324 Comments

Sinopsis

Program video ini berisi strategi seorang guru Taman Kanak-Kanak dalam mengatasi anak yang takut menangkap bola pada saat kegiatan pengembangan fisik-motorik anak di TK. Strategi yang dilakukan guru tersebut adalah sebagai berikut. Pada tahap awal guru memberikan bola yang terbuat dari kain berbulu dan memberikan pengertian dengan sabar bahwa bola tersebut aman. Langkah selanjutnya anaka diajak meraba bola dengan kedua tangannya agar anak dapat merasakan tekstur bola tersebut. Langkah berikutnya adalah dengan memberikan bola tersebut kepada anak untuk memegang dan memainkannya sendiri secara bebas. Biarkan anak melakukan kegiatan ini beberapa kali. Dan akhirnya secara perlahan guru tersebut mengajari anak melempar bola dengan benar kearah guru atau sebaliknya.

Badru Zaman

Tayangan video tersebut sudah bagus. Beberapa hal yang perlu saya sampaikan berkaitan dengan solusi mengatasi anak yang masih takut ketika menangkap bola dalam video tersebut diantaranya:

  1. Tayangan video pembelajaran tersebut tidak secara lengkap/utuh merekam dari awal pembelajaran, sehingga tidak bisa saya ketahui bagaimana guru/pengasuh menyiapkan kegiatan awal (menyiapkan, presensi, berdoa, stretching, dst). Barangkali memang yang menjadi fokus video tersebut langsung pada solusinya.
  2. Strategi dan media sudah baik, hanya sebagai masukan dan alternatif untuk menumbuhkan keberanian dan kemampuan anak;
    • Formasi anak-anak dapat diatur berhadapan media bola kain/kertas yang lembut/bola plastik yang ringan dengan ukuran yang lebih kecil sehingga anak dapat menangkap dan melempar bola dengan baik.
    • Formasi anak dapat bervariasi misal anak membentuk lingkaran terdiri dari 5-6 anak dengan jarak1 meter, 1-2 bola untuk diberikan pada teman sebelahnya secara bersambung sehingga seolah bola tersebut berjalan berputar mengelilingi lingkaran anak-anak. Pengalaman sukses harus menjadi perhatian agar anak merasa percaya diri bahwa dia mampu melakukannya (menangkap maupun melempar), sekaligus sebagai sarana menumbuhkan keberanian . Jarak antar pasangan diatur dari tingkat yang pendek sampai dengan jarak yang kita inginkan sesuai tingkat kemampuan dan perkembangan anak.
    • Media bola dapat diganti yang lebih besar jika tahapan pertama (bola yang lebih kecil sudah tidak merasa takut ketika menangkapnya/melemparkannya. Pada akhirnya anak akan berani dan mampu melempar dan menangkap bola sesungguhnya dengan catatan media disesuaikan dengan kekuatan otot, tingkat pertumbuhan dan perkembangan anak.

Triyono, M.Pd.

Video ini memberi gambaran yang nyata tentang pengembangan motoric kasar khususnya saat kegiatan melempar dan menangkap bola. Urutan langkah kegiatannya cukup mudah dipahami dan mudah diterapkan. Selain itu strategi yang digunakan guru sesuai dengan tingakatan usia anak. Selain itu cara penyampaian guru dalam video juga cukup atraktif sehingga anak-anak tampak antusias dan tujuan pembelajarannya (menumbuhkan keberanian anak menangkap bola) juga dapat tercapai secara jelas. Video ini menginspirasi saya untuk belajar dan terus belajar agar kemampuan saya sebagai guru semakin meningkat.

Satriasih

324 Replies to “Mengatasi anak yang takut menangkap bola saat kegiatan

  1. Nama : Reni P.
    Nim : 877806863

    Selamat Pagi, izin memberikan tanggapan untuk video tersebut.
    Cara atau metode yang digunakan tersebut sangat sederhana namun bermakna. kadang anak merasa takut karena belum mencoba dan belum tahu. Saking udah takut sama bola, kita minta untuk memgang aja kadang tidak mau. Tapi mungkin dengan penjelasan yang baik, dengan memperlihatkan bola itu aman dan tidak akan menyakitkan, saya rasa anak juga akan mau mencoba memegangnya dan melemparnya serta menangkapnya. Ide menggunakan bola kain adalah ide yang baik, membuat anak berani dahulu dan yakin bahwa bola itu aman untuk nya, sehingga ketika menggunakan bola yang lain anak akan menganggap bahwa bola itu juga akan aman seperti sebelumnya.

    satu hal yang saya pelajari adalah, anak-anak hanya butuh diyakinkan. ketika kita bisa meyakinkan, dan anak menjadi percaya dengan kita, maka semuanya akan berjalan lancar dan anak tidak akan takut lagi.

    Demikian tanggapan dari saya, terimakasih ..

  2. Assalamualaikum
    Nama : Laila Nur Robiatul Adawiyah
    Nim : 877862965
    Strategi guru Taman Kanak-Kanak dalam mengatasi anak yang takut menangkap bola dilakukan secara bertahap dan penuh kesabaran. Pada tahap awal, guru menggunakan bola yang terbuat dari kain berbulu agar anak merasa aman dan tidak takut. Guru juga menjelaskan dengan sabar bahwa bola tersebut tidak berbahaya.
    Selanjutnya, anak diajak meraba bola dengan kedua tangannya untuk mengenal tekstur bola. Setelah itu, anak diberi kesempatan memegang dan memainkan bola sendiri secara bebas beberapa kali agar lebih percaya diri.
    Tahap terakhir, guru secara perlahan mengajarkan anak cara melempar dan menangkap bola dengan benar, baik dari anak ke guru maupun sebaliknya. Dengan cara ini, rasa takut anak berkurang dan kemampuan motorik kasarnya dapat berkembang dengan baik.

