Sinopsis
Pada program video ini diperlihatkan upaya guru untuk memberikan toleransi kepada orangtua untuk berada di kelas selama masa orientasi. Guru bekerjasama dengan orangtua untuk memotivasi anak dari agar mandiri dan tidak menangis saat ditinggalkan orangtuanya. Guru mempersilahkan orangtua untuk melepas anak secara bertahap. Kemudian guru mendekati anak dengan penuh kelembutan lalu memberikan sentuhan, belaian dan pelukan sehingga anak merasa nyaman berada dekat dengan guru. Selain itu guru juga dapat mengalihkan perhatian anak dengan berbagai kegiatan. Guru dapat juga mengenalkan anak dengan teman-temannya yang pandai bersosialisasi. Sebaiknya guru tetap berada dalam jangkauan anak sehingga manakala dibutuhkan guru siap memberikan pelayanan/perhatian kepada anak, guru memberikan ”reward” kepada anak yang sudah bisa belajar mandiri di kelas agar memotivasi anak lain untuk mendapatkan reward sehingga berusaha untuk tidak menangis lagi.
Dwi Astuti
-
-
Secara keseluruhan tayangan dalam video tersebut lebih banyak peragaan/ilustrasi yang dilakukan guru dan anak didik saja. Untuk dialog hanya sedikit yang dapat didengar selebihnya hanya peragaan/ilustrasi. Kegiatan yang diberikan guru dapat memperkenalkan anak didik baru kepada semua teman-temanya dengan cara kegiatan yang bisa dilakukan bersama-sama ketika didalam kelas seperti bermain bersama, membuat roti dan menutup dengan membuat kereta panjang. Semua itu dilakukan sesuai dengan tingkat perkembangan anak dan disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku.
-
79 Replies to “Anak Belum Mandiri”
Komentar Cancel reply
Anda harus login untuk memberikan komentar.
NAMA : FITRI ALAWIYAH
NIM : 860186486
UT BANDUNG
Assalamualaikum ijin menanggapi video diatas,
Menurut saya, saya sangat setuju dengan yang dilakukan guru untuk memberikan kesempatan kepada orangtua untuk mendampingi anaknya dikelas selama masa orientasi. Karena hal tersebut memang anak masih butuh prooses beradaptasi dengan lingkungan dan teman baru. Hal yang dilakukan guru dalam video sama dengan yang saya lakukan disekolah. Guru mempersilahkan orangtua untuk melepas anaknya dan memberikan kesempatan kepada guru agar mengambil alih profesinya agar anak bisa beradaptasi dan bisa menerima suasana dan teman baru. Hal yang dilakukan agar anak tidak merasa kaget dan menangis kita harus mempersiapkan cara yang menarik dan kreatif supaya anak bisa termotivasi dan mau menerima ajakan guru. Guru harus mempersiapkan mental dan kesabarannya serta perhatian penuh/pendekatan yang konsisten dan efisien terhadap anak didiknya agar anak bisa merasa aman, nyamandan penuh kehangatan.
Nama :Yasinta Haning
Nim :859311425
Izin bergabung diskusi
Menurut saya, tayangan tersebut sangat menggambarkan situasi nyata di kelas PAUD. Saya sendiri pernah menghadapi anak yang terus menangis saat awal masuk sekolah, dan memang tidak bisa langsung dipaksa untuk berani. Pendekatan yang dilakukan guru dalam video terasa hangat dan sabar, terutama saat memberi waktu orang tua untuk mendampingi di awal, lalu melepas secara perlahan. Itu penting karena anak butuh proses untuk merasa aman di lingkungan baru.
Saya juga melihat bahwa sentuhan sederhana seperti pelukan, sapaan lembut, dan perhatian kecil ternyata sangat berpengaruh. Anak jadi lebih tenang dan mulai percaya pada gurunya. Selain itu, ketika perhatian anak dialihkan ke kegiatan bermain atau diajak berinteraksi dengan teman yang lebih aktif, biasanya mereka perlahan bisa melupakan rasa cemasnya.
Dari pengalaman saya, hal-hal kecil seperti ini justru yang paling efektif. Bukan soal membuat anak langsung tidak menangis, tetapi bagaimana kita memahami perasaannya dan mendampingi sampai dia siap dengan sendirinya.
