30 Comments

Sinopsis

Dalam pelaksanaan senam di beberapa TK selalu menerapkan senam yang sama seperti senam sehat ceria, senam gembira, ataupun senam fantasi melalui cerita. Kegiatan senam semacam ini kadangkala membuat anak-anak bosan dan merasa tidak tertarik atau tidak tertantang untuk mengikutinya dengan antusias. Mereka tampak enggan dan hanya akhirnya pengembangan motorik kasar para siswa dapat menjadi kurang optimal. Berdasarkan hal tersebut maka dalam program video ini akan disajikan mengenai kegiatan senam tradisional, yaitu kegiatan senam dengan menggunakan musik iringan berirama gamelan dengan gerakan-gerakan yang dikombinasikan antara senam dan gerakan tari secara umum.

Bagaimana pendapat Anda setelah menyaksikan program video ini? Apakah Anda mempunyai masalah yang sama namun sudah berhasil menemukan solusi dari permasalahan yang Anda hadapi terkait dengan bagaimana melatih motorik kasar dan seni melalui kegiatan senam. Dapatkah Anda menuangkan buah pikiran dalam kolom yang disediakan di bawah ini? Dengan Anda membagi pengalaman sejenis dengan tayangan program video ini, secara tidak langsung Anda telah membantu rekan sejawat guru yang memiliki masalah serupa.

Sri Tatminingsih

Dalam tanyangan video tersebut, belum terlihat secara jelas bagaimana guru membuka dan menutup pembelajaran. Saat mengisi pembelajaran sudah cukup jelas. Dalam video juga sudah tercakup penggunaan strategi (berorientasi pada anak), pendekatan, metode dan media, namun untuk penggunaan evaluasi belum terlihat jelas. Materi pembelajaran juga sudah sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik (anak mampu melakukan gerakan mata, tangan, kaki, kepala secara terkoordinasi dalam menirukan berbagai gerakan yang teratur) dan ini juga terdapat dalam kurikulum yang berlaku.

Tri Ekowati

30 Replies to “Senam Tradisional”

  1. Assalamualaikum
    Nama : Mardiah Saputri
    NIM : 856669099
    UPBJJ : Jambi
    Video kegiatan yang sangat menarik dan menginspirasi! Pembelajaran melalui Senam Tradisional ini tidak hanya ampuh mengasah keterampilan motorik kasar dan koordinasi tubuh anak, tetapi juga menjadi sarana yang sangat baik untuk mengenalkan budaya sejak dini. Anak-anak terlihat begitu bersemangat, ceria, dan aktif bergerak bersama. Bimbingan dari pendidik juga sangat komunikatif sehingga kelas terasa sangat hidup!

  2. Pada kegiatan motorik kasar yang telah digabungkan dengan seni tarian daerah seperti yang terdapat dalam video tersebut dapat memberikan gambaran kepada kita bahwa sebagai seorang guru kita perlu menumbuhkan kreativitas dan memahami bagaimana cara menguasai kelas, terutama pada kegiatan motorik kasar dengan irama musik memang membutuhkan gerakan yang energik dan aktif. Bila guru memberikan contoh yang tidak ekspresif dan semangat maka anak akan mudah jenuh. Ide yang kreatif dibutuhkan ditambah dengan menari tradisional dapat memperkenalkan budaya daerah dengan gerakan-gerakan yang khas.

  3. Tanggapan

    Dari video yang saya lihat, kegiatan senam tradisional dilakukan dengan memadukan gerakan senam, tari, dan musik gamelan. Menurut saya, kegiatan ini menarik untuk anak usia dini karena membuat anak aktif bergerak sekaligus mengenal budaya tradisional. Senam juga dapat membantu melatih motorik kasar, keseimbangan, koordinasi gerakan, dan kelenturan tubuh anak.

    Selain itu, kegiatan ini dapat menjadi cara guru mengenalkan budaya Indonesia sejak dini. Guru perlu memberikan gerakan yang sederhana dan menyesuaikannya dengan kemampuan anak agar kegiatan tetap menyenangkan dan tidak membuat anak merasa terbebani.

