1,226 Comments

Sinopsis

Pada program video ini diperlihatkan bagaimana cara seorang guru mengatasi masalah pada anak yang belum bisa memegang pensil dengan benar. Cara yang dilakukan adalah dengan melatih motorik halus anak secara bertahap. Diantara cara-cara yang dapat dilakukan adalah dengan memindahkan air dari mangkok satu ke mangkok lainya menggunakan spon, membuka dan menutup gembok kunci, membuka dan memasangkan kancing baju.

Badru Zaman

Pada tayangan video tersebut saya tidak bisa  mengatakan kegiatan ini belum terlihat pembuka, isi, dan penutup, karena video ini tdak ditayangkan secara utuh, untuk penggunaan strategi seperti pendekatan, metode, media sudah baik,  evaluasi sudah nampak dalam unjuk kerja anak.

Untuk mengatasi anak yang belum bisa memegang pensil dengan benar, saran saya sebaiknya diawali dengan pengenalan alat (pensil) seperti  jenis-jenis pensil, kegunaan pensil, bahaya pensil kalau tidak digunakan dengan benar dan lain sebagainya.

Contoh untuk pembelajaran pada tayangan video tersebut sudah baik  yang berkenaan dengan cara cara melatih motorik halus anak guna menguatkan jari-jari tangan saat memegang pensil dengan baik dan benar, semakin banyak melatih jari tangan akan semakin baik cara memegang pensilnya.

Drs. Muman Hendra Budiman, M.Pd.

Pada tayangan video tersebut belum terlihat jelas, kegiatan pembuka, isi, dan penutup. Penggunaan strategi seperti pendekatan, metode, media sudah cukup terlihat namun untuk evaluasi belum terlihat. Untuk tingkat perkembangan anak didik belum begitu sesuai karena biasanya kegiatan pada pembelajaran tersebut dilakukan untuk kelompok A atau bila ada kelompok bermain (melatih motorik halus). Untuk pembelajaran pada tayangan video tersebut sudah sesuai dengan kurikulum yang berlaku, yaitu yang berkenaan dengan cara-cara melatih motorik halus anak guna menguatkan tangan saat memegang pensil dengan benar.

Tri Ekowati

1,226 Replies to “Mengatasi Anak yang Belum Bisa Memegang Pensil dengan Benar”

  1. Nama : Susilowati
    Nim 860278445

    Setelah menonton video “Mengatasi Anak yang Belum Bisa Memegang Pensil dengan Benar”, saya memahami bahwa kemampuan anak dalam memegang pensil berkembang secara bertahap dan setiap anak memiliki kecepatan perkembangan yang berbeda. Oleh karena itu, guru perlu memberikan stimulasi sesuai dengan kemampuan anak dan tidak memaksakan hasil.
    Menurut saya, sebelum mengajarkan cara memegang pensil, anak perlu dilatih terlebih dahulu melalui kegiatan yang dapat memperkuat otot jari dan tangan, seperti meremas spons, bermain plastisin, memasang kancing, serta memindahkan benda menggunakan tangan. Kegiatan tersebut juga dapat melatih koordinasi mata dan tangan. Dari video tersebut saya belajar bahwa guru harus sabar dan memberikan kesempatan kepada anak untuk berlatih melalui kegiatan yang menyenangkan, sehingga anak dapat berkembang dengan percaya diri sesuai tahap perkembangannya.

  2. Nama : ikmawati
    Nim : 860278889
    Setelah menonton vidio di atas, menurut pendapat saya,
    Vidio pembelajaran dengan judul “Mengatasi Anak yang belum bisa memegang pensil dengan benar”
    di atas, Ibu guru sudah sangat bagus dalam hal mengatasi anak yang belum lancar memegang pensil tapi di awal vidio anak sudah ditugaskan untuk mengisi nama dan tanggal dimana anak kebanyakan sudah bisa memegang pensil dan sudah bisa menulis(kelompok B), sedangkan pembelajaran menebali garis biasanya dilaksanakan saat anak ada di kelompok A yang kebanyakan belum bisa memegang pensil dan belum bisa menulis sehingga kurang sinkron.

  3. Dari video tersebut terlihat permasalahannya “anak tidak bisa menebalkan garis lengkung”, sebagai alternatif guru membuat kegiatan lain yang menstimulasi motorik halus seperti meremas spons, membuka kunci, memasang kancing, dan memutar skrup. Dari kegiatan tersebut diharapakan dapat melatih kekuatan otot tangan, koordinasi mata dan tangan, serta keterampilan motorik halus anak. Dengan kegiatan yang menyenangkan dan sesuai kemampuan anak, diharapkan kemampuan anak dalam mengontrol gerakan tangan dan jari dapat berkembang secara bertahap sehingga nantinya anak lebih siap melakukan kegiatan seperti menebalkan garis.
    terima kasih.

