silahkan klik icon jika video tidak dapat diputar
Sinopsis
Program ini menggambarkan siswa yang tidak peduli dengan sampah yang berserakan di halaman sekolah dan membuang sampah sembarangan. Untuk mengatasi masalah ini, guru dapat melakukan pembelajaran untuk menanamkan pembiasaan menjaga kebersihan melalui bentuk permainan ”kompetitif area”, yaitu dengan membagi siswa menjadi kelompok kecil dan berlomba untuk melakukan pembersihan lingkungan sekolah / area masing-masing.
Dadang Sukirman
Dari tayangan yang ada, tidak ada proses pembelajaran, dikarenakan dalam tayangan siswa langsung berada di luar kelas, kebanyakan mereka sedang bermain. Guru keluar kelas dan langsung memperingatkan siswa untuk tidak membuang sampah sembarangan. Tayangan ini lebih mengutamakan pendidikan karakter dimana siswa diharapkan mempunyai sikap kerja sama, disiplin, dan pembiasaan diri dalam hal kebersihan.
Drs. Hanafi, M.Pd.
- Tidak ada berdoa sebelum belajar dan penutup selesai belajar.
- Tidak ada evaluasi diakhir kegiatan belajar.
- Sesuai peserta didik.
- Sesuai kurikulum.
Ranny Indriany Syam S, S.Pd.
Nama: Eka Hendrayadi
NIM:501142956
Model kompetitif merupakan salah satu cara untuk memancing peserta didik agar lebih semangat dalam melakukan suatu kegiatan. Seperti yang ditampilkan dalam video, dimana setiap kelompok bersemangat bersaing untuk menjadi yang terbaik sehingga bisa mendapatkan reward dari guru. Namun saran saya, untuk ditambahkan video aktivitas anak sedang mencuci tangannya dengan sabun setelah selesai memungut sampah, agar tercermin sebuah perilaku positif untuk menjaga Kesehatan tubuh.
Nama : Rizki Niken Suskandari
NIM : 501201014
Prodi : Magister Pendidikan Dasar
UPJJ : Jakarta
Melihat Video Aktifitas Peserta didik terkait pembelajaran model kompetitif diterapkan kepada pendidikan Karakter melalui pembiasaan pembiasaan yang dilakukan bersama dan dicontohkan. Teori Behaviouristik seperti menjadi dasar pembelajaran model kompetitif ini. Stimulus berupa izin masuk kelas lebih awal jika mengumpulkan sampah paling banyak direspon oleh anak melalui aktifitas berkompetisi /berlomba lomba untuk mengumpukan sampah terbanyak dan jika dilakukan secara terus menerus akan menjadi pembiasaan yang baik. Model seperti ini memang cocok digunakan untuk pendidikan karakter atau pembelajaran yang berorientasi pada perubahan perilaku.
NAMA : RISKA
NIM : 501312083
PRODI/UPBJJ : MPDR/SAMARINDA
Pada awal pembelajaran sudah terlihat bahwa siswa belum mengetahui materi tentang penentuan arah mata angin, sehingga sangat penting bagi guru untuk memberi pemahaman terlebih dahulu melalui cara sederhana namun efektif untuk membelajarkan kemampuan siswa menentukan arah mata angin. Pada sesi kedua di video tersebut, Ketika guru melihat respon siswa yang kesulitan untuk menentukan arah mata angin, guru segera memberikan solusi dengan cara melibatkan siswa secara langsung melalui praktik belajar, yaitu dengan membawa siswa ke luar kelas dan mempraktikkan langsung bagaimana penentuan arah mata angin dengan menggunakan tubuh siswa-siswi sendiri sebagai penanda arah mata angin. Sehingga siswa dapat memahami cara menentukan arah mata angin menggunakan tubuhnya sendiri sebagai media belajar.
dalam hal ini, upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas kegiatan pembelajaran selanjutnya adalah guru harus menyediakan media pembelajaran yang bervariasi dan menarik, guru juga harus mampu memberikan dukungan sebagai penguatan atas segala usaha para siswa dalam mengikuti pembelajaran agar para siswa lebih semnagat dan merasa termotivasi.
NAMA : RISKA
NIM : 501312083
PRODI/UPBJJ : MPDR/SAMARINDA
Dari video Pembelajaran dengan Model Kompetitif di atas terlihat siswa lebih menyukai cara Belajar Kompetitif Area karena siswa bisa belajar sambil bermain, pada saat guru meminta siswa membagi kelompok dengan aturan main siapa yang mengumpulkan sampah lebih banyak maka mereka yang akan masuk ke kelas terlebih dahulu, karena sifat belajar kompetitif area yang satu ini bersifat persaingan yang diperlombaan jadi siswa ingin menang terlebih dahulu agar bisa masuk ke dalam kelas. Sedangkan, di video pertama pada saat guru menegur siswa yang membuang sampah pada halaman sekolah, siswa tidak langsung mengutip sampah yang mereka buang sembarangan hal ini dikarenakan guru hanya menegur lewat kata-kata saja bukan bukan tindakan langsung hal seperti itu sangat membosankan bagi siswa. Siswa suka dengan kebersihan tetapi mereka memiliki kebiasaan malas untuk membuang sampah pada tempatnya, oleh karena itu sebagai seorang guru kita harus lebih kreatif lagi dalam memberi pemahaman mengenai dampak positif dan negatif dari membuag sampah secara sembarangan dan membuang sampah pada tempatnya. Hal ini dilakukan untuk membiasakan siswa agar membuang sampah pada tempatnya secara konsisten.
