17 Comments

Sinopsis

Pada program ini tampak bahwa guru mengalami kesulitan untuk mempertahankan perhatian siswa terhadap materi yang diajarkan. Solusi yang ditawarkan adalah dengan menggunakan alat peraga yang menarik. Siswa dialihkan dan arahkan perhatiannya pada alat peraga yang digunakan guru dalam mengajar. Selain itu siswa diajak mengeksplorasi dengan alat peraga yang disiapkan guru dengan cara meraba atau menggunakan langsung, terakhir siswa diminta mengekspresikann kegembiraan selama kegiatan tersebut berlangsung yang dilakukan secara verbal.

Rusdianto

Dalam tampilan video materi pembelajarannya adalah penjumlahan dan pengurangan suatu bilangan. Tujuan pembelajarannya adalah agar siswa dapat menjumlah dan mengurangkan suatu bilangan. Dalam mengawali pembelajaran guru kurang menggunakan prinsip apersepsi, padahal ini sangan penting dalam pembelajaran matematika. Seperti kita lihat waktu guru masuk kelas suasana masih gaduh karena mungkin ada waktu jeda pergantian mata pelajaran tertentu. Pentingnya apersepsi ini yang penting adalah untuk menyiapkan mental siswa untuk masuk ke mata pelajaran matematika, dan untuk menghubungkan materi pembelajaran yang lalu dengan mata pelajaran sekarang. Pada sesi kedua Pemanfaatan metode sudah tepat yaitu tanya jawab dan demonstrasi, hanya seharusnya siswa disuruh kedepan untuk mencoba menjumlahkan  atau mengurangkan dengan benda tersebut, sehingga siswa akan lebih memperhatikan pembelajaran karena kemungkinan ada anak  yang ingin mencoba. Disamping itu hasil pembelajaran anak akan lebih menjiwai materi yang kita berikan, dan kesan yang ada dalam benak siswa akan lebih tahan lama, sehingga akan mudah di reproduksi sewaktu-waktu diperlukan.

Kesan Umum dalam pembelajaran: Sesi 1  kami melihat penampilan guru kurang rapi, misalnya guru tersebut tidak memakai sepatu tetapi hanya menggunakan sepatu sandal yang terkesan kumuh. Didamping itu pakaiannya kurang rajin nampak ada sebagian bajunya yang lepas. Sedangkan pada sesi 2 pembelajaran nampak lebih hidup karena melibatkan siswa dalam pembelajaran. Pembelajaran akan lebih berhasil jika guru dalam menyampaikan pembelajaran dengan berpakaian yang rajin, dan metode yang dipergunakan banyak melibatkan siswa untuk mencoba.

Drs. Badjuri, M.Pd.

Pemakaian media sudah cukup tepat tapi hanya sebagai media visual saja, dan itupun hanya satu untuk satu kelas dan guru hanya berdiri di depan kelas. Cara mengajarnya pun kurang interaktif. Hanya efektif untuk 2 baris terdepan. Materi sesuai dengan perserta didik cukup. Materi sudah sesuai dengan kurikulum.

Andika Dhanesywara

17 Replies to “Memelihara Konsentrasi”

  1. Nama : Susi Widayanti
    NIM : 857995212

    Refleksi terhadap strategi pembelajaran di atas menunjukkan pendekatan yang responsif dan berpusat pada siswa (student-centered) di kelas. Berikut adalah refleksi analitis mengenai efektivitas dan implementasi dari strategi tersebut:

    Peralihan Fokus yang Konkrit: Mengatasi kendala perhatian siswa dengan alat peraga merupakan langkah tepat, terutama untuk materi abstrak atau siswa pada fase perkembangan visual-kinestetik. Alat peraga yang menarik berfungsi sebagai pemicu ketertarikan awal (hook) yang mengalihkan perhatian siswa dari distraksi kembali ke topik utama.

    Optimalisasi Sensori dan Pembelajaran Aktif: Tahap eksplorasi melalui interaksi langsung (meraba dan menggunakan) mengubah peran siswa dari pendengar pasif menjadi pembelajar aktif. Keterlibatan multisensori ini secara teoritis memperkuat retensi memori dan pemahaman konsep karena siswa mengalami sendiri proses pembelajarannya.

    Validasi Emosi Positif: Meminta siswa mengekspresikan kegembiraan secara verbal di akhir kegiatan memberikan ruang bagi refleksi emosional. Pengalaman belajar yang diasosiasikan dengan emosi positif (joyful learning) dapat meningkatkan motivasi internal dan menurunkan tingkat kecemasan belajar siswa.