  4. Vidio 1 :Mengatasi anak yang belum bisa memegang pensil.
    Setelah saya menonton vidio 1, guru menghadapi anak yang belum mampu memegang pensil dengan benar, guru memberikan pendapingan secara bertahap dan menggunakan yang menyenangkan agar anaak tidak merasa tertekan anak diberi kesemapatan untuk berlatih untuk mengembangkan kemampuan motorik halus dan koordinasi mata dan tangan.

    Kelebihan :
    -guru memberikan pendampingan sesuai dengan kemampuan anak.
    -guru menggunakan pendekatan yang menyenangkan sehingga anak tidak mudah bosan.
    -anak diberi kesempatan untuk berlatih secara bertahap.
    -kegiatan membantu mengembangkan motorik halus dan koordinasi mata dan tangan.
    – guru menunjukan sikap sabar dan tidak memaksa kemampuan anak.

    Kekurangan :
    -anak membutuhkan waktu yang cukup lama menguasai cara memegang pensil.
    -kegiatan perlu dilakukan secara berulang agar kemampuan anak berkembang.
    -anak lebih baik jika guru menyediakan variasi kegiatan seperti meremas, menjepit,meronce, atau bermain platisin sebelum latihan menggunakan pensil.

    Vidio 2 : Mengatasi anak yang takut menangkap bola.
    Setelah saya menonton vidio ke 2,guru menghadapi anak yang merasa takut ketika melakukan kegiatan menangkap bola. Guru memberikan dukungan dan mencoba membangun keberanian anak secara perlahan. Kegiatan dilakukan dengan cara menyesuaikan kemampuan anak agar anak merasa aman dan percaya diri.

    Kelebihan :
    -guru memahami bahwa setiap anak memiliki kemampuan dan keberanian yang berbeda.
    -guru memberikan dukungan dan motivasi kepada setiap anak.
    -kegiatan dilakukan secara bertahap sehingga anak tidak merasa dipaksa.
    -kegiatan dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar, koordinasi mata dan tangan, serta kepercayaan diri anak.
    -guru menciptakan suasana bermain yg aman dan menyenangkan.

    Kekurangan :
    -anak yang masih takut membutuhkan pendampingan lebih banyak.
    -jika bola dilempar terlalu cepat atau terlalu jauh, anak dapat semakin takut.
    -guru perlu menggunakan seperti bola yang ringan dan berukuran sesuai dengan kemampuan anak.
    -kegiatan sebaiknya dimulai dari jarak yang dekat, kemudian secara bertahap di tingkatkan.

    Kesimpulan : dari ke-2 vidio tersebut saya memahami bahwa guru PAUD perluh memberikan pembelajaran sesuai dengan tahap perkembangan dan kemampuan masing-masing anak. Guru harus sabar memberkkan motivasi, serta menghindari pemaksaan. Anak perlu diberikan kesempatan untuk mencoba secara bertahap melalui kegiatan bermain yang menyenangkan. Dengan demikian kemampuan motorik, keberanian, dan kepercayaan diri anak dapat berkembang secara optimal.

    Terima kasih 🙏

  5. Menurut saya, video tersebut memberikan pembelajaran yang sangat bermanfaat bagi guru PAUD, khususnya dalam menghadapi anak yang belum mampu memegang pensil dengan benar. Sebagai guru, kita tidak seharusnya langsung memaksa anak untuk menulis, tetapi perlu mengetahui terlebih dahulu kesiapan dan perkembangan motorik halusnya.

    Latihan motorik halus dapat dilakukan secara bertahap melalui kegiatan bermain yang sederhana dan menyenangkan, seperti memindahkan air menggunakan spons, membuka dan menutup gembok, serta memasang dan membuka kancing baju. Kegiatan tersebut dapat membantu memperkuat otot-otot jari dan tangan, melatih koordinasi mata dan tangan, serta meningkatkan kelenturan jari yang diperlukan sebagai persiapan untuk memegang pensil.

    Sebagai guru, saya juga perlu memberikan pendampingan, contoh yang benar, motivasi, dan kesempatan kepada anak untuk berlatih tanpa memberikan tekanan. Setiap anak memiliki kecepatan perkembangan yang berbeda, sehingga guru perlu bersabar dan memberikan stimulasi sesuai dengan kemampuan masing-masing anak. Dengan demikian, kemampuan memegang pensil dapat berkembang secara alami melalui pengalaman bermain yang bermakna.

Leave a Reply