9 Comments

Sinopsis

Video ini menggambarkan upaya seorang guru anak usia dini yang mencoba menerapkan permainan pesan berbisik guna mengembangkan keterampilan motorik anak. Dalam permainan pesan berbisik ini, anak-anak selalin dikembangkan kemampuan motoriknya melalui kegiatan berlari zig zag, juga melompat dan menirukan berbagai gerakan sesuai gambar pada kartu yang digunakan guru. Permainan ini merupakan salah satu alternatif bagi guru anak usia dini dalam mengembangkan motorik anak agar kegiatan pengembangan lebih bervariasi dan lebih menarik.

Sri Tatminingsih

  1. Pada tayangan video ini bu guru tidak terlihat menampilkan tayangan pembuka dan menutup pembelajaran dalam permainan berbisik.
  2. Dalam strategi, pendekatan, serta metode sudah sesuai dengan pembelajaran di TK, namun dalam evaluasi pembelajaran tidak ditampilkan.
  3. Kesesuaian pembelajaran sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik, anak usia dini.
  4. Kesesuaian dengan kurikulum yang berlaku, yaitu anak dapat melakukan beberapa perintah sederhana.

Rahmawati

9 Replies to “Pesan Berbisik

  1. Saya telah menonton video pembelajaran dari GPO UT pada seri Pengembangan Motorik PAUD, yaitu kegiatan Pesan Berbisik. Pada video tersebut terlihat bahwa kegiatan pembelajaran dirancang secara terpadu antara aspek motorik kasar dan bahasa. Melalui permainan ini, guru menstimulasi kemampuan anak untuk bergerak aktif sekaligus melatih kemampuan menyimak, mengingat, dan menyampaikan pesan dengan benar kepada teman berikutnya.

    Dalam video terlihat seorang guru memandu sekitar 20 anak yang dibagi menjadi dua kelompok. Setiap kelompok berbaris, lalu anak pertama menerima pesan dari guru dan menyampaikannya secara berbisik kepada teman di belakangnya hingga sampai pada anak terakhir. Pada prosesnya, anak juga melakukan gerakan seperti melompat, berbalik, dan bergerak menuju teman berikutnya. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan bahasa dapat dipadukan dengan aktivitas motorik kasar sehingga pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan tidak monoton.

    Menurut saya, kegiatan tersebut sudah berjalan cukup baik dan menarik minat anak. Anak terlihat antusias mengikuti permainan serta belajar bekerja sama dalam kelompok. Alat dan bahan yang digunakan juga sederhana sehingga mudah diterapkan di kelas PAUD. Namun, karena kegiatan melibatkan gerakan aktif dan jumlah anak cukup banyak, ruangan yang digunakan terlihat agak sempit. Akan lebih baik apabila kegiatan motorik kasar seperti ini dilaksanakan di area yang lebih luas, misalnya halaman sekolah atau ruang terbuka, agar anak dapat bergerak lebih leluasa dan meminimalkan risiko bertabrakan atau cedera.

    Selain itu, pembagian kelompok juga dapat dibuat lebih kecil. Misalnya jika terdapat 20 anak, guru dapat membagi menjadi empat kelompok yang masing-masing berisi lima anak. Dengan demikian, waktu menunggu giliran menjadi lebih singkat sehingga anak tidak mudah bosan dan tetap fokus mengikuti kegiatan.

    Sebagai pengembangan, permainan ini juga dapat dimodifikasi dengan memadukan bahasa dan motorik halus, misalnya anak diminta menuliskan pesan yang diterima di akhir permainan. Selain itu, jika ruang terbatas, gerakan motorik kasar dapat disederhanakan, misalnya anak menirukan gerakan sesuai kata yang dibisikkan tanpa harus berlari atau berpindah tempat.

    Secara keseluruhan, video ini memberikan gambaran bahwa pembelajaran terpadu di PAUD sangat penting karena satu kegiatan dapat menstimulasi beberapa aspek perkembangan anak sekaligus, terutama bahasa, motorik, sosial emosional, dan kerja sama.

  2. Video ini menunjukkan bahwa pembelajaran pada anak usia dini dapat dikemas melalui permainan sederhana seperti “pesan berbisik” yang dimodifikasi menjadi kegiatan motorik. Kegiatan seperti berlari zig-zag, melompat, dan menirukan gerakan terbukti mampu menstimulasi perkembangan motorik kasar anak dengan cara yang menyenangkan.
    Sebagai guru saya menyadari bahwa pembelajaran yang efektif tidak harus selalu menggunakan metode formal, tetapi bisa melalui permainan yang kreatif dan variatif. Selain mengembangkan motorik, kegiatan ini juga melatih konsentrasi, kerja sama, dan kemampuan mengikuti instruksi.
    Sebagai guru diperlukan pembelajarn yang lebih inovatif dalam merancang kegiatan pembelajaran yang aktif dan menarik, sehingga anak-anak dapat belajar sambil bermain dengan penuh antusias.

  3. setelah melihat video tersebut saya dapat merefleksikannya sebagai berikut
    Kegiatan pesan berbisik merupakan pembelajaran yang menyenangkan karena dilakukan melalui permainan. Anak-anak menyampaikan pesan secara berantai, sehingga mereka dapat belajar sambil bermain. Kegiatan ini dapat melatih konsentrasi, daya ingat, serta kemampuan bahasa anak dalam mendengar dan menyampaikan informasi.
    Selain itu, aspek motorik dan sosial emosional juga ikut berkembang, seperti koordinasi gerak, kerja sama, dan kemampuan menunggu giliran. Menurut saya, kegiatan ini efektif untuk diterapkan di PAUD karena sederhana namun memberikan banyak manfaat bagi perkembangan anak secara menyeluruh.

  4. Dari video tersebut, terlihat sekali anak anak lebih bersemangat belajar dengan bermain. Melalui kegiatan tersebut anak anak dapat meningkatkan perkembangan motorik mereka dengan bermain zig zag, melompat. Selain itu, menurut saya permainan ini juga dapat menumbuhkan keberanian anak dalam mengungkapkan pesan yang dia dengar dengan penuh percaya diri. Anak juga lebih santai dalam belajar.
    Kegiatan ini efektif dan bervariasi untuk diterapkan di kelas PAUD serta dapat memberikanmanfaat bagi perkembangan anak anak khususnya pada perkembangan motorik anak

Komentar