126 Comments

Sinopsis

Pada program video ini diperlihatkan upaya guru untuk memberikan toleransi kepada orangtua untuk berada di kelas selama masa orientasi. Guru bekerjasama dengan orangtua untuk memotivasi anak dari agar mandiri dan tidak menangis saat ditinggalkan orangtuanya. Guru mempersilahkan orangtua untuk melepas anak secara bertahap. Kemudian guru mendekati anak dengan penuh kelembutan lalu memberikan sentuhan, belaian dan pelukan sehingga anak merasa nyaman berada dekat dengan guru. Selain itu guru juga dapat mengalihkan perhatian anak dengan berbagai kegiatan. Guru dapat juga mengenalkan anak dengan teman-temannya yang pandai bersosialisasi. Sebaiknya guru tetap berada dalam jangkauan anak sehingga manakala dibutuhkan guru siap memberikan pelayanan/perhatian kepada anak, guru memberikan ”reward” kepada anak yang sudah bisa belajar mandiri di kelas agar memotivasi anak lain untuk mendapatkan reward sehingga berusaha untuk tidak menangis lagi.

Dwi Astuti

Secara keseluruhan tayangan dalam video tersebut lebih banyak peragaan/ilustrasi yang dilakukan guru dan anak didik saja. Untuk dialog hanya sedikit yang dapat didengar selebihnya hanya peragaan/ilustrasi. Kegiatan yang diberikan guru dapat memperkenalkan anak didik baru kepada semua teman-temanya dengan cara kegiatan yang bisa dilakukan bersama-sama ketika didalam kelas seperti bermain bersama, membuat roti dan menutup dengan membuat kereta panjang. Semua itu dilakukan sesuai dengan tingkat perkembangan anak dan disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku.

-

126 Replies to “Anak Belum Mandiri

  1. Izin memberikan pendapan tehadap video yang berjudul “Aku belum mandiri”
    Nama : Emmy Muthohharoh
    Nim : 858339672
    Prodi : PGPAUD

    Video ini cukup relevan dan pasti selalu terjadi di awal anak sekolah. Dimana setiap anak yang datang membawa beragam karakter yang dibekali para orangtua dirumah dalam artian Setiap anak datang ke sekolah dengan karakter dan kebiasaan yang beragam, yang terbentuk dari pengalaman dan pembiasaan di rumah maupun lingkungan sekitarnya. Sebagai pendidik pentingnya kita mempersiapkan mental untuk menghadapi masa awal peserta didik memasuki lingkungan sekolah. Seperti membuat Anak-anak nyaman terhadap penyambutan, usahakan tersenyum ramah terhadap anak. Menjadikan sekolah tempat yang indah dan penuh warna serta selalu menjaga komunikasi yang baik kepada anak melalui interaksi positif yang membangun.

  2. Assalamualaikum

    Nama : Dwi Ratna Wulandari
    Nim : 857894587

    Menurut saya anak belum mandiri bukan karena salah anak namun ada faktor-faktor yang mempengaruhi
    1. Faktor pola asuh dirumah
    2. Faktor lingkungan (belum adanya pembiasaan yang rutin dan jelas
    Dari vidio diatas strategi yang digunakan guru sudah sangat baik dimana guru telah mempersiapkan strategi untuk melatih kemandirian anak pada masa pengenalan lingkungan baru. Solusi-solusi yang diberikan guru :
    1. Memberikan rasa aman dan nyaman pada awal masuk sekolah untuk menciptakan kelekatan antara guru dan anak
    2. Mempersilahkan orang tua melepas anak secara pelan-pelan
    3. Kerjasama dengan orang tua memotivasi anak agar tidak menangis saat tidak bersama orang tua
    4. Memberi reward kepada anak yang telah mau belajar mandiri di kelas
    Dengan solusi dari vidio diatas maka dapat disimpulkan bahwa kemandirian anak bukan datang tiba-tiba namun latihan yang konsisten antara rumah dan sekolah.

