361 Comments

Sinopsis

Program video ini berisi strategi seorang guru Taman Kanak-Kanak dalam mengatasi anak yang takut menangkap bola pada saat kegiatan pengembangan fisik-motorik anak di TK. Strategi yang dilakukan guru tersebut adalah sebagai berikut. Pada tahap awal guru memberikan bola yang terbuat dari kain berbulu dan memberikan pengertian dengan sabar bahwa bola tersebut aman. Langkah selanjutnya anaka diajak meraba bola dengan kedua tangannya agar anak dapat merasakan tekstur bola tersebut. Langkah berikutnya adalah dengan memberikan bola tersebut kepada anak untuk memegang dan memainkannya sendiri secara bebas. Biarkan anak melakukan kegiatan ini beberapa kali. Dan akhirnya secara perlahan guru tersebut mengajari anak melempar bola dengan benar kearah guru atau sebaliknya.

Badru Zaman

Tayangan video tersebut sudah bagus. Beberapa hal yang perlu saya sampaikan berkaitan dengan solusi mengatasi anak yang masih takut ketika menangkap bola dalam video tersebut diantaranya:

  1. Tayangan video pembelajaran tersebut tidak secara lengkap/utuh merekam dari awal pembelajaran, sehingga tidak bisa saya ketahui bagaimana guru/pengasuh menyiapkan kegiatan awal (menyiapkan, presensi, berdoa, stretching, dst). Barangkali memang yang menjadi fokus video tersebut langsung pada solusinya.
  2. Strategi dan media sudah baik, hanya sebagai masukan dan alternatif untuk menumbuhkan keberanian dan kemampuan anak;
    • Formasi anak-anak dapat diatur berhadapan media bola kain/kertas yang lembut/bola plastik yang ringan dengan ukuran yang lebih kecil sehingga anak dapat menangkap dan melempar bola dengan baik.
    • Formasi anak dapat bervariasi misal anak membentuk lingkaran terdiri dari 5-6 anak dengan jarak1 meter, 1-2 bola untuk diberikan pada teman sebelahnya secara bersambung sehingga seolah bola tersebut berjalan berputar mengelilingi lingkaran anak-anak. Pengalaman sukses harus menjadi perhatian agar anak merasa percaya diri bahwa dia mampu melakukannya (menangkap maupun melempar), sekaligus sebagai sarana menumbuhkan keberanian . Jarak antar pasangan diatur dari tingkat yang pendek sampai dengan jarak yang kita inginkan sesuai tingkat kemampuan dan perkembangan anak.
    • Media bola dapat diganti yang lebih besar jika tahapan pertama (bola yang lebih kecil sudah tidak merasa takut ketika menangkapnya/melemparkannya. Pada akhirnya anak akan berani dan mampu melempar dan menangkap bola sesungguhnya dengan catatan media disesuaikan dengan kekuatan otot, tingkat pertumbuhan dan perkembangan anak.

Triyono, M.Pd.

Video ini memberi gambaran yang nyata tentang pengembangan motoric kasar khususnya saat kegiatan melempar dan menangkap bola. Urutan langkah kegiatannya cukup mudah dipahami dan mudah diterapkan. Selain itu strategi yang digunakan guru sesuai dengan tingakatan usia anak. Selain itu cara penyampaian guru dalam video juga cukup atraktif sehingga anak-anak tampak antusias dan tujuan pembelajarannya (menumbuhkan keberanian anak menangkap bola) juga dapat tercapai secara jelas. Video ini menginspirasi saya untuk belajar dan terus belajar agar kemampuan saya sebagai guru semakin meningkat.

Satriasih

361 Replies to “Mengatasi anak yang takut menangkap bola saat kegiatan

  1. Berdasarkan tayangan video pembelajaran “Mengatasi Anak yang Takut Menangkap Bola”, dapat dipahami bahwa guru memiliki peran penting dalam membantu anak mengatasi rasa takut ketika mengikuti kegiatan fisik-motorik. Menurut saya, strategi yang dilakukan guru dalam video tersebut sangat tepat karena tidak memaksa anak untuk langsung menangkap bola, tetapi memberikan kesempatan kepada anak untuk mengenal dan merasa nyaman terlebih dahulu. Penggunaan bola berbahan kain yang lembut, kemudian mengajak anak meraba, memegang, dan memainkan bola secara bebas merupakan langkah yang dapat membangun rasa aman dan percaya diri anak. Setelah anak mulai terbiasa, guru secara perlahan mengajarkan cara melempar dan menangkap bola. Dari tayangan tersebut saya belajar bahwa dalam menghadapi ketakutan anak, guru perlu bersikap sabar, memberikan dukungan, serta menyesuaikan kegiatan dengan kesiapan dan kemampuan masing-masing anak.

