192 Comments

Sinopsis

Program ini menggambarkan seorang guru Taman Kanak-kanak yang sedang menangani anak yang tidak percaya diri atas hasil belajarnya. Tampak bahwa guru itu berupaya mendekati anak. Guru memberikan penguatan dengan cara memotivasi anak, menanyakan kepada anak jika masih ragu atau tak mengerti atas tugasnya, memberikan motivasi pada kreativitas anak dengan cara meminta anak untuk melakukan pilihan aktivitas lain yang dapat dilakukan, memberikan saran untuk menggambar sesuatu yang disukai anak yang masih berhubungan dengan tema awal dan mengeksplorasi hal lain yang bisa dibuat terkait dengan tema menggambar yang sedang ditugaskan kepada anak.

Dwi Astuti

Dalam tayangan tersebut, kegiatan belajar mengajar dalam sebuah kelas sudah terlihat jelas. Strategi, pendekatan dan metode pembelajaran sudah bagus, guru aktif memberi motivasi dan stimulasi untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak dalam melakukan sesuatu. Media yang dipergunakan sebaiknya lebih diperkaya. Dan di akhir pembelajaran, evaluasi perlu ditambahkan untuk lebih menumbuhkan rasa percaya diri anak anak, dengan memberikan kesempatan anak bercerita tentang hasil karya yang dibuatnya sendiri.

Harimurti

192 Replies to “Anak Tidak Percaya Diri”

  1. Dalam video terlihat seorang anak yang menunjukkan perilaku ragu-ragu, malu, dan enggan mencoba aktivitas yang diberikan guru. Hal ini mencerminkan adanya hambatan perkembangan sosial-emosional, khususnya pada aspek self-confidence (percaya diri). Video ini menegaskan bahwa percaya diri adalah fondasi penting dalam pembelajaran PAUD. Guru perlu mengintegrasikan strategi dukungan emosional, penguatan positif, dan pengalaman keberhasilan bertahap agar anak yang kurang percaya diri dapat berkembang optimal.

  2. Video “Anak Tidak Percaya Diri” mengingatkan saya bahwa rasa percaya diri merupakan bagian penting dalam perkembangan sosial emosional anak. Anak yang kurang percaya diri bukan berarti tidak mampu, tetapi mungkin membutuhkan dukungan, kesempatan, dan pendekatan yang tepat dari orang dewasa.
    Sebagai guru PAUD, saya perlu menciptakan suasana yang aman dan nyaman agar anak berani mencoba, berbicara, dan menunjukkan kemampuannya tanpa takut salah. Guru sebaiknya memberikan apresiasi terhadap proses dan usaha anak, bukan hanya hasilnya, serta menghindari membandingkan anak dengan teman-temannya.
    Dari video ini saya belajar bahwa sikap guru yang sabar, menerima, dan memberikan penguatan positif dapat membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri dan berani.

  3. Menurut saya, sebagai guru PAUD saya akan selalu mendukung dan menyemangati anak supaya lebih percaya diri. Saya akan melihat apa yang anak sukai, lalu mengajaknya melakukan kegiatan yang sesuai, misalnya menggambar, bermain, bernyanyi, atau bercerita. Saya juga akan memberikan pujian atas usaha anak, supaya anak merasa dihargai dan tidak takut untuk mencoba lagi. Dengan begitu, anak bisa belajar dan berkembang sesuai dengan kemampuan serta minatnya dengan cara yang menyenangkan.

  4. Nama : Niqmatul udma
    NIM : 877848656
    UPBJJ : UT Purwokerto

    setelah mengamati video tentang anak yang kurang percaya diri, peran guru dalam membangun percaya diri anak itu sangat penting melalui pendekatan yang positif. Guru memberikan motivasi, menemani anak ketika mengerjakan tugas, dan memberikan kesempatan kepada anak untuk mencoba sesuai dengan kemampuannya. Guru juga tidak memaksakan anak harus menghasilkan gambar yang sama dengan teman-temannya. Hal tersebut penting karena setiap anak memiliki kemampuan dan kreativitas yang berbeda. guru juga harus selalu memberikan apresiasi kepda anak walau hasil anak hanya berupa coretan coretan kecil,
    sedikit bercerita pengalaman saya mengajar, di tempat saya mengajar ada namanya kegiatan jurnal pagi dimana anak bebas menggambar apa saja sesuai imajinasinya kemudian anak menceritakan hasil yang di gambarnya.

  5. Pada tahap perkembangan ini, Anak menunjukkan minat yang baik dalam kegiatan berkreasi, namun masih berada dalam proses membangun rasa percaya diri terhadap hasil karyanya sendiri. Anak kerap membutuhkan dorongan positif, validasi, dan rasa aman sebelum serta sesudah menyelesaikan tugas. Dengan apresiasi yang berfokus pada proses (bukan hanya hasil akhir) serta pendampingan yang hangat, kemampuan apresiasi diri dan rasa percaya diri Ananda akan terus berkembang optimal.

Leave a Reply