45 Comments

Sinopsis

Program ini menggambarkan seorang guru Taman Kanak-kanak yang sedang menangani anak yang tidak percaya diri atas hasil belajarnya. Tampak bahwa guru itu berupaya mendekati anak. Guru memberikan penguatan dengan cara memotivasi anak, menanyakan kepada anak jika masih ragu atau tak mengerti atas tugasnya, memberikan motivasi pada kreativitas anak dengan cara meminta anak untuk melakukan pilihan aktivitas lain yang dapat dilakukan, memberikan saran untuk menggambar sesuatu yang disukai anak yang masih berhubungan dengan tema awal dan mengeksplorasi hal lain yang bisa dibuat terkait dengan tema menggambar yang sedang ditugaskan kepada anak.

Dwi Astuti

Dalam tayangan tersebut, kegiatan belajar mengajar dalam sebuah kelas sudah terlihat jelas. Strategi, pendekatan dan metode pembelajaran sudah bagus, guru aktif memberi motivasi dan stimulasi untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak dalam melakukan sesuatu. Media yang dipergunakan sebaiknya lebih diperkaya. Dan di akhir pembelajaran, evaluasi perlu ditambahkan untuk lebih menumbuhkan rasa percaya diri anak anak, dengan memberikan kesempatan anak bercerita tentang hasil karya yang dibuatnya sendiri.

Harimurti

45 Replies to “Anak Tidak Percaya Diri

  1. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Selamat malam
    Mohon ijin untuk menanggapi video tersebut
    Video ini memberikan panduan mengenai cara menangani anak usia dini yang merasa ragu atau kurang percaya diri dengan kemampuannya sendiri. Rasa percaya diri merupakan fondasi penting bagi kreativitas anak. Anak yang tidak percaya diri cenderung takut salah sehingga mereka tidak berani mencoba hal baru atau mengekspresikan ide mereka. Dalam video tersebut menyarankan beberapa teknik praktis bagi pendidik yaitu pendekatan personal, guru sebaiknya menanyakan langsung kepada anak jika mereka terlihat ragu dengan tugasnya. Cara selanjutnya yaitu fokus pada minat anak, salah satu cara membangkitka rasa percaya diri adalah dengan membiarkan anak menggambar apa yang paling mereka sukai. Cara lainnya memberikan penguatan dan motivasi kepada anak. Guru perlu memberikan motivasi bahwa anak pasti bisa dan memberikan bantuan kecil untuk memicu keberanian anak melanjutkan karyanya. Poin penting dalam video ini adalah bagaimana menyikapi hasil karya yang mungkin hanya berupa coretan. Guru diingatkan kemampuan motorik halus anak yang baru masuk sekolah mungkin belum berkembang sempurna. Sebagai gantinya guru dapat meminta anak untuk menceritakan coretan tersebut dan membantu menuliskan dibuku gambarnya. Ini merupakan bentuk penghargaan terhadap proses berpikir dan imajinasi anak. Divideo ini juga menyarankan untuk membawa anak keluar kelas untuk menggambar bebas. Perubahan lingkungan dapat membantu mengurangi tekanan yang dirasakan anak di dalam kelas dan merangsang kreativitas mereka.
    Tanggapan saya terhadap video ini bahwa peran guru bukan hanya sebagai pengajar teknik tetapi lebih sebagai pembangun mental. Dengan memberikan validasi pada setiap usaha kecil anak dan tidak menuntuk kesempurnaan, guru membantu anak membangun kepercayaan diri yang akan berguna disepanjang hidup mereka.

  2. Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Nama: Fatmawati
    NIM: 858184559
    UT Daerah: Palangka Raya

    Saya sudah tonton video ini. Strategi gurunya sederhana: dekati anak yang ragu, beri pilihan kegiatan lain yang masih satu tema. Tidak memaksa, tapi anak tetap terlibat. Untuk praktik saya nanti, ini bisa jadi pegangan saat ada anak yang tidak percaya diri menggambar tanamannya. Saya cuma bertanya-tanya, apakah cara ini tetap efektif kalau dilakukan berulang pada anak yang sama? Khawatirnya anak jadi terbiasa menghindar karena tahu akan selalu diberi alternatif. Terima kasih.

  3. Assalamu’alaikum wr wb

    Nama : FITRI NUR SULISTYORINI
    NIM : 857874141
    UT : SURAKARTA

    Izin untuk menanggapi video di atas tentang ‘Anak tidak percaya diri atas hasil belajar yang dikerjakan’
    Saya sudah menonton serta mencermati isi dari video tersebut,kesimpulan yang bisa saya ambil adalah
    Ada beberapa strategi guru dalam menghadapi ‘Anak tidak percaya diri atas hasil belajar yang dikerjakan’ antara lain :
    a.Guru bisa menanyakan pada anak jika masih ragu atas tugas yang diberikan
    b.Guru memberi saran atas sesuatu yang di sukai meskipun tidak sesuai tema saat itu
    c.Guru memotivasi kreativitas anak dengan gambar yang di sukai
    d.Guru mengeksplorasi potensi anak
    e.Guru melakukan pendekatan pada anak untuk memotivasi anak
    Biasanya pada awal baru masuk sekolah anak belum dapat menggambar dengan baik karena perkembangan motorik halusnya belum sempurna,gambar anak masih berupa coretan,guru bisa memotivasi anak dengan mengajak anak menggambar di luar kelas untuk menghindari kebosanan pada anak.

    Terimakasih,Wassalamu’alaikum wr wb.

  4. Nama : Khaleda Andriani
    NIM :859949346
    Mengenai analisis dalam video ini saya mengaitkannya dengan apa yang terjadi/biasanya saya jumpai. Di video Seri Pengembangan Bahasa PAUD (Anak Tidak Percaya Diri) cukup sering saya alami. Contoh, anak dalam kelas saya sebenarnya “bisa” hanya saja selalu tidak percaya akan kemampuannya terutama dalam hal menggambar. Ia sering kali ragu, dan ketika itu saya akan mendekatinya bertanya “mengapa?” kemudian saya akan membimbingnya perlahan sembari memotivasi. Semua kiat dalam video ini sudah saya lakukan dan, Alhamdulillah anaknya sekarang sudah jauh lebih baik. Sangat-sangat percaya diri bahkan berani tampil ke depan untuk menceritakan sesuatu. Untuk tahun ajaran baru nanti saya tidak tahu akankah ada hal yang serupa? Tetapi, saya yakin di tiap ajaran baru pasti selau ada—semoga kiat-kiat ini bisa juga diterapkan pada anak lainnya nanti.

Tuliskan komentar anda disini