Sinopsis
Pada program ini diperlihatkan upaya guru untuk mengatasi anak yang ribut di kelas, upaya tersebut diantaranya adalah dengan mencoba mengenali penyebab anak ribut di kelas. Setelah mengetahui penyebabnya maka solusi yang dilakukan oleh guru tersebut adalah menenangkan anak yang ribut dengan berbagai tepuk. Ketika anak teridentifikasi bosan dalam pembelajaran di kelas, guru dapat memindahkan pembelajaran di luar kelas (outdoor) agar kebosanan anak dapat teratasi dengan baik.
Megawati Simanjuntak, SP., M.Si.
Pada program ini diperlihatkan upaya guru untuk mengatasi anak yang ribut di kelas, upaya tersebut diantaranya adalah dengan mencoba mengenali penyebab anak ribut di kelas. Setelah mengetahui penyebabnya maka solusi yang dilakukan oleh guru tersebut adalah menenangkan anak yang ribut dengan berbagai tepuk. Ketika anak teridentifikasi bosan dalam pembelajaran di kelas, guru dapat memindahkan pembelajaran di luar kelas (outdoor) agar kebosanan anak dapat teratasi dengan baik.
Dr. Siti Aisyah, M.Pd.
Dalam tayangan video sudah terlihat dengan jelas saat guru membuka pembelajaran dan mengisi pembelajaran sedangkan untuk penutup pembelajaran belum terlihat jelas. Penggunaan strategi, pendekatan, metode, dan media sudah terlihat. Sedang untuk evaluasi belum terlihat. Guru mengajak anak untuk dapat duduk tenang dan tidak membuat keributan yang dapat mengganggu konsentrasi teman (taat pada peraturan) merupakan salah satu yang ada di kompetensi dasar pada kurikulum.
Tri Ekowati
19 Replies to “Anak Ribut Di Kelas Saat PBM”
Komentar Cancel reply
Anda harus login untuk memberikan komentar.
Izin menanggapi
Dalam video ini ibu guru memberikan pijakan dengan berbicara baik, lembut, dan sopan kepada anak ketika anak tidak mau antri berbaris. selain itu ibu guru juga memberi kesepakatan untuk hari esok agar anak mau antri dengan tertib.
Nama: Meylastari
NIM : 877805972
Izin merefleksi video
Nama : Aullia Rizky Isnawati Subandi
NIM : 858009208
Video ini menunjukkan guru menertibkan anak PAUD untuk baris berbaris tanpa bentakan. Pendekatan yang digunakan adalah kasih sayang. Ketika ada anak yang tidak mau mengantre, guru turun setara tinggi anak, menggunakan kalimat positif dan memvalidasi emosi anak yang tidak sabar.
Saya belajar bahwa perilaku berebut saat baris berbaris muncul karena anak usia PAUD belum memahami konsep antre dan kontrol impulsnya belum matang. Disiplin yang efektif bukan dengan melarang “jangan dorong”, tetapi kita sebagai guru mencontohkan perilaku yang diharapkan dan memberi penguatan langsung saat anak berhasil. Penguatan yang diberikan supaya anak memahami bahwa baris adalah bentuk menjaga teman, bukan karena takut dimarahi guru. Bagi seorang guru harus lebih sabar dan sayang karena guru meruoakan cerminan bagi anak didik di sekolah.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Perkenalkan nama saya Laras Kristia
Izin merefleksi video di atas
Kejadian anak ribut di kelas memang sering terjadi di dalam lembaga PAUD, maka dari itu kita sebagai guru PAUD harus melakukan pendekatan kepada anak dengan bahasa yang lembut dan kasih sayang agar anak tidak merasa takut ketika disekolah