Sinopsis
Pada program video ini diperlihatkan upaya guru untuk memberikan toleransi kepada orangtua untuk berada di kelas selama masa orientasi. Guru bekerjasama dengan orangtua untuk memotivasi anak dari agar mandiri dan tidak menangis saat ditinggalkan orangtuanya. Guru mempersilahkan orangtua untuk melepas anak secara bertahap. Kemudian guru mendekati anak dengan penuh kelembutan lalu memberikan sentuhan, belaian dan pelukan sehingga anak merasa nyaman berada dekat dengan guru. Selain itu guru juga dapat mengalihkan perhatian anak dengan berbagai kegiatan. Guru dapat juga mengenalkan anak dengan teman-temannya yang pandai bersosialisasi. Sebaiknya guru tetap berada dalam jangkauan anak sehingga manakala dibutuhkan guru siap memberikan pelayanan/perhatian kepada anak, guru memberikan ”reward” kepada anak yang sudah bisa belajar mandiri di kelas agar memotivasi anak lain untuk mendapatkan reward sehingga berusaha untuk tidak menangis lagi.
Dwi Astuti
-
-
Secara keseluruhan tayangan dalam video tersebut lebih banyak peragaan/ilustrasi yang dilakukan guru dan anak didik saja. Untuk dialog hanya sedikit yang dapat didengar selebihnya hanya peragaan/ilustrasi. Kegiatan yang diberikan guru dapat memperkenalkan anak didik baru kepada semua teman-temanya dengan cara kegiatan yang bisa dilakukan bersama-sama ketika didalam kelas seperti bermain bersama, membuat roti dan menutup dengan membuat kereta panjang. Semua itu dilakukan sesuai dengan tingkat perkembangan anak dan disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku.
-
222 Replies to “Anak Belum Mandiri”
Leave a Reply Cancel reply
You must be logged in to post a comment.
dengan mengamati video di atas saya menjadi paham apa yang harus dipersiapkan guru dalam menghadapi anak yang belum siap mandiri ketika datang ke sekolah. Anak usia dini memang sangat perlu bimbingan ketika mereka baru beradaptasi di lingkungan sekolah, dan saya setuju dengan yang di sampaikan oleh Dra.Siti Aisyah M.Pd dalam video di atas bahwa pada Tahun ajaran baru seorang guru harus merencanakan kelas dan mengatur diri sendiri untuk dapat siap menerima anak-anak yang sulit beradaptasi dengan matang dan guru harus paham pula bahwa latar belakang kepribadian anak berbeda-beda oleh sebab itu kemampuan anak dalam beradaptasi dengan teman serta lingkungan sekolahnya juga akan berbeda. semoga dengan menonton video ini saya dapat menerapkan di lembaga PAUD saya sebagai guru PAUD yang siap dalam merancang kelas di setiap Tahun ajaran baru Pembelajaran.
Selamat pagi/siang Bapak/Ibu dan teman-teman,
menurut saya setelah menonton video tersebut, langkah guru dalam menangani anak yang belum mau ditinggal orang tuanya saat orientasi sudah sangat tepat.
Strategi transisi secara bertahap yang melibatkan orang tua, dipadukan dengan pendekatan kasih sayang (sentuhan dan pelukan) serta pengalihan aktivitas, efektif membuat anak merasa nyaman dan aman di lingkungan baru. Video ini memberikan contoh nyata pentingnya kesabaran dan kolaborasi antara guru dan orang tua dalam membangun kemandirian anak.
Terima kasih.
Nama : Kasmawati
Nim : 858490201
Setelah saya selesai menonton video ” Anak belum mandiri ” sebagai pendidik anak usia dini kita memang perlu kesabaran, Kasih sayang dan toleransi.
Menurut saya penanganan anak yang belum mandiri dan masih menangis saat ditinggal orangtua nya memang tidak bisa dengan paksaan, melainkan harus dengan pendekatan yang penuh kasih sayang.
– Memberikan toleransi kepada orangtua untuk berada dikelas selama masa orientasi.
– Guru mendekati anak dengan penuh kelembutan melalui sentuhan sehingga anak merasa nyaman.
– Memberikan kegiatan menarik dan mengenalkan dengan teman yang sudah pandai bersosialisasi.
– Kerjasama dengan orangtua untuk melepaskan anak secara bertahap.
Perkembangan sosial emosional kemandirian anak usia dini akan terbentuk jika kebutuhan rasa aman dan nyamannya terpenuhi terlebih dahulu. Guru yang tetap berada dalam jangkauan anak juga menunjukan bahwa guru hadir sebagai figur pengganti orangtua disekolah.
Nama : [NELA REZA]
NIM : [859711892]
UT Daerah : [palu]
Saya belajar bahwa anak yang belum mandiri bukan berarti nakal, tapi belum terlatih. Guru perlu sabar dan memberi kesempatan anak mencoba sendiri, jangan langsung dibantu. Terima kasih, sangat bermanfaat.
Pada fase awal persekolahan ini, Ananda masih berada dalam masa transisi dan adaptasi, sehingga wajar jika belum sepenuhnya mandiri dan masih membutuhkan pendampingan. Kemampuan kemandirian anak sedang berkembang secara bertahap. Dengan stimulus yang konsisten, motivasi positif, serta kerja sama yang baik antara guru dan orang tua, Ananda diyakini akan semakin percaya diri, nyaman, dan mandiri di sekolah.