327 Comments

Sinopsis

Program video ini berisi strategi seorang guru Taman Kanak-Kanak dalam mengatasi anak yang takut menangkap bola pada saat kegiatan pengembangan fisik-motorik anak di TK. Strategi yang dilakukan guru tersebut adalah sebagai berikut. Pada tahap awal guru memberikan bola yang terbuat dari kain berbulu dan memberikan pengertian dengan sabar bahwa bola tersebut aman. Langkah selanjutnya anaka diajak meraba bola dengan kedua tangannya agar anak dapat merasakan tekstur bola tersebut. Langkah berikutnya adalah dengan memberikan bola tersebut kepada anak untuk memegang dan memainkannya sendiri secara bebas. Biarkan anak melakukan kegiatan ini beberapa kali. Dan akhirnya secara perlahan guru tersebut mengajari anak melempar bola dengan benar kearah guru atau sebaliknya.

Badru Zaman

Tayangan video tersebut sudah bagus. Beberapa hal yang perlu saya sampaikan berkaitan dengan solusi mengatasi anak yang masih takut ketika menangkap bola dalam video tersebut diantaranya:

  1. Tayangan video pembelajaran tersebut tidak secara lengkap/utuh merekam dari awal pembelajaran, sehingga tidak bisa saya ketahui bagaimana guru/pengasuh menyiapkan kegiatan awal (menyiapkan, presensi, berdoa, stretching, dst). Barangkali memang yang menjadi fokus video tersebut langsung pada solusinya.
  2. Strategi dan media sudah baik, hanya sebagai masukan dan alternatif untuk menumbuhkan keberanian dan kemampuan anak;
    • Formasi anak-anak dapat diatur berhadapan media bola kain/kertas yang lembut/bola plastik yang ringan dengan ukuran yang lebih kecil sehingga anak dapat menangkap dan melempar bola dengan baik.
    • Formasi anak dapat bervariasi misal anak membentuk lingkaran terdiri dari 5-6 anak dengan jarak1 meter, 1-2 bola untuk diberikan pada teman sebelahnya secara bersambung sehingga seolah bola tersebut berjalan berputar mengelilingi lingkaran anak-anak. Pengalaman sukses harus menjadi perhatian agar anak merasa percaya diri bahwa dia mampu melakukannya (menangkap maupun melempar), sekaligus sebagai sarana menumbuhkan keberanian . Jarak antar pasangan diatur dari tingkat yang pendek sampai dengan jarak yang kita inginkan sesuai tingkat kemampuan dan perkembangan anak.
    • Media bola dapat diganti yang lebih besar jika tahapan pertama (bola yang lebih kecil sudah tidak merasa takut ketika menangkapnya/melemparkannya. Pada akhirnya anak akan berani dan mampu melempar dan menangkap bola sesungguhnya dengan catatan media disesuaikan dengan kekuatan otot, tingkat pertumbuhan dan perkembangan anak.

Triyono, M.Pd.

Video ini memberi gambaran yang nyata tentang pengembangan motoric kasar khususnya saat kegiatan melempar dan menangkap bola. Urutan langkah kegiatannya cukup mudah dipahami dan mudah diterapkan. Selain itu strategi yang digunakan guru sesuai dengan tingakatan usia anak. Selain itu cara penyampaian guru dalam video juga cukup atraktif sehingga anak-anak tampak antusias dan tujuan pembelajarannya (menumbuhkan keberanian anak menangkap bola) juga dapat tercapai secara jelas. Video ini menginspirasi saya untuk belajar dan terus belajar agar kemampuan saya sebagai guru semakin meningkat.

Satriasih

327 Replies to “Mengatasi anak yang takut menangkap bola saat kegiatan

  1. Nama : Jihan Meivita Anggraini
    NIM : 860077711
    Prodi : PGPAUD

    Assalamualaikum wr, wb.
    Selamat malam izinkan saya memberi tanggapan terhadap video pembelajaran di atas :

    Menurut pendapat saya, strategi yang diterapkan oleh guru dalam video ini sangat efektif karena menggunakan pendekatan yang bertahap dan penuh kesabaran. Guru tidak langsung memaksa anak untuk menangkap bola, melainkan memulai dengan bola berbahan kain berbulu yang aman dan ramah untuk anak. Langkah awal seperti meraba tekstur bola dan memainkannya sendiri membantu anak untuk membangun rasa percaya diri serta mengurangi rasa takut.

    Pendekatan ini sejalan dengan prinsip pengembangan fisik-motorik anak usia dini, di mana keterampilan motorik kasar seperti melempar dan menangkap bola harus dilatih secara bertahap sesuai dengan kesiapan anak. Guru juga menunjukkan sikap empati dan komunikasi yang baik, sehingga anak merasa nyaman dan berani untuk mencoba. Dan menuriut saya, metode ini bisa menjadi lebih menarik jika dikombinasikan dengan permainan kelompok sederhana, agar anak dapat belajar menangkap bola sambil berinteraksi dengan teman-temannya.

