4 Comments

Sinopsis

Suasana kelas TK yang jumlahnya (20-25), terdiri dari 3 kegiatan. Kegiatan pertama, anak-anak sedang mewarnai gambar sesuai tema, kedua, anak-anak sedang menggunting dan menempel,dan  ketiga sekelompok anak mengerjakan kegiatan menghubungkan gambar dengan lambing bilangan dan gambar bendanya diwarnai.

Kegiatan yang dilakukan tersebut  sudah sesuai dengan tema yang  ditentukan yaitu menanamkan kejujuran pada Anak Usia Dini. Guru dapat memberikan berbagai kegiatan yang mudah dilakukan dan mudah dipahami anak.

Pada saat guru  akan menanamkan kejujuran  pada anak usia dini, Guru tepat jika pada saat mulai mengajar mengatakan kepada   anak  untuk berberkata jujur apabila anak sudah dapat menyelesaikan tugasnya, dan sebaliknya anak terus terang jika tidak dapat menyelesaikan tugas yang diberikan dengan pengguaan stiker.

Demikian pada saat guru memberi tugas yang harus diselesaikan pada saat anak menggunting pola gambar kupu-kupu (ada sayap, dan badannya) ditempel di kertas HVS dan dihiasi dengan krayon mewarnai gambar kupu-kupu menggunakan krayon, dan menghitung gambar binatang bersayap dan menuliskan angkanya (dalam LKA) dan mewarnai dengan pensil warna.

Selanjutnya pada saat guru menugaskan kepada semua siswa untuk mencoret pola gambar kupu-kupu bunga merah dan kupu-kupu bunga kuning, mewarnai bunga matahari dengan krayon, dan membentuk bunga dan kupu-kupu menggunakan tepung terigu.

Dari tugas –tugas yang diberikan guru tersebut, bagi siswa yang sudah dapat menyelesaikan tugas anak dapat mengambil penjepit  dan menempelkan di bajunya.

Dengan berbagai tugas yang diberikan guru sesuai kemampuan dan perkembangannya adalah merupakan cara yang tepat untuk menanamkan kejujuran pada anak usia dini.

Megawati Simanjuntak, SP., M.Si.

Secara keseluruhan dalam tayangan video pembelajaran, guru memberikan kagiatan kepada anak didik melalui kegiatan berupa mewarnai gambar dari kegiatan tersebut guru memberikan pengarahan kepada anak didik agar dapat mengerjakan dengan baik dan guru pun memotifasi anak didiknya agar dapat menyelesaikan tugasnya. Setelah tugas anak selesai guru meminta meletakkan tugasnya diatas meja dan memberi tanda pada baju berupa penjepit apa bila anak didik sudah menyelesaikan tugasnya metode ini dilakukan sesuai dengan tingkat perkembangan anak didik dan kegiatan ini sesuai dengan kurikulum yang berlaku.

4 Replies to “Melalui Penjepit Jemuran

  1. Penggunaan penjepit jemuran untuk pembelajaran PAUD adalah ide brilian yang efektif meningkatkan motorik halus, fokus, dan koordinasi mata-tangan anak. Kegiatan ini menyenangkan, murah, dan terbukti membantu menanamkan nilai-nilai karakter seperti kejujuran dan kesabaran melalui pendekatan bermain yang aktif dan bermakna. Berikut adalah beberapa contoh komentar positif yang bisa digunakan:
    Fokus Motorik Halus: “Aktivitas ini luar biasa untuk memperkuat otot-otot jari tangan anak (motorik halus) yang krusial untuk persiapan menulis, sekaligus melatih koordinasi mata dan tangan dengan cara yang menyenangkan.”
    Fokus Pembelajaran Karakter/Kejujuran: “Pendekatan melalui penjepit jemuran ini sangat kreatif! Selain motorik, anak juga belajar nilai kejujuran dan kedisiplinan secara tersirat melalui permainan yang interaktif.”
    Fokus Kreativitas & Media: “Media penjepit jemuran sangat simple tapi efektif. Ini contoh nyata media loose parts yang murah meriah, serbaguna, dan membuat anak-anak PAUD sangat antusias.”
    Video pembelajaran ini sangat bagus karena menggabungkan bermain, belajar motorik, dan penanaman nilai moral secara seimbang. Anak-anak jadi tidak bosan belajar.

  2. Video ini sangat menarik karna :
    Menanamkan nilai kejujuran sejak dini pada anak. Guru tidak hanya fokus pada hasil tugas, tapi juga melatih anak untuk jujur mengakui sudah selesai atau belum. Di usia TK, anak memang sering ingin cepat dapat hadiah, jadi penekanan “harus jujur ya” ini penting sekali.

    Dalam video guru menggunakan cara konkret yang mudah dipahami anak. Jepit baju adalah benda nyata yang bisa dilihat & dipegang. Anak TK belum paham konsep nilai atau poin, tapi mereka paham “kalau selesai dapat jepit”. Ini membuat aturan di kelas jadi jelas dan tidak membingungkan.

    Guru membangun rasa tanggung jawab. Dengan diminta melapor sendiri saat selesai, anak belajar bahwa menyelesaikan tugas adalah tanggung jawabnya. Kepercayaan ini yang membuat anak belajar jujur. Sehingga anak-anak jadi antusias mengerjakan tugas karena ada tujuan yang jelas. Yang belum selesai juga tidak merasa malu, karena gurunya menekankan kejujuran, bukan menghukum yang lambat. Suasana kelas tetap menyenangkan.

  3. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan sudah cukup baik karena disesuaikan dengan tema, yaitu menanamkan nilai kejujuran pada anak usia dini. Guru mampu mengaitkan berbagai aktivitas seperti mewarnai, menggunting, menempel, dan berhitung dengan penanaman karakter, sehingga pembelajaran menjadi bermakna dan tidak membosankan bagi anak.

    Selain itu, penggunaan media seperti stiker dan penjepit sebagai bentuk apresiasi juga menarik dan dapat memotivasi anak untuk bersikap jujur. Instruksi yang diberikan guru pun sederhana dan sesuai dengan tahap perkembangan anak, sehingga mudah dipahami dan dilaksanakan.

    Namun, penanaman nilai kejujuran akan lebih optimal jika tidak hanya melalui penyelesaian tugas, tetapi juga melalui contoh langsung (teladan) dari guru serta interaksi sehari-hari di kelas, seperti saat bermain atau berkomunikasi dengan teman. Guru juga dapat menambahkan kegiatan bercerita atau bermain peran (role play) agar anak lebih memahami makna kejujuran secara konkret.

    Secara keseluruhan, kegiatan pembelajaran ini sudah tepat, namun masih dapat dikembangkan agar penanaman nilai kejujuran menjadi lebih mendalam dan menyeluruh.

  4. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Nama : Sabariah
    NIM : 858483521
    PRODI : PAUD

    Isi video ini sudah baik sebagai contoh praktik pembelajaran PAUD. Alurnya jelas, ada tujuan karakter, ad kegiatan motorik, kognitif, seni, ada strategi penilaian yang ramah anak.
    Kekuatannya ada di integrasi nilai kejujuran ke dalam aksi nyata. ini sangat sejalan dengan prinsip DAP atau Developmentally Appropriate Practice untuk anak usia dini. Metode yang ada dalam video ini bagus untuk awal, Namun untuk motivasi jangka panjang terhadap anak, guru perlu bertahap membantu anak beralih dari motivasi eksternal berupa penjepit ke motivasi internal bangga karena jujur.

Leave a Reply