapat diberikan remedial dengan menggunakan tutor sebaya.

Hartinawati

Video ini bertujuan untuk membantu guru mengatasi masalah, khususnya masalah pengetahuan dasar siswa yang tidak merata.

Pembukaan kurang menarik. Akan lebih menarik bila dikaitkaitkan dengan kehidupan siswa apalagi ini pelajaran IPA yang erat kaitannya dengan kehidupan siswa. Guru menutup pelajaran dengan menarik yaitu sedikit memuji dan memotivasi siswa untuk belajar

Pendekatan dan strategi yang digunakan guru dalam mengatasi masalah sudah OK (mengaktifkan tutor sebaya, memberi PR, dan tugas individual)

Video ini bagus sebagai video pembelajaran. Kekuatan guru: selalu melakukan refleksi kemudian mencari solusi untuk mengatasi masalah.

Saran:
Sebaiknya guru tidak lupa melakukan apersepsi pada saat membuka pelajaran.
Pergantian jam pelajaran (tiba-tiba istirahat) sebaiknya dibuat lebih mulus dan masuk akal.

Deetje Sunarsih

55 Replies to “Tidak Meratanya Pengetahuan Dasar Siswa dalam Kelas

  1. Seseorang dengan kecerdasan linguistik yang baik dapat dengan mudah memahami dan menggunakan bahasa dengan baik. Pekerjaan yang cocok untuk orang dengan kecerdasan linguistik meliputi penulis, jurnalis, dan guru bahasa. Seseorang dengan kecerdasan logis yang baik dapat dengan mudah memecahkan masalah matematika dan ilmiah. Kecerdasan Spasial (Visual): Kecerdasan ini mengacu pada kemampuan seseorang untuk memahami dan membuat gambar atau visualisasi. Profesi yang cocok untuk orang dengan kecerdasan spasial meliputi arsitek, desainer grafis, dan seniman. Kecerdasan Kinestetik (Physical): Kecerdasan ini mengacu pada kemampuan seseorang untuk menggunakan tubuhnya dengan baik dan mengkoordinasikan gerakan tubuh dengan baik. Pekerjaan yang cocok untuk orang dengan kecerdasan kinestetik meliputi atlet, tukang kayu, dan mekanik. Kecerdasan Musikal: Kecerdasan ini mengacu pada kemampuan seseorang untuk mendengar, memahami dan membuat musik. Karier yang cocok untuk orang yang cerdas secara musik meliputi penyanyi, komposer, dan musisi. Kecerdasan Interpersonal: Kecerdasan ini mengacu pada kemampuan seseorang untuk berkomunikasi dengan orang lain dan memahami perasaan mereka. Seseorang dengan kecerdasan interpersonal yang baik dapat dengan mudah berkomunikasi dan bekerja sama dengan orang lain. Contoh pekerjaan yang cocok untuk orang dengan kecerdasan interpersonal adalah psikolog, manajer, dan politisi. Kecerdasan Intrapersonal: Kecerdasan ini mengacu pada kemampuan seseorang untuk memahami dirinya sendiri dan mengelola emosinya dengan baik. Seseorang dengan kecerdasan intrapersonal yang baik dapat dengan mudah mengenali perasaannya sendiri dan mentolerir stres atau tekanan dengan baik. Pekerjaan yang cocok untuk orang dengan kecerdasan intrapersonal termasuk psikolog, penulis, dan konselor. Program ini menggambarkan seorang guru yang berjuang untuk memulai kelas karena tingkat pengetahuan siswa di kelasnya tidak merata. Tujuan guru dalam program ini adalah meminta siswa untuk mereview materi di rumah sebelum materi diajarkan keesokan harinya. Strategi guru adalah meminta siswa untuk membiasakan diri dengan materi sebelum mengajar di kelas, tugas secara individu, dan menawarkan bantuan dengan bantuan teman sebaya. Program ini memiliki manfaat yang signifikan bagi siswa, yaitu membantu siswa lebih memahami materi dan meningkatkan prestasi akademik mereka. Dengan meminta siswa mempelajari materi di rumah sebelum mengajarkannya di kelas, siswa dapat lebih mempersiapkan diri dan mempersiapkan diri untuk memahami materi yang disampaikan guru.
    Referensi:

    Slavin, R. E. (1995). Cooperative learning: Theory, research, and practice (2nd ed.). Allyn & Bacon. )

  2. Program ini menggambarkan seorang guru yang berjuang untuk memulai kelas karena tingkat pengetahuan siswa di kelasnya tidak merata. Tujuan guru dalam program ini adalah meminta siswa untuk mereview materi di rumah sebelum materi diajarkan keesokan harinya. Strategi guru adalah meminta siswa untuk membiasakan diri dengan materi sebelum mengajar di kelas, tugas secara individu, dan menawarkan bantuan dengan bantuan teman sebaya. Program ini memiliki manfaat yang signifikan bagi siswa, yaitu membantu siswa lebih memahami materi dan meningkatkan prestasi akademik mereka. Dengan meminta siswa mempelajari materi di rumah sebelum mengajarkannya di kelas, siswa dapat lebih mempersiapkan diri dan mempersiapkan diri untuk memahami materi yang disampaikan guru.

