Sinopsis
Pada program video ini diperlihatkan upaya guru untuk memberikan toleransi kepada orangtua untuk berada di kelas selama masa orientasi. Guru bekerjasama dengan orangtua untuk memotivasi anak dari agar mandiri dan tidak menangis saat ditinggalkan orangtuanya. Guru mempersilahkan orangtua untuk melepas anak secara bertahap. Kemudian guru mendekati anak dengan penuh kelembutan lalu memberikan sentuhan, belaian dan pelukan sehingga anak merasa nyaman berada dekat dengan guru. Selain itu guru juga dapat mengalihkan perhatian anak dengan berbagai kegiatan. Guru dapat juga mengenalkan anak dengan teman-temannya yang pandai bersosialisasi. Sebaiknya guru tetap berada dalam jangkauan anak sehingga manakala dibutuhkan guru siap memberikan pelayanan/perhatian kepada anak, guru memberikan ”reward” kepada anak yang sudah bisa belajar mandiri di kelas agar memotivasi anak lain untuk mendapatkan reward sehingga berusaha untuk tidak menangis lagi.
Dwi Astuti
-
-
Secara keseluruhan tayangan dalam video tersebut lebih banyak peragaan/ilustrasi yang dilakukan guru dan anak didik saja. Untuk dialog hanya sedikit yang dapat didengar selebihnya hanya peragaan/ilustrasi. Kegiatan yang diberikan guru dapat memperkenalkan anak didik baru kepada semua teman-temanya dengan cara kegiatan yang bisa dilakukan bersama-sama ketika didalam kelas seperti bermain bersama, membuat roti dan menutup dengan membuat kereta panjang. Semua itu dilakukan sesuai dengan tingkat perkembangan anak dan disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku.
-
126 Replies to “Anak Belum Mandiri”
Leave a Reply Cancel reply
You must be logged in to post a comment.
Nama : Mimin Siti Sarminah
NIM : 860200412
video “Anak Belum Mandiri” ini menurut saya sangat membantu terutama bagi bagi saya, karena di setiap semester baru banyak kasus seperti ini anak enggan berpisah dengan orangtua. dalan video ini di jelaskan bahwa menghadapi anak yang belum mandiri membutuhkan kesabaran dan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan emosional anak. juga memberikan beberapa tips seperti Strategi pelepasan bertahap, membangun hubungan yang hangat dengan guru, kegiatan bermain yang menyenangkan, serta dukungan teman sebaya dapat membantu anak beradaptasi. Namun, penggunaan reward perlu dilakukan secara bijaksana dan pendampingan orang tua perlu memiliki tahapan yang jelas guru bisa mengadakan parenting sebelum kegiatan pembelajaran di mulai dengan membekali orangtua cara untuk membiasakan anak mandiri. Dengan demikian, kemandirian anak dapat tumbuh melalui rasa aman, pembiasaan, pengalaman langsung, dukungan dari orang dewasa, dan kesempatan untuk mencoba melakukan sesuatu sendiri.
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Nama : Wahyuni
NIM : 857894706
Prodi : PG PAUD
UPBJJ : UT Surakarta
Bismillahirrahmanirrahim…. izin menanggapi Vidio diatas dengan judul anak belum mandiri.
Vidio ini memberikan gambaran yang sangat jelas dan inspiratif mengenai penanganan pada anak usia dini yang belum siap berpisah dengan orang tuanya ada awal masa sekolahnya.
ada beberapa poin yang dapat membantu anak, antara lain adalah :
1. tidak dipaksa langsung pisah dengan orang tuanya, jadi orang tua diberikan kesempatan menemui anaknya secara bertahap ketika pada awal masuk sekolah. Cara ini membuat anak tidak kaget dan merasa lebih aman.
2. Guru selalu siap membantu berada di dekat anak, jadi ketka anak merasa cemas atau butuh bantuan, guru bisa langsung menenangkannya.
3. pendekatan yang lembut dan hangat lewat pelukan, belaian, dan sapaan yang ramah. Hal ini anak membuat anak merasa nyaman dan mau menerima guru sebagai pengganti orang tua di sekolah.
