29 Comments

Sinopsis

Teknologi bagi anak usia dini bukanlah hal yang baru. Anak-anak generasi Z hidup di dalam era teknologi yang sudah sangat berkembang. Bagi generasi-Z, memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran bukanlah hal yang sulit. Tanpa dilatih, mereka sudah bisa menggunakan perangkat teknologi dengan baik. Bagi anak-anak usia dini, tanpa dibekali pengetahuan tentang penggunaan teknologi, mereka sudah dapat menjalankan suatu aplikasi tertentu di dalam gawai. Hal ini Tentunya membawa kebaikan untuk proses pembelajaran, karena dengan teknologi proses pembelajaran bisa jadi lebih mudah. Teknologi bisa menjadi alat bantu untuk menjelaskan materi pelajaran yang membutuhkan waktu, dan sulit untuk dijelaskan dengan ceramah. 

Namun di sisi lain, penggunaan teknologi yang berlebihan seperti gawai, akan membuat anak usia dini kecanduan dengan gawai tersebut. Banyak kejadian atau kasus yang terjadi pada anak yang tantrum ketika orang tua mengambil gawai yang sedang mereka mainkan. Selain itu, terdapat dampak pada kesehatan anak, seperti kesehatan mata sampai dengan kecenderungan untuk tidak bersosialisasi dengan baik.

Dalam video ini akan dijelaskan tentang bagaimana strategi penggunaan teknologi dalam pembelajaran untuk anak usia dini. Dimulai dari contoh kasus yaitu tantrum-nya anak ketika mereka diberhentikan saat memainkan gawai, lalu ditunjukkan bagaimana strategi pembelajaran di TK dengan menggunakan Project Based Learning. Anak-anak akan berdialog dengan guru tentang manfaat gawai dan juga dampak buruknya bagi mereka jika kecanduan gawai. Lalu mereka akan bermain peran dengan menggunakan alat telekomunikasi, dan pada akhirnya mereka akan membuat 1 Project sesuai dengan umur mereka, yaitu dengan menggunakan karton untuk membuat bentuk gawai. 

Selamat menyaksikan.

PERTANYAAN PEMACU DISKUSI

  1. Bagaimana Pendapat Anda mengenai Video di atas?

  2. Selain cara yang ada pada video, jelaskan cara lain yang harus dilakukan oleh guru agar anak tidak kecanduan gadget ? 

  3. Apakah Project yang diberikan oleh guru dalam video ini efektif untuk meredam keinginan anak bermain gadget? 

  4. Menurut anda, apakah guru dalam video ini sudah memaksimalkan peran pengasuhan dalam pembelajaran anak usia dini ?

  5. Tahapan apa dalam Project Based Learning yang diterapkan oleh guru dalam video yang menurut anda belum maksimal ?

29 Replies to “Cara tepat mengenalkan IT pada Anak (literasi digital)

  1. Nama : Serliya
    Nim : 856663905
    Menanggapi video diatas:

    Menurut saya strategi yang dilakukan guru dalam menghadapi anak yang kecanduan gawai di video diatas sudah tepat.
    Akan tetapi masih ada hal yang harus diperhatikan lagi yaitu peran orang tua dalam mengatasi anak yang kecanduan gawai.
    Jadi guru dan orang tua harus bekerja sama untuk mengatasi hal tersebut.dikarenakan peran guru hanya sebentar di sekolah sedangkan sisanya anak bersama orang tuanya sehingga harus ada peran orang tua dalam kasus ini.
    Dan untuk penanganan anak dengan mengalihkan dengan permainan lain itu sudah cukup efektif selain membuat anak lupa akan gawai juga melatih anak untuk bersosialisasi.

    Terima kasih.

  2. Assalamuallaikum wr wb
    Nama : Vevi wijaya
    Nim : 877309743
    Prodi : PG Paud

    Selamat siang teman2 mahasiswa salam kenal ya

    Menurut saya, apa yang disampaikan dalam video tersebut sudah sangat tepat, terutama dalam mengingatkan pentingnya menghindari penggunaan gadget secara berlebihan pada anak. Hal ini memang perlu menjadi perhatian bersama karena dapat berdampak pada perkembangan anak.

    Namun, akan lebih baik lagi jika guru juga mengajak orang tua murid untuk turut berperan aktif dalam mengawasi dan membimbing penggunaan gadget di rumah. Dengan adanya kerja sama antara guru dan orang tua, pengawasan dapat dilakukan secara konsisten sehingga anak dapat menggunakan gadget dengan lebih bijak dan seimbang.

    Terimakasih.

  3. Assalamualaikum wr. wb

    Nama: Siti Maisaroh
    NIM: 856108252

    Izin menanggapi, menurut saya video di atas sangat baik karena mengenalkan literasi digital sejak dini. Dengan cara aktif, kreatif sesuai dengan perkembangan anak, serta menekankan keseimbangan perkembangan teknologi. Adapun dengan cara lain agar anak tidak kecanduan gawai ialah dengan memperkenalkan berbagai permainan tradisional sekaligus bermain bersama, seperti bermain dakon, bermain ular naga panjang. Menurut saya, dalam pembelajaran tersebut sudah dapat mengalihkan perhatian anak dari gawai ke pembuatan proyek yang diberikan guru. hal ini tentunya peran orangtua dirumah sangat penting. kelebihan video tersebut, mengajarkan penggunaan teknologi secara bijak. mengembangkan banyak aspek, melibatkan orangtua dalam pembelajaran, serta mengurangi ketergantungan gagdet. kekurangan dari video tersebut ialah contoh negatif dari penggunaan teknologi masih kurang.

