101 Comments

Sinopsis

Pada program video ini diperlihatkan upaya guru untuk memberikan toleransi kepada orangtua untuk berada di kelas selama masa orientasi. Guru bekerjasama dengan orangtua untuk memotivasi anak dari agar mandiri dan tidak menangis saat ditinggalkan orangtuanya. Guru mempersilahkan orangtua untuk melepas anak secara bertahap. Kemudian guru mendekati anak dengan penuh kelembutan lalu memberikan sentuhan, belaian dan pelukan sehingga anak merasa nyaman berada dekat dengan guru. Selain itu guru juga dapat mengalihkan perhatian anak dengan berbagai kegiatan. Guru dapat juga mengenalkan anak dengan teman-temannya yang pandai bersosialisasi. Sebaiknya guru tetap berada dalam jangkauan anak sehingga manakala dibutuhkan guru siap memberikan pelayanan/perhatian kepada anak, guru memberikan ”reward” kepada anak yang sudah bisa belajar mandiri di kelas agar memotivasi anak lain untuk mendapatkan reward sehingga berusaha untuk tidak menangis lagi.

Dwi Astuti

Secara keseluruhan tayangan dalam video tersebut lebih banyak peragaan/ilustrasi yang dilakukan guru dan anak didik saja. Untuk dialog hanya sedikit yang dapat didengar selebihnya hanya peragaan/ilustrasi. Kegiatan yang diberikan guru dapat memperkenalkan anak didik baru kepada semua teman-temanya dengan cara kegiatan yang bisa dilakukan bersama-sama ketika didalam kelas seperti bermain bersama, membuat roti dan menutup dengan membuat kereta panjang. Semua itu dilakukan sesuai dengan tingkat perkembangan anak dan disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku.

-

101 Replies to “Anak Belum Mandiri

  1. Video ini sangat relevan dengan kondisi di awal masuk tahun ajaran. Dan saya sangat setuju karena di video ini guru tidak langsung menuntut anak “harus kuat”, tetapi lebih dulu membangun rasa aman agar anak mampu beradaptasi. Pendekatan ini penting karena pada usia dini, kemandirian sangat berkaitan dengan keamanan emosional dan proses adaptasi terhadap lingkungan baru. Hal yang paling menarik bagi saya adalah strategi guru yang bertahap dan penuh empati guru memberi toleransi kepada orang tua untuk berada di kelas, lalu membantu proses pelepasan secara perlahan.

  2. Assalamualaikum
    Nama : amanah sofie nur laili
    Nim: 877306787

    Tujuan utama membiarkan anak merasa aman saat di sekolah, membiarkan anak beradaptasi dengan lingkungan sekolah agar anak merasa aman saat berada di sekolah,
    Dan melakukan transisi bertahap pada hari pertama dan kedua dengan orang tua ikut masuk selama 10mnt dan hari ke tiga mama akan mengantar anak sampai ke pintu saja dan peran guru saat anak menangis kita validasi terlebih dahulu, mengalihkan seperti mengajak bermain atau bercerita, menyibukkan tangan anak bisa meredahkan tangisan karna sensori bikin anak tenang

  3. assalamualaikum
    Nama : Divanda Putri Aulia
    NIM : 877306794

    saya sangat setuju dengan video diatas, karena pada awal sekolah anak tidak mau ditinggal oleh orangtuanya. Sejatinya anak belum bisa menerima suasana baru. maka dari itu tidak boleh dipaksa. perkembangan anak yang belom bisa mandiri itu bertahap, kita sebagai guru harus bisa mendekati dan merangkul anak tersebut, menciptakan suasana pembelajaran yang menarik (belajar sambil bermain) agar anak terseut merasa nyaman dan tertarik saat sekolah.

  4. Pada awal masuk sekolah, terlihat bahwa anak PAUD masih belum mandiri karena mereka sedang berada pada tahap penyesuaian dengan lingkungan baru. Anak cenderung masih bergantung pada guru, seperti saat makan, merapikan barang, atau mengikuti kegiatan. Hal ini wajar karena mereka belum terbiasa dengan rutinitas di sekolah.
    Dari video tersebut, saya memahami bahwa kemandirian anak tidak bisa langsung muncul, tetapi perlu dibangun melalui proses adaptasi dan pembiasaan. Peran guru sangat penting dalam menciptakan suasana yang aman dan nyaman agar anak berani mencoba melakukan sesuatu sendiri.
    Hal yang menarik adalah bagaimana guru membimbing anak secara perlahan, tidak memaksa, tetapi tetap memberi dorongan. Pendekatan yang sabar dan konsisten membantu anak mulai memahami aturan dan kebiasaan di sekolah.
    Menurut saya, pada tahap awal ini guru sebaiknya lebih fokus pada:
    Membantu anak beradaptasi dengan lingkungan sekolah
    Memberikan contoh cara melakukan kegiatan secara mandiri
    Membiasakan rutinitas sederhana secara berulang
    Memberi pujian saat anak mulai mencoba sendiri
    Kesimpulan:
    Pada awal masuk sekolah, ketidakmandirian anak adalah hal yang wajar. Melalui pembiasaan, bimbingan, dan lingkungan yang mendukung, anak постепенно akan berkembang menjadi lebih mandiri.

  5. Video pembelajaran berjudul “Anak Belum Mandiri” dari Seri Pengembangan Sosial‑Emosional PAUD memberikan gambaran nyata tentang kondisi anak usia dini yang masih mengalami ketergantungan dalam aktivitas sehari‑hari, seperti menata mainan, membersihkan diri, atau memilih teman bermain. Video ini menunjukkan bahwa pada masa awal masuk sekolah, sebagian besar anak belum terbiasa untuk bertindak mandiri sehingga sikap ketergantungan padaguru atau orang tua masih sangat kental.Dari sisi reaksi anak, terlihat beragam respons, ada yang hanya diam dan pasif, ada yang sibuk dengan mainannya sendiri, dan ada pula yang menunjukkan rasa takut atau cemas saat diberi tugas sederhana. Namun, beberapa anak juga

Komentar