615 Comments

Sinopsis

Pada program video ini diperlihatkan bagaimana cara seorang guru mengatasi masalah pada anak yang belum bisa memegang pensil dengan benar. Cara yang dilakukan adalah dengan melatih motorik halus anak secara bertahap. Diantara cara-cara yang dapat dilakukan adalah dengan memindahkan air dari mangkok satu ke mangkok lainya menggunakan spon, membuka dan menutup gembok kunci, membuka dan memasangkan kancing baju.

Badru Zaman

Pada tayangan video tersebut saya tidak bisa  mengatakan kegiatan ini belum terlihat pembuka, isi, dan penutup, karena video ini tdak ditayangkan secara utuh, untuk penggunaan strategi seperti pendekatan, metode, media sudah baik,  evaluasi sudah nampak dalam unjuk kerja anak.

Untuk mengatasi anak yang belum bisa memegang pensil dengan benar, saran saya sebaiknya diawali dengan pengenalan alat (pensil) seperti  jenis-jenis pensil, kegunaan pensil, bahaya pensil kalau tidak digunakan dengan benar dan lain sebagainya.

Contoh untuk pembelajaran pada tayangan video tersebut sudah baik  yang berkenaan dengan cara cara melatih motorik halus anak guna menguatkan jari-jari tangan saat memegang pensil dengan baik dan benar, semakin banyak melatih jari tangan akan semakin baik cara memegang pensilnya.

Drs. Muman Hendra Budiman, M.Pd.

Pada tayangan video tersebut belum terlihat jelas, kegiatan pembuka, isi, dan penutup. Penggunaan strategi seperti pendekatan, metode, media sudah cukup terlihat namun untuk evaluasi belum terlihat. Untuk tingkat perkembangan anak didik belum begitu sesuai karena biasanya kegiatan pada pembelajaran tersebut dilakukan untuk kelompok A atau bila ada kelompok bermain (melatih motorik halus). Untuk pembelajaran pada tayangan video tersebut sudah sesuai dengan kurikulum yang berlaku, yaitu yang berkenaan dengan cara-cara melatih motorik halus anak guna menguatkan tangan saat memegang pensil dengan benar.

Tri Ekowati

615 Replies to “Mengatasi Anak yang Belum Bisa Memegang Pensil dengan Benar

  1. Setelah saya melihat video di atas saya baru ketahui bahwa penyebab anak tidak bisa memegang pencil dengan benar bukan perkembangan otaknya tetapi karena tidak terbiasanya motorik halus seorang anak, di tempat saya mengajar ada hal yang seperti ini terjadi,, dan permasalahannya bukan hanya karena anak tersebut tidak terlatih motorik halusnya, tetapi juga anak tersebut tidak sabar jika dalam hal memegang pencil atau sifatnya cepat bosan, anak tersebut lebih aktif dalam permainan motorik kadar di banding dengan permainan motorik halus.
    Dalam vidio di atas dapat menjadi contoh bahwa dengan memegang spon dapat melatih motorik halus anak,,, sehingga kelenturan jari- jari anak bukan hanya memegang benda besar tetapi juga dapat membantu anak memegang benda kecil, seperti pencil.

  2. Assalamu’alaikum wr. wb

    Menurut pendapat saya,Video ini sangat bagus dan bermanfaat.
    Guru di video tidak langsung memaksa anak menulis.
    Guru melatih motorik halus anak terlebih dahulu.Kegiatan seperti memeras spon, membuka gembok, dan memasang kancing sangat tepat.Kegiatan ini melatih otot jari anak agar lebih kuat. Jika otot jari sudah kuat, anak akan mudah memegang pensil dengan benar.
    Cara ini tidak membuat anak tertekan karena dilakukan sambil bermain.
    Menurut saya, semua guru PAUD harus melakukan cara seperti ini.
    Anak harus siap dulu baru diajarkan menulis.