  2. Assalamualaikum Wr. Wb
    Ijin Menyampaikan komentar

    Video pembelajaran mengenai strategi mengatasi anak yang takut menangkap bola saat kegiatan ini menyajikan langkah-langkah stimulasi motorik kasar yang sangat baik dan terstruktur. Saya sangat mendukung pendekatan persuasif dan bertahap yang ditunjukkan dalam video tersebut. Dibandingkan langsung memaksa anak menangkap bola besar yang keras, guru memilih membangun kedekatan dan rasa aman anak terlebih dahulu melalui media yang ramah.Pembelajaran ini menjadi sangat efektif karena menggunakan bola dengan bahan yang lunak seperti dari kain, lalu anak diajak secara aktif untuk merasakan teksturnya dengan cara menekan menggunakan kedua tangan serta memutar-mutarnya. Melalui interaksi fisik ini, guru dapat sekaligus meyakinan anak bahwa bola tersebut sepenuhnya aman dan tidak akan menyakiti mereka. Setelah rasa percaya diri anak tumbuh, proses latihan ditingkatkan secara bertahap dengan pelan-pelan mengajari anak melempar bola ke arah Ibu Guru, hingga akhirnya anak mulai belajar menerima lambungan bola dari guru secara perlahan. Pendekatan berbasis modifikasi media dan tahapan psikologis seperti ini sangat tepat diterapkan di jenjang PAUD demi menumbuhkan keberanian serta mengoptimalkan koordinasi motorik kasar anak

  3. Nama: Wiji Astuti
    Nim: 860210792

    Vidio diatas mengilustrasikan strategi atau praktek baik seorang guru TK dalam menghadapi dan mengatasi kendala psikomotorik anak, khususnya rasa takut anak ketika harus menangkap bola dalam kegiatan pengembangan fisik-motorik.
    Terkadang, anak merasa trauma, cemas, atau kaget saat bola meluncur kea rah mereka (takut terkena muka atau tangan). Guru dalam video menunjukan pendekatan yang sabar dan bertahap diantaranya Adalah:
    • Mengenalkan bola secara fisik kepada anak agar mereka merasa nyaman memegang dan memainkannya sendiri dengan bebas terlebih dahulu.
    • Melakukan pembiasaan secara perlahan dengan mengubah media atau jarak tangkapan.
    • Membimbing anak melempar dan menangkap bola dengan benar kea rah guru atau sebaliknya, secara bertahap hingga rasa takut anak hilang dan tumbuh rasa percaya diri.
    Melaui tayangan video tersebut, terdapat pon penting yang dapat direfleksikan dan diterapkan dalam praktek nyata pembelajarn di kelas PAUD.
    • Pendekatan personal dan kesabaran guru
    Rasa takut pada anak usia dini tidak bisa dihilangkan dengan paksaan .guru harus mampu menciptakan suasana yang aman dan menyenangkan.
    • Prinsip Pembelajaran Bertahap
    Solusi yang diajarkan dalam video mengajarkan kita pentingnya memodifikasi kegiatan . Sebelu manak diminta langsung menangkap bola besar atau bola yang dilempar dari jarak jauh , mereka harus diberikan kesempatan untuk beradaptasi dengan objeknya (bola) melalui eksplorasi bebas.
    • Penyesuaian media Permainan
    Sebagai Guru kita juga harus peka terhadap karakteristik alat permainan (APE) atau media yang digunakan.penggunaan bola yang ukurannya, beratnya atau teksturnya sesuai dengan Tingkat pertumbuhan, kekuatan otot, serta perkembangan motorik anak sangat menentukan keberhasilan stimulasi fisik mereka.

  4. Assalamu’alaikum Warahmatullahi wabarakatuh..

    Ijin menanggapi video tersebut.

    Bagus sekali cara gurunya!

    ✅ Hal yang sudah baik:

    – Langkahnya bertahap, tidak buru-buru
    – Menggunakan bola kain yang lembut & aman
    – Sabar mengajak anak mengenal bola dulu: menyentuh → memegang → bermain sendiri → baru melempar
    – Tidak memaksa anak, jadi anak merasa tenang dan aman

    💡 Sedikit saran:

    – Bisa juga ajak teman dekatnya ikut bermain agar anak makin berani
    – Beri pujian tiap kali anak maju sedikit saja
    – Ikuti kecepatan anak, jangan terburu-buru

    📝 Kesimpulan:
    Cara ini sudah tepat dan sangat bagus untuk anak TK. Gurunya mengerti perasaan anak dan membangun keberaniannya pelan-pelan.

     

  5. Nampak pada video ke-dua ini, seorang anak yang merasa takut untuk menangkap bola saat kegiatan lempar tangkap bersama gurunya, ia menganggap bola itu dapat menyakiti dirinya. Dijelaskan di dalam video bahwa hal seperti ini bisa saja terjadi karena beberapa fakto penyebab, salah satunya adalah pengalaman traumatis anak dimana ia pernah mengalami hal yang ia takuti dalam kondisi kemampuan motoriknya belum sempurna.
    Melalui video tersebut, saya belajar bahwa untuk menangani hal semacam ini, pertama yang perlu kita lakukan adalah memahami kondisi dan perasaan anak, memvalidasi apa yang dirasakannya. Kemudian, perlahan kita dapat melakukan pendekatan bertahap, mulai dari menggunakan media bola yang empuk, meraba dahulu, memegang, mencoba melempar, mencoba menangkap dari jarak dekat hingga terus ditingkatkan sesuai tahap perkembangan anak.
    Video ini menginspirasi saya untuk mencoba mengaplikasikan pendekatan serupa pada permasalahan anak yang menolak makan padahal belum mencoba. Pertama, saya bisa memahami dan memvalidasi perasaan anak, kemudian melakukan pendekatan bertahap serupa. Mulai dari mendampingi anak mencoba memegang makanan, mencium aromanya, hingga perlahan mulai mencoba sedikit.

Leave a Reply