Sinopsis
Program ini menggambarkan seorang guru Taman Kanak-kanak yang sedang menangani anak yang tidak percaya diri atas hasil belajarnya. Tampak bahwa guru itu berupaya mendekati anak. Guru memberikan penguatan dengan cara memotivasi anak, menanyakan kepada anak jika masih ragu atau tak mengerti atas tugasnya, memberikan motivasi pada kreativitas anak dengan cara meminta anak untuk melakukan pilihan aktivitas lain yang dapat dilakukan, memberikan saran untuk menggambar sesuatu yang disukai anak yang masih berhubungan dengan tema awal dan mengeksplorasi hal lain yang bisa dibuat terkait dengan tema menggambar yang sedang ditugaskan kepada anak.
Dwi Astuti
-
-
Dalam tayangan tersebut, kegiatan belajar mengajar dalam sebuah kelas sudah terlihat jelas. Strategi, pendekatan dan metode pembelajaran sudah bagus, guru aktif memberi motivasi dan stimulasi untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak dalam melakukan sesuatu. Media yang dipergunakan sebaiknya lebih diperkaya. Dan di akhir pembelajaran, evaluasi perlu ditambahkan untuk lebih menumbuhkan rasa percaya diri anak anak, dengan memberikan kesempatan anak bercerita tentang hasil karya yang dibuatnya sendiri.
Harimurti
15 Replies to “Anak Tidak Percaya Diri”
Leave a Reply Cancel reply
You must be logged in to post a comment.
Nama : Ni Kadek Kariani
Nim : 859045429
Mengamati video anak tidak percaya diri.
Menurut saya video tersebut menunjukkan bahwa peran guru sangat penting dalam membangun kepercayaan diri anak. Anak yang tidak percaya diri dalam belajar membutuhkan pendekatan yang sabar dan penuh perhatian. Guru dalam video tersebut sudah melakukan hal yang baik dengan mendekati anak, memberikan motivasi, serta memberikan kesempatan kepada anak untuk memilih aktivitas yang disukainya.
Saya menyadari bahwa setiap anak memiliki kemampuan dan perkembangan yang berbeda, sehingga tidak bisa dipaksa harus sama dengan yang lain.
Memberikan kebebasan yang terarah, seperti mengajak anak menggambar sesuai minatnya, dapat membantu anak lebih percaya diri dan berani mencoba.
Dalam video tersebut, saya belajar bahwa sebagai pendidik atau orang tua, kita harus lebih peka terhadap perasaan anak, memberikan dukungan positif, dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan agar anak dapat berkembang secara optimal.
Nama : Rika Handayani
NIM : 877861419
Menanggapi tentang video anak kurang percaya diri diatas, di dalam video tersebut untuk mengatasi anak kurang percaya diri guru mencoba mendekatinya memberikan penguatan, motivasi, sering mengajak diaa mengobrol Dann ajak anak tersebut belajar dengan bermain, dan jangan lupa berikan dia apresiasi sederhana yang membuat anak tersebut menjadi senang dan termotivasi
Nama : Mira Tania
NIM : 8778424246
Peran guru dalam mengatasi anak yang tidak percaya diri sangatlah penting, karena anak yang tidak percaya diri cenderung tidak aktif serta sulit untuk mengembangkan potensi yang ada pada dirinya
Sebagai pendidik kita dapat menganalisis apa saja kendala yang di hadapi anak dengan melakukan pendekatan, memberikan apresiasi atas hasil karyanya serta memberikan ruang nyaman untuk anak dapat mengembangkan diri.
Sediakan media belajar yang menyenangkan sehingga anak terus termotivasi untuk tetap semangat mengikuti pembelajaran.
Video yg telah saya simak memberikan wawasan lebih luas bagaimana kita sebagai pendidik mengatasi percaya diri yang dihadapi anak didik kita.
Nama : Noreen
Nim : 858618328
Menurut saya, video Anak Tidak Percaya Diri menunjukkan permasalahan sosial-emosional anak usia dini yang cukup umum, yaitu kurangnya rasa percaya diri dalam belajar. Guru dalam video tersebut telah melakukan pendekatan yang tepat kepada anak melalui pemberian motivasi, perhatian, dan penguatan positif.
Selain itu, pemberian kesempatan kepada anak untuk memilih aktivitas yang disukai juga efektif dalam menumbuhkan rasa percaya diri dan kreativitas. Anak juga sebaiknya diberi kesempatan untuk menceritakan hasil karyanya agar kemampuan komunikasi dan kepercayaan dirinya semakin berkembang.
Pada video ini diperlihatkan anak yang kurang percaya diri saat menggambar. Hal ini biasa terjadi pada anak yang pertama kali mengikuti pembelajaran. Di samping anak belum bisa menggambar anak juga masih bingung harus mulai dari mana dan apa yang harus dibuat, ditambah dengan lingkungan baru yang terasa belum nyaman.
Video ini dapat dijadikan pengingat bahwa fondasi pendidikan anak usia dini adalah rasa aman. Rasa aman itu tumbuh ketika anak diberi kebebasan untuk berkreasi sesuai kesukaannya dan didukung dengan motivasi yang tepat dari guru.
Dalam video ini, guru berhasil menjalankan hal tersebut. Guru tidak menuntut hasil, tapi menemani proses. Dampak pendekatan seperti ini besar sekali untuk mental anak ke depannya.
Untuk memperkuat rasa percaya diri anak, guru dapat memberikan apresiasi dan pujian yang spesifik atas hasil karyanya. Pujian yang spesifik membuat anak merasa usahanya benar-benar dilihat dan dihargai.