4. memberikan apresiai atau pujian kepada anak yang sudah berani mandiri untuk memotivasi anak lainnya supaya tidak menangis lgi.
5. Guru mengajak anak bermain seru dan mengenalkannya ke teman teman dengan ramah, jadi anak akan lupa rasa cemasnya.
Vidio ini mengajarkan bahwa melatih kemandirian anak usia dini tidak bisa dengan instan jadi membutuhkan proses, keasbaran dari guru dan kerjasama yang baik dengan orang tua.
sekian tanggapan dari saya, kurang lebihnya saya mohon maaf.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Assalamu’alaikum Wr.Wb
izin memberikan tanggapan mengenai video di atas.
Video ini menggambarkan dengan baik bagaimana guru menghadapi anak yang belum mandiri, khususnya pada masa orientasi di awal tahun ajaran. Guru tidak memisahkan anak dari orang tua secara paksa, melainkan memberikan toleransi agar orang tua dapat mendampingi di kelas terlebih dahulu, kemudian melepas anak secara bertahap. Pendekatan dengan sentuhan, belaian, dan pelukan yang dilakukan guru membuat anak merasa aman dan nyaman berada dekat dengannya.
Menurut saya, strategi mengalihkan perhatian anak melalui berbagai kegiatan serta mengenalkannya pada teman-teman yang mudah bersosialisasi merupakan cara yang efektif untuk membangun kelekatan anak dengan lingkungan barunya. Pemberian reward kepada anak yang sudah mampu mandiri juga menjadi motivasi positif bagi anak lain untuk berani melepas ketergantungan pada orang tua.
Video ini mengingatkan saya bahwa membangun kemandirian anak usia dini memerlukan kesabaran, kelembutan, serta kerja sama yang baik antara guru dan orang tua. Kelekatan emosional antara guru dan anak menjadi kunci utama agar anak merasa diterima dan berangsur-angsur berani menjalani kegiatan sekolah tanpa didampingi orang tua.
Terima kasih.
Wassalamu’alaikum wr. wb.
Assalamu’alaikum wr.wb Izin menanggapi video tentang Anak belum mandiri, saya melihat bahwa akar permasalahannya seringkali bermula dari pola asuh di rumah yang terlalu melayani anak (overprotektif). langkah guru di video sudah sangat baik dengan bersikap tenang dan sabar menyikapi kondisi dengan anak. Namun, menurut saya, sekolah perlu lebih tegas dalam menerapkan batas area anata jemput agar orang tua tidak lagi menyuapi atau memakaikan sepatu anak di teras sekolah. Di kelas, guru bisa menerapkan metode scaffolding, yakni mencontohkan cara memakai sepatu/merapikan tas, lalu membiarkan anak mencoba sendiri secara perlahan, serta jangan lupa memberikan pujian/penguatan positif saat anak berhasil. Terimakasih Wassalamu’alaikum wr.wb
Nama : Arifka Wulandari
NIM :858023398
Izin menanggapi Video tersebut, praktik yang ditunjukkan oleh guru pada video tersebut sudah sangat sesuai dengan prinsip perkembangan anak usia dini, khususnya dalam membangun rasa aman dan masa transisi dari rumah ke sekolah.Strategi yang dilakukan guru dengan cara mengizinkan orang tua hadir secara bertahap akan menghindarkan anak dari separation anxiety atau kecemasan berpisah yang ekstrem. Memaksa memisahkan anak secara mendadak justru bisa memicu trauma dan persepsi negatif terhadap sekolah. Sikap lembut, belaian, dan pelukan adalah bentuk afeksi konkret yang dibutuhkan anak untuk merasa terlindungi oleh figur guru di lingkungan baru. Mengalihkan perhatian lewat kegiatan interaktif dan mengenalkan anak pada teman yang lebih kooperatif akan membantu menggeser fokus anak dari rasa cemas ke rasa ingin tahu.Guru selalu berada dalam jangkauan anak memberikan sinyal bahwa guru adalah “benteng aman” yang selalu siap membantu jika anak merasa cemas.Dalam hal pemberian reward untuk anak juga sangat efektif ,karena anak akan merasa senang.