  3. Nama : Y.CAROLUS F. FOFIED NIM : 501453195 Prodi : Magister Pendidikan Dasar Asal UPBJJ-UT : Jayapura
    Setelah menonton video tersebut saya menemukan bahwa cuplikan video ini menggambarkan seorang guru yang berjuang untuk memulai kelas karena tingkat pengetahuan siswa di kelasnya tidak merata. Tujuan guru dalam video ini adalah meminta siswa untuk mereview materi di rumah sebelum materi diajarkan keesokan harinya. selain itu perlu adanya Strategi guru dalam meminta siswa untuk membiasakan diri dengan materi sebelum mengajar di kelas, tugas secara individu, dan menawarkan bantuan dengan bantuan teman sebaya. Program ini memiliki manfaat yang signifikan bagi siswa, yaitu membantu siswa lebih memahami materi dan meningkatkan prestasi akademik mereka. Dengan meminta siswa mempelajari materi di rumah sebelum mengajarkannya di kelas, siswa dapat lebih mempersiapkan diriuntuk memahami materi yang disampaikan guru.

  4. Nama : Titik Kurniawati
    NIM : 501343181
    Prodi : Magister Pendidikan Dasar
    UPBJJ : Malang

    Menanggapi video “Tidak Meratanya Pengetahuan Dasar Siswa dalam Kelas”,
    Kesiapan belajar setiap siswa itu berbeda-beda antara siswa satu dengan yang lainnya. Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi. Dari video di atas, faktor yang mempengaruhi adalah faktor eksternal yaitu belum mendapat materi pelajaran dari kelas sebelumnya. Solusi yang diberikan oleh guru dalam video di atas adalah dengan memberikan tugas individual di luar jam pelajaran (PR) dan dengan melakukan remedial tutor sebaya. Hal ini dianggap ampuh dalam mengatasi permasalahan tidak meratanya pengetahuan dasar siswa dalam kelas tersebut.
    Solusi alternatif lainnya yaitu dengan melakukan asesment diagnotik terlebih dahulu kepada siswa sehingga kita dapat memetakan siswa berdasarkan kesiapan dan kebutuhan belajarnya. Kemudian kita dapat memberikan pembelajaran berdeferensiasi yaitu pembelajaran yang berpusat pada siswa sesuai dengan kebutuhan belajarnya.

  5. Nama : ROSI GUSRI RAHMAWATI
    Nim : 501132876
    Prodi : Magister Pendidikan Dasar (MPDr)
    UPBJJ : Padang

    Dari vidio diatas terdapat permasalahan dalam pembelajaran yaitu tidak meratanya pengetahuan dasar siswa di dalam kelas, hal ini dapat terjadi karena berbagai faktor diantaranya tingkat kecerdasan siswa yang tidak sama, serta adanya sebagian siswa yang memiliki masalah keluarga sehingga mereka tidak fokus dalam pembelajaran, guru yang selalu memakai metode ceramah sehingga kecerdasan siswa tidak berkembang karena mereka tidak diberi kesempatan untuk mengembangkan kecerdasan yang mereka miliki. serta , solusi yang diberikan guru dengan mengadakan tutor teman sebaya tersebut bagus karena mereka dapat saling berinteraksi dan hubungan sosial diantara mereka dapat terjalin dengan baik serta siswa dapat dengan leluasa bertanya materi yang belum mereka ketahui dibanding bertanya pada guru. untuk mengatasi ketidakmerataan kecerdasan siswa dalam kelas guru dapat memberikan metode atau pendekatan yang bervariasi atau membawa siswa kepada benda konkret yang bisa diamati langsung. seperti contohnya tadi ketika guru menjelaskan mengenai tumbuhan, maka siswa dapat dibawa langsung keluar kelas melihat tumbuhan yang ada dilingkungan sekolah.dan dengan mengamati langsung maka daya ingat siswa akan bertahan lama terhadap materi yang diberikan.

Leave a Reply