Sinopsis
Program ini menggambarkan seorang guru Taman Kanak-kanak yang sedang menangani anak yang tidak percaya diri atas hasil belajarnya. Tampak bahwa guru itu berupaya mendekati anak. Guru memberikan penguatan dengan cara memotivasi anak, menanyakan kepada anak jika masih ragu atau tak mengerti atas tugasnya, memberikan motivasi pada kreativitas anak dengan cara meminta anak untuk melakukan pilihan aktivitas lain yang dapat dilakukan, memberikan saran untuk menggambar sesuatu yang disukai anak yang masih berhubungan dengan tema awal dan mengeksplorasi hal lain yang bisa dibuat terkait dengan tema menggambar yang sedang ditugaskan kepada anak.
Dwi Astuti
-
-
Dalam tayangan tersebut, kegiatan belajar mengajar dalam sebuah kelas sudah terlihat jelas. Strategi, pendekatan dan metode pembelajaran sudah bagus, guru aktif memberi motivasi dan stimulasi untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak dalam melakukan sesuatu. Media yang dipergunakan sebaiknya lebih diperkaya. Dan di akhir pembelajaran, evaluasi perlu ditambahkan untuk lebih menumbuhkan rasa percaya diri anak anak, dengan memberikan kesempatan anak bercerita tentang hasil karya yang dibuatnya sendiri.
Harimurti
88 Replies to “Anak Tidak Percaya Diri”
Komentar Cancel reply
Anda harus login untuk memberikan komentar.
Nama : Winda Mesra Daeli
Nim : 860131902
Semester : 4
Prodi : PG Paud
Video 2 : Anak Tidak Percaya Diri
Menurut saya melalui video diatas anak kurang percaya diri dengan hasil gambar yang dibuat ataupun yang sudah diwarnai karena takut diejek sama teman atau gurunya tidak mememberikan nilai yang bagus dengan demikian sebagai guru memberikan kebebasan kepada anak dalam menggambar sesuai dengan kemampuan atau apa gambar yang anak suka untuk buat gambar supaya dengan hasil gambar tersebut karena sesuai dengan keinginan anak anak tersebut menjadi percaya dan tidak takut untuk memberitahukan hasil gambarnya kepada teman dan gurunya
Demikian Terimakasih 🙏🏻
nama : zaimatus zakiya
nim : 878196841
– Terlihat bahwa guru telah menggunakan strategi yang tepat dengan cara mendekati anak secara personal. Pendekatan ini menunjukkan adanya kepekaan terhadap kebutuhan emosional anak. Ketika guru menanyakan apakah anak masih ragu atau belum memahami tugas, hal ini mencerminkan komunikasi dua arah yang baik dan memberikan kesempatan bagi anak untuk mengekspresikan perasaannya.
– Pemberian motivasi dan penguatan positif yang dilakukan guru merupakan langkah yang sangat efektif. Dengan memberikan dorongan dan keyakinan bahwa anak mampu, guru membantu membangun rasa percaya diri anak secara bertahap. Ini penting karena pada usia dini, konsep diri anak masih berkembang dan sangat dipengaruhi oleh respon dari lingkungan sekitarnya, terutama guru.
– Strategi guru yang memberikan kebebasan memilih aktivitas lain yang masih relevan dengan tema juga merupakan bentuk pembelajaran yang sesuai dengan prinsip perkembangan anak (DAP). Anak diberi ruang untuk mengekspresikan kreativitasnya tanpa merasa tertekan harus mengikuti satu bentuk tugas yang sama. Misalnya, ketika anak diminta menggambar sesuatu yang disukai namun tetap berkaitan dengan tema, hal ini dapat meningkatkan rasa nyaman dan keterlibatan anak dalam kegiatan belajar.
namun demikian bahwa guru perlu terus memastikan bahwa dukungan yang diberikan tidak hanya bersifat sesaat. Pembiasaan memberikan apresiasi terhadap proses, bukan hanya hasil, perlu dilakukan secara konsisten agar anak tidak takut mencoba dan tidak terlalu khawatir dengan kesalahan. Selain itu, guru juga dapat menambahkan strategi lain seperti menunjukkan contoh karya yang beragam (bukan untuk dibandingkan, tetapi untuk menginspirasi) atau mengajak anak berbagi cerita tentang hasil karyanya.