  3. Nama : Alini Yoshi Amelinda
    NIM : 877691625
    UPBJJ-UT : Purwokerto

    Izin menanggapi video tersebut

    Analisis :
    Setelah saya melihat video tentang anak yang belum mandiri, saya melihat bahwa anak membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah. Ada anak yang masih menangis dan belum mau berpisah dengan orang tuanya. Menurut saya, guru sudah melakukan pendekatan yang baik dengan tidak memaksa anak, tetapi memberikan kesempatan kepada anak untuk beradaptasi secara perlahan.
    Guru juga mengajak anak bermain dan berkenalan dengan teman-temannya agar anak merasa lebih nyaman. Menurut saya, cara seperti ini cukup membantu karena anak akan merasa aman dan perlahan mulai terbiasa berada di sekolah tanpa selalu bergantung pada orang tuanya.

    Refleksi :
    Setelah melihat video tersebut, saya merasa kondisi seperti ini juga pernah saya temui di kelas. Ada anak yang pada awal masuk sekolah masih sering menangis dan ingin selalu dekat dengan orang tuanya. Anak juga terkadang masih meminta bantuan guru untuk melakukan hal-hal sederhana yang sebenarnya sudah bisa dilakukan sendiri.
    Dari video ini saya belajar bahwa melatih kemandirian anak tidak bisa dilakukan secara terburu-buru. Guru perlu sabar, memberikan kesempatan kepada anak untuk mencoba sendiri, serta memberikan dukungan ketika anak membutuhkan bantuan. Saya juga bisa memberikan pujian ketika anak berhasil melakukan sesuatu sendiri agar anak merasa percaya diri dan termotivasi untuk mencoba lagi.

  4. Nama : Sri Ratna Widuri
    NIM : 877886463
    UT Daerah : Yogyakarta

    Menurut saya vidio diatas menayangkan tentang anak yang belum memiliki kemandirian.
    Pada masa awal masuk sekolah siswa baru pada umumnya guru mengalami kesulitan dalam menghadapi anak yang belum dan tidak mau berpisah dengan orangtuanya atau pengasuhnya.
    Sebagai seorang guru harus bisa merancang kelas dan mempersiapkan diri untuk anak yang kesulitan dalam menyesuaikan dengan lingkungan baru, dan sebagai guru harus paham bahwa latar belakang dan kepribadian ana kantar yang satu dengan yang lainnya berbeda oleh sebab itulah maka kemampuan anak dalam beradaptasi dan kemandirianpun akan berbeda pula.
    Beberpa hal yang bisa di lakukan seoarang guru adalah :
    1. Guru memperkenalkan diri terlebih dahulu kepada anak dan menunggu sampai anak menjawab
    2. Penting bagi guru memahami bahwa perkenalan bagi anak adalah tahapan yang penting mengingat rasa yang aman dan nyaman anak sampai usia 2 tahun. Disamping itu kelekatan anak pada orangtua atau pengasuh masih tinggi sedangkan dengan guru belum terbentuk.
    Oleh sebab itulah penting buat anak percaya pada guru bahwa guru sebagai pengganti ibu selama di sekolah.

  5. Nama:
    Nama : Imik Suparmika KF
    NIM : 860195801

    Izin saya untuk menanggapi vidio diatas.
    Betul sekali ketika anak anak pertama kali masuk sekolah banyak yang masih belum bisa lepas dari orang tua ( ibu) atau yang mengantar kesekolah. Dan hal itu normal keberadaanya, dikarenakan anak harus beradaptasi dengan lingkungan dan suasana baru.
    refleksi:
    Dalam vidio diatas guru sudah melakukan hal yang seharusnya yaitu tidak memaksa anak untuk langsung lepas dengan orang tuanya, namun dengan kesempatan kepada orang tua untuk melepaskan anak secara bertahap dan pelan pelan sampai anak mau mandiri.
    Disamping itu juga guru memberikan pelayanan sepenuh hati meraih anak agar bisa lepas dari orang tua, dengan sabar dan penuh kasih sayang guru berperan sebagai pengganti orang tua disekolah. Selain itu perlunya kerjasama antr guru dan orang tua dalam hal mengajukan anak untuk melatih kemandirian.
    Terim kasih

Leave a Reply