109 Comments

Sinopsis

Program video ini berisi gambaran umum mengenai permasalahan perkembangan moral-disiplin yang sering ditemukan pada anak usia dini pada saat proses belajar mengajar berlangsung yakni anak yang “ngobrol”. Upaya yang dapat dilakukan guru diantaranya adalah: mengadakan variasi permainan, misalnya permainan tepuk; memisahkan anak yang suka mengobrol ke dekat guru; memberikan reward pada akhir pembelajaran sehingga anak akan berusaha lebih baik lagi.

Megawati Simanjuntak, SP., M.Si.

Tujuan penayangan video ini agar dapat bagaimana seorang Guru PAUD mengadapi kegiatan PBM, sebagai Moral disiplin yang sering ditemukan pada anak Usia Dini pada saat proses belajar mengajar berlangsung dengan baik, dan yang terlihat pada tayangan ini seorang anak yakini anak sedang “mengobrol “ (bercanda)

Saat mengajar atau menjelaskan guru berupaya untuk menjelaskan tentang binatang dan mengalikan dengan menggunakan Media gambar penggunaan media gambar sebaiknya dengan gambar media yang besar dan menggunakan Infocus PowerPoint. Jadi untuk mengalihkan anak ngobrol akan melihat gambar binatang sambil guru menjelaskan tentang binatang

Kesesuaian tingkat kependidikan  Sangat Baik

Untuk perkembangan anak didik sesuai dengan yang disampaikan guru untuk bercerita tentang Binatang karena,untuk anak usia dini sangat menarik dengan Kurikulum sesuai dengan AUD.

Kesan umum. Untuk video penayangan sangat baik hanya pada back Graud music jangan terlalu keras jadi tidak menganggu saat mel;ihat tayangan flim tsb.

Untung Laksana Budi

Dalam video tersebut ditampilkan cara bu guru membuka, mengisi pembelajaran serta menutup pembelajaran sesuai dengan pembelajaran anak.

  1. Strategi, pendekatan, metode dan media ditampilkan dalam video tersebut. Namun dalam evaluasi pembelajaran tidak ditampilkan.
  2. Untuk kesesuaian sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik.
  3. Kesesuaian dengan kerikulum yang berlaku yaitu kurikulum 2013.

Rahmawati

109 Replies to “Anak Ngobrol di Kelas Saat PBM

  1. Tayangan mengenai pengembangan sosial emosional anak ini sangat relevan dengan realita yang sering kita hadapi di kelas PAUD. Saya mengapresiasi cara guru yang tetap tenang dan tidak membentak anak saat mengondisikan kelas. Selain menerapkan metode permainan tepuk dan memindahkan tempat duduk seperti di dalam video, kita sebagai pendidik juga bisa mengombinasikannya dengan teknik ice breaking interaktif atau kalimat kesepakatan kelas yang komunikatif (seperti pancingan kata bersambut). Video ini sukses menginspirasi para guru untuk selalu mengedepankan pendekatan yang lembut namun tetap tegas dalam menanamkan disiplin pada anak didik.

  2. Nama : Evi Soviah
    NIM : 860201532
    PG PAUD
    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    Izin memberikan tanggapan terhadap video “Anak Ngobrol di Kelas Saat PBM”. Menurut saya, situasi anak mengobrol ketika pembelajaran berlangsung merupakan hal yang cukup sering terjadi pada anak usia dini. Oleh karena itu, guru perlu menyikapinya dengan tenang dan mencari cara yang tepat untuk mengembalikan perhatian anak, bukan hanya menegur atau memarahinya.
    Saya sependapat dengan strategi yang ditampilkan dalam video, seperti menghentikan kegiatan sejenak, mengarahkan anak agar lebih dekat dengan guru, melibatkan kembali anak dalam kegiatan, serta memberikan penguatan positif ketika anak sudah mampu mengikuti pembelajaran dengan baik.
    Selain cara tersebut, ada beberapa trik yang biasa saya lakukan untuk membantu anak kembali fokus. Pertama, ketika anak mulai kehilangan perhatian, guru dapat memberikan ice breaking sederhana dan menarik, seperti tepuk, gerakan, bernyanyi singkat, atau permainan respons sederhana. Setelah perhatian anak kembali, pembelajaran dapat dilanjutkan.
    Kedua, apabila kegiatan yang dilakukan adalah bercerita, guru dapat melakukan variasi dalam penyampaiannya. Cerita tidak hanya disampaikan melalui buku atau gambar, tetapi dapat menggunakan media seperti boneka tangan atau wayang sederhana. Guru juga dapat menggunakan intonasi dan ekspresi yang berbeda sesuai tokoh dalam cerita. Misalnya, ketika bercerita tentang binatang, anak dapat diajak menirukan suara atau gerakan binatang tersebut. Dengan demikian, anak tidak hanya menjadi pendengar, tetapi ikut terlibat secara aktif dalam cerita.
    Menurut saya, perilaku anak yang mengobrol juga dapat menjadi bahan refleksi bagi guru untuk melihat apakah kegiatan yang diberikan sudah cukup menarik dan melibatkan anak. Pembelajaran yang bervariasi, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini dapat membantu mempertahankan perhatian anak sekaligus membuat suasana belajar menjadi lebih menyenangkan.
    Dengan pendekatan yang positif dan kreatif, guru tidak hanya membantu anak kembali fokus, tetapi juga mengajarkan disiplin secara perlahan melalui pengalaman belajar yang menyenangkan.
    Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

  3. Pembelajaran yang dapat diambil dari video ini sangat sesuai dengan kondisi yang terjadi di lapangan saat mendidik anak usia dini. Mengobrol sering kali menjadi salah satu faktor yang membuat kegiatan terhenti / tertunda. Dan sebagai seorang guru kita harus bersabar dalam menghadapi anak anak yang memiliki sikap yang berbeda, salah satunya yang suka mengobrol. Dan tugas guru bukan untuk memarahi / menghukum anak, tetapi sesuai dengan yang diterangkan dalam video. Video ini sangat relevan untuk mengarahkan anak dengan baik dan tepat. Terima kasih

Leave a Reply