    Wassalamualaikum wr. wb.

  4. ASSAAMUALAIKUM WR,WB
    nama rita wulan dari
    nim 87754643
    izin menanggapi video di atas ,Kalau saya melihat video ini, menurut saya memang sangat sesuai dengan kondisi anak sekarang yang sudah sangat dekat dengan gadget sejak usia dini. Di video ini terlihat jelas bagaimana anak bisa mengalami tantrum ketika penggunaan gadget dihentikan, dan itu memang sering terjadi di kehidupan sehari-hari.

    Menurut saya, cara guru dalam video ini sudah cukup baik, karena tidak langsung melarang anak, tetapi mengajak anak berdiskusi tentang manfaat dan dampak dari penggunaan gadget. Itu penting supaya anak juga paham, bukan hanya sekadar dilarang. Selain itu, kegiatan seperti bermain peran dan membuat bentuk gadget dari karton menurut saya kreatif, karena anak tetap belajar tentang teknologi tapi tidak menggunakan gadget secara langsung.

    Kalau menurut saya, selain cara yang ada di video, guru juga bisa menambahkan kegiatan lain seperti bermain di luar, permainan kelompok, atau kegiatan seni supaya anak lebih aktif dan tidak fokus pada gadget saja. Dengan begitu, perhatian anak bisa dialihkan ke kegiatan yang lebih bermanfaat.

    Untuk project yang diberikan, menurut saya cukup efektif untuk mengurangi keinginan anak bermain gadget, karena anak tetap merasa dekat dengan hal yang mereka sukai, tapi dalam bentuk kegiatan yang lebih aman dan kreatif.

    Kalau dilihat dari peran pengasuhan, menurut saya guru sudah cukup baik dalam membimbing dan mendampingi anak. Hanya saja, mungkin akan lebih maksimal jika ada kerja sama dengan orang tua, supaya pembiasaan penggunaan gadget juga bisa dikontrol di rumah.

    Terakhir, dalam penerapan Project Based Learning, menurut saya bagian yang belum terlalu terlihat adalah tahap refleksi. Akan lebih baik jika setelah kegiatan, anak diajak untuk menceritakan kembali apa yang mereka lakukan dan pelajari.

    sekian dari saya maaf jika saya salah,terimaksih
    wassalamualaikum wr,wb

  5. Assalamualaikum wr wb
    Nama: NUR MILASARI
    Nim: 859563836
    UT majene

    1. Pendapat saya mengenai video
    Menurut saya, video tersebut sangat baik dan relevan dengan kondisi anak usia dini saat ini. Penggunaan teknologi memang tidak bisa dihindari karena anak-anak sudah hidup di era digital. Video ini menunjukkan bahwa teknologi tidak selalu berdampak negatif, tetapi bisa menjadi media pembelajaran yang efektif jika digunakan dengan bijak.
    Saya juga setuju dengan strategi guru yang tidak langsung melarang penggunaan gadget, tetapi mengajak anak berdiskusi tentang manfaat dan dampaknya. Hal ini membantu anak memahami, bukan sekadar takut atau dipaksa berhenti.
    2. Cara lain agar anak tidak kecanduan gadget
    Selain yang ada di video, guru dapat melakukan beberapa cara berikut:
    *Membuat jadwal penggunaan gadget
    Anak dibiasakan menggunakan gadget dalam waktu terbatas dan terkontrol.
    *Mengalihkan ke kegiatan menarik lainnya
    Seperti bermain peran, menggambar, bernyanyi, atau permainan fisik agar anak tidak selalu bergantung pada gadget.
    *Memberikan contoh (role model)
    Guru dan orang tua juga harus membatasi penggunaan gadget di depan anak.
    *Menciptakan interaksi sosial
    Mengajak anak bermain bersama teman untuk meningkatkan kemampuan sosialnya.
    *Menggunakan teknologi secara aktif, bukan pasif
    Misalnya untuk belajar interaktif, bukan hanya menonton video.
    3. Apakah project tersebut efektif?
    Menurut saya, project yang diberikan cukup efektif. Dengan membuat “gadget dari karton”, anak dapat:
    *Menyalurkan keinginan bermain gadget ke bentuk kreativitas
    *Belajar melalui pengalaman langsung (learning by doing)
    *Mengurangi ketergantungan pada gadget asli
    Namun, efektivitasnya akan lebih maksimal jika dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya satu kali kegiatan.
    4. Apakah guru sudah memaksimalkan peran pengasuhan?
    Menurut saya, guru sudah cukup baik dalam menjalankan peran pengasuhan, terutama dalam:
    *Memberikan pemahaman tentang baik dan buruk gadget
    *Mengajak anak berdialog (komunikasi dua arah)
    *Mengarahkan anak ke kegiatan positif
    Namun, peran pengasuhan bisa lebih dimaksimalkan dengan melibatkan orang tua agar penerapan di rumah sejalan dengan di sekolah.
    5. Tahapan Project Based Learning yang belum maksimal
    Tahapan yang menurut saya belum maksimal adalah:
    Tahap refleksi/evaluasi
    Anak belum terlihat diajak untuk merefleksikan pengalaman mereka setelah kegiatan, seperti:
    *Apa yang mereka pelajari
    *Perasaan mereka tanpa gadget
    *Kesimpulan tentang penggunaan gadget
    Selain itu, tahap monitoring (pendampingan selama proses) juga bisa lebih diperjelas agar guru benar-benar memastikan semua anak terlibat aktif.

    Sekian dan terimakasih.

Komentar