    Catatan Efektivitas jangka Panjang: Agar strategi ini tidak sekadar menjadi hiburan sesaat, alat peraga yang digunakan harus dipastikan relevan secara substansial dengan indikator pencapaian kompetensi, bukan sekadar menarik secara visual. Selain itu, guru perlu mengelola manajemen kelas saat eksplorasi mandiri agar situasi tetap kondusif dan terarah.

  2. Assalamu’alaikum warohmatulohi wabarakatuh. Izin menganalisis video diatas. Menurut saya guru tersebut sudah sangat kreatif karena mampu memaafkan media gambar untuk tetap menjaga fokus belajar anak pada saat pembelajaran. Karena pada dasarnya anak-anak kelas rendah akan sulit sekali memfokuskan diri pada pembelajaran, seringkali dari anak-anak akan cepat merasa bosan dengan pelajaran matematika jika tanpa disertai media.

  3. NAMA : Melati Sukma A
    Nim. :858968977

    Menurut Saya ,
    Dalam usia siswa belajar yang masih rendah, konsentrasi belajar pada pelajaran matematika adalah hal yg sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
    Hal ini terjadi bukan karena siswa tidak mengerti atau tidak berminat dalam belajar.
    Namun ada metode yang perlu dirubah dalam pembelajaran yang harus dijalankan oleh Guru.

    Dalam kegiatan pembelajaran terutama pembelajaran matematika guru harus pintar membuat situasi kelas menjadi menyenangkan.
    Selain itu guru juga harus memiliki trik-trik khusus untuk menarik konsentrasi siswa dalam pembelajaran matematika.

    Dalam video tersebut guru telah menerapkan pembelajaran yang mampu menarik minat belajar siswa yaitu dengan menampilkan gambar sebagai alat peraga penarik minat belajar siswa.

    Dengan hal tersebut guru dapat meningkatkan konsentrasi belajar siswa yang awalnya siswa kurang memperhatikan pembelajaran karena pembelajaran terasa membosankan dan pembelajaran dapat berjalan dengan baik dengan kondisi siswa yang fokus dalam kegiatan pembelajaran.

  4. Nama : Elsa Dwi Septiyanita
    Nim : 858958288

    menurut saya , video ini memiliki sisi kelebihan dan kekurangan.
    kelebihannya adalah penggunaan alat peraga membuat pembelajaran lebih menarik dan tidak monoton, siswa tidak hanya melihat tetapi juga terlibat langsung dalam kegiatan tersebut sehingga membantu memusatkan perhatian dan meningkatkan keaktifan siswa.

    kekurangannya adalah tidak semua materi pembelajaran mudah diterapkan dengan alat peraga, guru perlu memastikan semua siswa mendapat kesempatan yang sama untuk mencoba dan berpartisipasi.

  5. Setelah mengamati video tersebut, saya menyadari bahwa konsentrasi siswa tidak dapat dipaksakan hanya dengan meminta mereka diam dan memperhatikan guru. Guru perlu menciptakan pembelajaran yang mampu menarik perhatian siswa dan membuat mereka merasa terlibat dalam kegiatan belajar.

    Hal yang paling penting bagi saya adalah penggunaan media pembelajaran harus disertai dengan metode yang tepat. Media yang menarik memang dapat mengalihkan perhatian siswa, tetapi jika guru kembali menggunakan metode ceramah dalam waktu yang lama, konsentrasi siswa dapat kembali menurun. Karena itu, penggunaan alat peraga sebaiknya dikombinasikan dengan tanya jawab, demonstrasi, praktik langsung, permainan edukatif, atau kegiatan kelompok.

    Saya juga merefleksikan pentingnya apersepsi dan kesiapan belajar. Sebelum masuk ke materi inti, guru sebaiknya memastikan siswa sudah siap secara fisik dan mental. Guru dapat memulai dengan pertanyaan sederhana yang berkaitan dengan pengalaman sehari-hari, permainan singkat, atau kegiatan yang berhubungan dengan materi. Hal tersebut dapat membantu mengarahkan perhatian siswa sebelum pembelajaran dimulai.

    Selain itu, saya belajar bahwa seorang guru harus mampu memahami karakteristik dan rentang perhatian siswa SD. Guru tidak cukup hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga perlu memiliki kreativitas dalam memilih strategi pembelajaran. Laman Guru Pintar Online sendiri menekankan bahwa keterlibatan siswa secara aktif melalui media dan kegiatan eksplorasi dapat membantu mempertahankan perhatian serta membuat pembelajaran lebih bermakna

Leave a Reply