Assalamualaikum
Nama : Sartinah
NIM : 501152989
Prodi : MPDR/UT Pekanbaru/ Tembilahan -Kab.Indragiri Hilir
izin kan saya menanggapi video pembelajaran diatas pembelajaran model kompetitif.
pembelajaran model kompetitif ini adalah pembelajaran melalui pendekatan dalam proses belajar mengajar dimana siswa disorong untuk berkonpetisi.
pembelajaran pada video tersebut lebih kepada pembiasaan. meskipun model ini dapat mendorong motivasi dan kerja keras, namun model ini juga berotensi menciptakan tekanan dan memperkuat ketidakserataan diantara siswa, artinya siswa lebih cenderung berkompetisi secara berkelompok bukan ke arah berkolaborasi. Kemudian diakhir kegiatan tersebut tidak terlihat guru membimbing peserta didik untuk mencuci tangan, hal ini bisa berdampak buruk pada kesehatan peserta didik. Kemudian guru tidak memberi penguatan terhadap kegiatan yang telah dilakukan.
Kegiatan yang dilakukan pembiasaan, sebaiknya dilakukan lebih kearah model kolaboratif, artinya peserta didik ditanamkan sifat bekerjasama, hal ini juga lebih tepat dan bagus dilakukan pada penanaman dan implementasi budaya positif di sekolah.
Demikian tanggapan dari saya, Trimks
Nama : Widiyaningrum Dewi
NIM : 501252762
UPBJJ : Semarang
Pada video tersebut, guru menanamkan Pendidikan karakter sesuai dalam P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) pada dimensi bergotong-royong. Seperti yang kita ketahui dalam Kurikulum Merdeka, P5 merupakan kegiatan pembelajaran yang bertujuan untuk mengembangkan karakter dan kompetensi siswa sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. P5 menerapkan pembelajaran berbasis proyek yang bersifat lintas disiplin ilmu. Kegiatan ini dilakukan dengan mengamati dan mencari solusi untuk masalah-masalah yang ada di sekitar. Adapun masalah yang ada dalam video tersebut adalah sampah yang berserakan di halaman sekolah. Dengan guru terlibat langsung dan menanamkan pembiasaan, siswa menjadi lebih peduli akan kebersihan.
Nama : Erna Milosopa
NIM : 501362619
Setelah saya menyimak video dengan judul : Pembelajaran Model Kompetitif, yaitu guru melaksanakan pembelajaran pembiasaan dengan kompetitif area. Guru sangat kreatif menerapkan pembelajaran ini karena melihat kondisi lingkungan sekolah kotor. Penerapan pembiasaan ini dengan cara membentuk kelompok dan memberi tantangan edukatif karena selain sebagai pembelajaran membudayakan gotong-royong dan bersih lingkungan juga melatih siswa bertanggung jawab atas tugas yang diberikan tanpa siswa menganggap sebagai beban. Model pembiasaan ini bisa menjadi contoh untuk diterapkan di sekolah lain. Untuk saran kelompok yang dibentuk akan lebih baik berbedah setiap hari agar siswa terlatih juga dalam berinteraksi dengan teman yg berbeda.
Pembelajaran model kompetitif dapat menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan keterlibatan siswa dan hasil belajar. Namun, penting untuk memastikan bahwa persaingan berlangsung dalam konteks yang sehat dan mendukung, sehingga semua siswa merasa dihargai dan termotivasi untuk belajar.
Nama : Halimatus Sakdiyah
Nim : 501322392
Dalam video yang berjudul ” pembelajaran model kompetitif”
Semula guru hanya mengamati apa yang dilakukan oleh siswa, guru melihat belum munculnya kesadaran siswa dalam penerapan budaya positif utamanya dalam membuang sampah pada tempatnya, untuk membentuk karakter siswa utamanya dalam pembiasaan membuang sampah pada tempatnya guru ikut terlibat bermain dengan siswa dengan memasukkan karakter pembiasaan diri terhadap siswa.
Nama : Wahdah Mahfudhoh
NIM : 501322536
Dalam video ini, guru Mengajarkan nilai-nilai penting seperti tanggung jawab dan kerja sama dalam suasana yang menyenangkan.
Praktis dan relevan dengan kehidupan sehari-hari, khususnya terkait kebersihan lingkungan sekolah. Namun, beliau tidak memberikan pembuka dan penutup yang jelas serta tidak evaluasi, sehingga mungkin masih banyak pertanyaan yang belum terjawab bagi siswa.