  3. Nama : Novi Safitri
    NIM : 860157231
    UPBJJ : Bandar Lampung

    Menurut saya cara yang dilakukan guru di video ini sudah sangat sesuai untuk anak usia TK. Takut menangkap bola itu hal biasa. Anak bisa takut karena pernah kena bola, atau karena bolanya terasa keras dan datangnya tiba-tiba.

    Pendekatan guru ini tepat karena memakai cara bertahap dan mengutamakan rasa aman anak :

    – Diawali dengan bola kain berbulu : Pemilihan bolanya pintar. Bola kain itu empuk, ringan, jadi tidak bikin sakit kalau tidak sengaja mengenai badan. Ini langkah awal untuk menghilangkan rasa cemas anak. Ditambah guru menjelaskan dengan sabar kalau bolanya aman, anak jadi merasa dimengerti, bukan disuruh-suruh.
    – Tahap meraba bola : Anak diajak menyentuh dan merasakan tekstur bola. Ini membantu anak membiasakan diri dengan benda yang tadinya ditakuti. Lewat sentuhan, anak jadi pelan-pelan percaya kalau bolanya tidak berbahaya.
    – Bebas bermain dengan bola : Anak diberi kesempatan memegang dan memainkan bola sesukanya tanpa ditarget harus bisa. Di tahap ini anak yang memegang kendali, sehingga takutnya berkurang sedikit demi sedikit. Mengulang kegiatan ini penting supaya rasa amannya makin kuat.
    – Baru belajar lempar-tangkap : Kalau anak sudah nyaman, barulah gurunya mengajarkan teknik melempar dan menangkap. Karena rasa percayanya sudah tumbuh, anak jadi lebih berani mencoba dan badannya tidak kaku saat bola dilempar pelan.

    Beberapa hal yang bisa ditambahkan biar makin efektif:

    1. Perhatikan jarak dan kecepatan lemparan : Waktu mulai lempar-tangkap, buat jarak sedekat mungkin dulu, misalnya hanya selangkah. Sampaikan juga ke anak, “Ibu lempar pelan-pelan ya”, agar anak tidak kaget.
    2. Ajak teman bermain : Setelah anak mau dengan guru, coba libatkan satu teman yang karakternya tenang untuk main lempar-tangkap. Sekalian melatih kemampuan sosialnya.
    3. Puji usahanya, bukan hasilnya : Kasih apresiasi untuk keberanian anak mencoba. Contohnya, “Wah, Kakak hebat sudah berani menyentuh bolanya!” Ini bikin anak lebih percaya diri.
    4. Ganti jenis bola secara bertahap : Kalau sudah lancar pakai bola kain, naik ke bola spons, lalu bola plastik yang ringan, dan terakhir baru bola biasa. Jangan langsung ganti ke bola yang keras.

    Intinya, video ini menunjukkan bahwa rasa takut anak tidak hilang kalau dipaksa, tapi kalau dibuat nyaman setahap demi setahap. Begitu anak merasa aman dan percaya, keterampilan motoriknya juga akan berkembang dengan sendirinya.
    Terimakasih 🙏

  4. Assalamualaikum Wr. Wb
    Perkenalkan nama saya : IMA SUTIANA
    NIM :858478204
    PRODI : PG PAUD
    UPBJJ : Samarinda

    Video tersebut menunjukkan bagaimana guru PAUD membantu anak yang mengalami rasa takut saat kegiatan menangkap bola.Menurut saya,cara yang digunakan sudah tepat karena guru tidak memaksa,tetapi membimbing anak secara perlahan hingga anak merasa nyaman.Saya juga melihat bahwa guru memulai dari hal sederhana,seperti mengenalkan bola yang aman dan memberikan kesempatan anak untuk berinteraksi terlebih dahulu.Pendekatan dengan cara ini membuat anak lebih percaya diri untuk mencoba.Dalam video juga menunjukkan bahwa pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan anak dan kesiapan anak.Dari video tersebut,saya memahami bahwa dalam pendidikan anak usia dini,peran guru bukan hanya mengajr,tetapi juga memberikan rasa aman dan dukungan emosional.Sikap sabar dan perhatian sangatlah dibutuhkan agar anak dapat berkembang dengan baik.

  5. Nama: Cherlin Dea Putri Hulu
    Nim: 878369877

    Video “anak yang takut menangkap bola” pada laman GPO (Guru Pintar Online) Universitas Terbuka menampilkan contoh praktik pengelolaan kegiatan motorik halus dan kasar di PAUD, sekaligus mengilustrasikan bagaimana seorang guru responsif terhadap kecemasan anak didik. Ini sangat bermanfaat bagi kami mahasiswa UT
    Video menunjukkan anak yang enggan menangkap bola karena merasa takut sakit atau merasa tidak mampu, lalu guru menanganinya dengan pendekatan sabar: menggunakan bola tekstur lembut (busa/kain), mengajak anak meraba dan memegang bola, serta membangun rasa aman sebelum mulai berlatih lempar–tangkap secara bertahap. bahwa rasa takut anak dalam aktivitas fisik perlu dipahami, bukan dihakimi, dan diatasi melalui modifikasi alat, pendekatan emosional, serta latihan bertahap.

    Demikian tanggapan dari saya Terimakasih 🙏

Komentar