Assalamu’alaikum
Nama: Wafa Fatia Aqilah
Nim: 877831541
Upbjj: UT BANDUNG
Saya setuju dengan isi video tersebut. Sebagai guru, kita memang harus menyiapkan mental untuk menghadapi tahun ajaran baru. Mengapa? Karena anak didik baru biasanya akan merasa asing dan kaget dengan lingkungan barunya. Ada yang malu, menangis, bahkan takut untuk bersosialisasi. Di sinilah tugas guru menjadi penting kita harus memberikan rasa aman dan nyaman agar anak bisa percaya kepada kita.
Sebelum tahun ajaran baru dimulai, guru perlu melakukan sosialisasi kepada orang tua untuk membahas masa orientasi. Pada tahap ini, orang tua dan guru harus sepakat tentang pelepasan anak secara bertahap agar anak tetap merasa aman. Kerja sama dengan orang tua adalah kunci. Jika orang tua percaya kepada guru, maka anak pun akan ikut percaya kepada guru.
Selain itu, guru sebaiknya menyiapkan kegiatan yang menyenangkan pada pertemuan pertama agar anak merasa senang dan bersemangat untuk bersekolah. Jangan lupa juga memberikan reward, seperti stiker bintang, hasil karya, atau kalimat penguatan seperti: “Hebat, hari ini sudah berani”, “Keren, sudah tidak ditunggu Mama”, “Hebat, hari ini tidak menangis”.
Kemandirian muncul karena anak percaya, bukan karena ditinggal secara paksa. Tugas kita sebagai guru adalah menjadi jembatan yang aman antara rumah dan sekolah.
Assalamualaikum ijin menanggapi vidios tentang anak belum mandiri ketika awal masuk sekolah,
saya setuju dengan apa yg ada di vidio tersebut karena saya sudah melakukan seperti itu ketika di awal masuk sekolah pasti ada saja ada salah satu anak atau da beberapa anak yang belum bisa mandiri ketika berada di lingkungan baru ,orang baru maka ketika ada anak yang belum bisa lepas dengan orangtua kami memberikan luang atau waktu untuk orangtua berada didalam untuk bekerja sama menenangkan agar anak lebih nyaman dan hanya beberapa menit saja anak perlahan lahan akan menerima suasana baru dan teman baru ,Dalam kasus ini peran guru sangatlah penting untuk menjadi pengganti orangtunya agar anak lebih merasa nyaman seperti ketika berada di samping ornagtuanya.
Guru dalam video terlihat sabar, penuh pengertian, dan memberikan pendampingan secara perlahan agar anak tidak merasa ditekan. Guru memberikan contoh praktis, memberikan tanggung jawab kecil (seperti merapikan alat main, mencuci tangan, atau memakai sepatu sendiri), serta memberikan penguatan positif ketika anak berusaha mandiri.
Pola ini sejalan dengan pendekatan yang terbukti efektif dalam meningkatkan kemandirian anak melalui pembiasaan dan media audio‑visual yang mendukung. Namun, salah satu kekurangan yang dapat direfleksikan adalah minimnya keterlibatan orang tua yang ditampilkan secara langsung. Video menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua sangat penting untuk membangun rasa aman dan mendorong kemandirian anak di rumah, tetapi belum tersaji secara jelas bagaimana bentuk kolaborasi konkret antara guru dan orang tua dalam praktik sehari‑hari.vidio tersebut sangat memberi masukan dan inspirasi untuk saya pribadi yang masih bnayak belajar.
Assalamualaikum wr wb
Nama: Nur milasari
Nim: 859563836
UT majene
Menurut saya, program tersebut sudah sangat baik karena menunjukkan kerja sama yang positif antara guru dan orang tua dalam membantu anak beradaptasi. Pendekatan guru yang lembut, penuh perhatian, dan bertahap membuat anak merasa aman dan nyaman di lingkungan baru. Selain itu, penggunaan kegiatan pengalihan dan pemberian reward juga efektif untuk melatih kemandirian anak agar tidak terus bergantung pada orang tua.
Terima kasih