  2. Kegiatan melempar bola merupakan kegiatan yang sangat baik bagi anak anak, karena dengan melatih lempar bola, bisa melatih motorik kasar, selain itu bisa memperkuat otot otot tangan, bahu, dan kaki, dan saya bisa mempraktekkannya kepada murid saya , jika ada anak yang masih takut melempar bola, maka saya akan melakukan cara yang ada di vidio tersebut, terimkasih

  3. Nama: Nurul Wathoni
    NIM: 859192344
    Prodi: PGPAUD
    Menurut saya, video ini memberikan gambaran yang sangat konkret tentang bagaimana guru menghadapi anak yang memiliki rasa takut dalam kegiatan motorik kasar, khususnya saat menangkap bola. Yang paling saya tangkap adalah pendekatan guru yang dilakukan secara bertahap dan penuh kesabaran, sehingga anak tidak merasa dipaksa, tetapi justru diajak pelan-pelan untuk berani.
    Teknik yang digunakan menurut saya sangat tepat. Guru tidak langsung meminta anak menangkap bola, tetapi dimulai dari mengenalkan bola yang aman, yaitu bola berbahan lembut. Kemudian anak diajak meraba, memegang, hingga bermain secara bebas. Bagi saya, langkah ini sederhana tetapi penting, karena anak diberi kesempatan untuk membangun rasa aman terlebih dahulu sebelum masuk ke tahap keterampilan. Ini menunjukkan bahwa guru memahami kondisi emosional anak, bukan hanya fokus pada hasil akhirnya.
    Saya juga melihat bahwa proses pembelajaran dalam video ini benar-benar menekankan pengalaman langsung. Anak tidak hanya diberi instruksi, tetapi benar-benar dilibatkan secara aktif dalam setiap tahap. Hal ini membuat anak terlihat lebih nyaman dan perlahan berani mencoba. Ketika akhirnya anak mulai belajar melempar dan menangkap bola, proses itu terasa lebih alami, bukan sesuatu yang dipaksakan.
    Selain itu, isi pembelajaran dalam video ini juga relevan dengan pengembangan motorik kasar anak. Kegiatan melempar dan menangkap bola bukan hanya melatih fisik, tetapi juga melatih koordinasi, keberanian, dan rasa percaya diri. Seperti yang disampaikan oleh pakar, pengalaman keberhasilan kecil sangat penting agar anak merasa mampu. Dalam video ini, hal tersebut sudah mulai terlihat melalui tahapan yang diberikan guru.
    Saya juga tertarik dengan variasi strategi yang disarankan, seperti pengaturan formasi anak atau penggunaan ukuran bola yang berbeda. Menurut saya, ini bisa menjadi pengembangan lebih lanjut agar kegiatan menjadi lebih variatif dan tetap menyesuaikan dengan kemampuan anak.
    Secara keseluruhan, video ini menurut saya tidak hanya menunjukkan cara mengajarkan keterampilan motorik kasar, tetapi juga bagaimana membangun rasa percaya diri anak melalui pendekatan yang sabar, bertahap, dan menyenangkan. Ini menjadi pengingat bahwa dalam pembelajaran anak usia dini, proses dan perasaan anak sama pentingnya dengan hasil yang ingin dicapai.

  4. Nama: Nurul Wathoni
    NIM: 859192344
    Prodi: PGPAUD
    Menurut saya, video ini memberikan gambaran yang sangat konkret tentang bagaimana guru menghadapi anak yang memiliki rasa takut dalam kegiatan motorik kasar, khususnya saat menangkap bola. Yang paling saya tangkap adalah pendekatan guru yang dilakukan secara bertahap dan penuh kesabaran, sehingga anak tidak merasa dipaksa, tetapi justru diajak pelan-pelan untuk berani. Teknik yang digunakan menurut saya sangat tepat. Guru tidak langsung meminta anak menangkap bola, tetapi dimulai dari mengenalkan bola yang aman, yaitu bola berbahan lembut. Kemudian anak diajak meraba, memegang, hingga bermain secara bebas. Bagi saya, langkah ini sederhana tetapi penting, karena anak diberi kesempatan untuk membangun rasa aman terlebih dahulu sebelum masuk ke tahap keterampilan. Ini menunjukkan bahwa guru memahami kondisi emosional anak, bukan hanya fokus pada hasil akhirnya. Saya juga melihat bahwa proses pembelajaran dalam video ini benar-benar menekankan pengalaman langsung. Anak tidak hanya diberi instruksi, tetapi benar-benar dilibatkan secara aktif dalam setiap tahap. Hal ini membuat anak terlihat lebih nyaman dan perlahan berani mencoba. Ketika akhirnya anak mulai belajar melempar dan menangkap bola, proses itu terasa lebih alami, bukan sesuatu yang dipaksakan. Selain itu, isi pembelajaran dalam video ini juga relevan dengan pengembangan motorik kasar anak. Kegiatan melempar dan menangkap bola bukan hanya melatih fisik, tetapi juga melatih koordinasi, keberanian, dan rasa percaya diri. Seperti yang disampaikan oleh pakar, pengalaman keberhasilan kecil sangat penting agar anak merasa mampu. Dalam video ini, hal tersebut sudah mulai terlihat melalui tahapan yang diberikan guru. Saya juga tertarik dengan variasi strategi yang disarankan, seperti pengaturan formasi anak atau penggunaan ukuran bola yang berbeda. Menurut saya, ini bisa menjadi pengembangan lebih lanjut agar kegiatan menjadi lebih variatif dan tetap menyesuaikan dengan kemampuan anak. Secara keseluruhan, video ini menurut saya tidak hanya menunjukkan cara mengajarkan keterampilan motorik kasar, tetapi juga bagaimana membangun rasa percaya diri anak melalui pendekatan yang sabar, bertahap, dan menyenangkan. Ini menjadi pengingat bahwa dalam pembelajaran anak usia dini, proses dan perasaan anak sama pentingnya dengan hasil yang ingin dicapai.

Komentar