    Waalaikumsalam wr. wb

  3. Nama: Msy Dini Hayati
    Nim:860182228
    Prodi: PGPAUD
    Menurut saya video ini menjelaskan bahwa kemampuan motorik halus anak perlu dilatih terlebih dahulu sebelum anak dituntut untuk dapat memegang pensil dengan baik. Latihan tersebut bisa dilakukan melalui kegiatan sederhana, misalnya meremas seperti yang ada di vidio, menjumput, meronce, bermain plastisin, menggunting, dan kegiatan lain yang melatih koordinasi tangan serta jari anak.
    Guru sebaiknya memberikan latihan secara perlahan, bertahap, dan dengan cara yang menyenangkan. Anak tidak perlu dipaksa, tetapi cukup diberikan contoh dan kesempatan untuk mencoba serta berlatih secara berulang-ulang.
    Refleksi saya:
    Setelah melihat video ini, saya semakin memahami bahwa setiap anak memiliki perkembangan dan kemampuan yang berbeda. Sebagai pendidik PAUD, saya perlu lebih sabar dalam mendampingi anak serta memberikan kegiatan yang sesuai dengan kemampuan dan tahap perkembangannya. Saya juga perlu memberikan lebih banyak kegiatan motorik halus agar anak memiliki kesiapan dalam melakukan kegiatan menulis maupun menggambar.
    Sekian dari saya terimakasih..

  4. selamat sore.
    Menanggapi video diatas, sudah tepat simulasi kegiatan yang dilakukan oleh guru tersebut sebagai tahapan pra menulis. Penanganan guru dalam video sangat tepat karena tidak memaksa anak langsung memegang pensil, melainkan memperkuat otot-otot jari tangan terlebih dulu melalui latihan motorik halus secara bertahap. Karena masalah anak belum memegang pensil dengan benar seringkali disebabkan oleh belum matangnya otot pincer graps dan kekuatan pergelangan tangan.
    Penggunaan media yang konkrit dan aplikatif seperti memindahkan air menggunakan spons, memutar kunci gembok, serta memasang dan melepas kancing baju sangat konstektual dengan kehidupan sehari-hari anak sehingga menyenangkan dan tidak membuat anak merasa sedang belajar keras.
    Adapun kegitan lain ynag dapat dilakukan untuk membantu menstimulasi otot jari dan kekuatan tangan anak seperti: bermain playdoh, bermain menjepit pakaian.

  5. Refleksi Program Video: Mengatasi Anak yang Belum Bisa Memegang Pensil dengan Benar

    Setelah menyimak program video tentang cara mengatasi anak yang belum bisa memegang pensil dengan benar, saya memahami bahwa kemampuan memegang pensil tidak dapat berkembang secara instan. Anak membutuhkan latihan yang dilakukan secara bertahap, menyenangkan, dan sesuai dengan tahap perkembangannya. Video tersebut berfokus pada stimulasi motorik halus sebagai dasar untuk membantu anak mengembangkan kemampuan memegang dan mengendalikan pensil.

    Menurut saya, cara yang dilakukan guru cukup menarik karena latihan tidak langsung menggunakan pensil, tetapi melalui kegiatan sederhana yang melatih kekuatan dan koordinasi jari tangan. Contohnya adalah memindahkan air menggunakan spons, membuka dan menutup gembok, serta membuka dan memasangkan kancing baju. Kegiatan tersebut dapat melatih kelenturan jari, kekuatan otot tangan, koordinasi mata dan tangan, serta kemampuan anak dalam mengontrol gerakan tangannya.

    Dari video tersebut saya belajar bahwa sebagai guru, kita perlu memahami bahwa setiap anak memiliki perkembangan motorik yang berbeda. Anak yang belum mampu memegang pensil dengan benar sebaiknya tidak langsung dipaksa untuk menulis, tetapi diberikan berbagai kegiatan stimulasi terlebih dahulu. Guru juga perlu memberikan motivasi dan apresiasi agar anak merasa senang dan percaya diri ketika berlatih.

    Kesimpulannya, kemampuan memegang pensil dengan benar dapat dikembangkan melalui latihan motorik halus yang dilakukan secara bertahap dan menyenangkan. Guru memiliki peran penting dalam memilih kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan anak. Dengan stimulasi yang tepat dan dilakukan secara konsisten, diharapkan kemampuan motorik halus anak semakin berkembang sehingga anak lebih siap melakukan kegiatan menggambar, menulis, dan aktivitas lainnya.

Leave a Reply