    Refleksi

    Setelah melihat video tersebut, saya memahami bahwa kegiatan senam di TK dapat dibuat lebih kreatif agar anak tidak mudah bosan. Gerakan senam dapat dikombinasikan dengan musik, tari, permainan, atau tema pembelajaran.

    Dalam kegiatan di kelas, saya ingin menggunakan gerakan sederhana, misalnya menirukan gerakan hewan atau gerakan tari. Saya juga akan memberikan contoh secara perlahan dan memberikan kesempatan kepada setiap anak untuk mencoba sesuai kemampuannya. Menurut saya, yang terpenting adalah anak merasa senang, aktif bergerak, dan berani mengikuti kegiatan.

  4. assalammualaikum wr.wb

    NAMA:Marchita
    Nim :857888917
    Prodi :PGPAUD

    Izin berbagi pendapat dalam vidio tersebut.

    Dari tayangan video terlihat bahwa di banyak TK kegiatan senam yang dilakukan masih itu-itu saja, seperti senam sehat ceria, senam gembira, atau senam fantasi lewat cerita. Karena gerakan dan lagunya selalu sama, anak-anak menjadi jenuh dan kurang bersemangat untuk ikut. Ada yang malas-malasan dan hanya ikut setengah hati, sehingga latihan gerak kasarnya jadi tidak maksimal.
    Untuk itu dalam video ini ditampilkan contoh senam tradisional, yaitu senam yang diiringi musik gamelan dan gerakannya dipadukan antara gerakan senam dengan gerakan tari sederhana.

    -Pendapat saya setelah melihat video:
    Menurut saya kegiatan senam tradisional ini sangat menarik dan bisa menjadi solusi. Musik gamelan membuat anak lebih antusias dan gerakannya yang bervariasi membuat anak tidak cepat bosan. Ini baik untuk melatih motorik kasar sekaligus mengenalkan budaya daerah pada anak.
    Di tempat saya mengajar juga pernah mengalami masalah yang sama, anak bosan dengan senam yang sama terus. Cara saya mengatasinya dengan mengganti iringan musik dengan lagu daerah, menambahkan properti seperti selendang, dan sesekali senam di halaman luar kelas agar suasana baru.

    sekian dan terimakasih.
    wassalammualaikum wr.wb.

    Refleksi saya:
    Saya menyadari sebagai guru harus lebih kreatif dalam mengemas kegiatan senam. Tidak hanya mengejar gerakan fisik saja, tapi juga harus memasukkan unsur seni dan kegembiraan. Dengan senam tradisional ini anak jadi sehat, senang, dan juga belajar mencintai budaya sendiri. Ke depan saya ingin mencoba menerapkan senam tradisional ini di TK kami.

  5. Nama : sahara Eka Pratiwi
    NIM : 858199573
    UPBJJ : UT Palangkaraya

    Refleksi Video Pembelajaran “Anak Sulit Berimajinasi Saat Menggambar”

    Setelah menonton video pembelajaran “Anak Sulit Berimajinasi saat Menggambar”, saya memahami bahwa setiap anak memiliki kemampuan dan perkembangan imajinasi yang berbeda-beda. Ada anak yang mudah menuangkan ide ke dalam gambar, tetapi ada juga anak yang masih bingung dan cenderung meniru gambar dari guru atau temannya.

    Menurut saya, hal yang menarik dari video tersebut adalah cara guru membantu anak dengan tidak memaksa mereka untuk langsung menghasilkan gambar. Guru memberikan kesempatan kepada anak untuk mengamati lingkungan di luar kelas. Setelah itu, anak diajak bercerita tentang apa yang mereka lihat dan menuangkannya dalam bentuk gambar. Cara ini memberikan pengalaman nyata kepada anak sehingga mereka lebih mudah menemukan ide untuk menggambar.

    Dari video tersebut saya belajar bahwa guru PAUD sebaiknya memberikan kebebasan kepada anak untuk berekspresi dan tidak terlalu cepat memberikan contoh gambar yang harus ditiru. Jika guru selalu memberikan contoh yang sama, anak dapat menjadi terbiasa meniru dan kurang menggunakan imajinasinya sendiri. Kegiatan menggambar seharusnya lebih menekankan proses, kreativitas, dan keberanian anak dalam mengungkapkan ide.

    Sebagai guru PAUD, saya akan mencoba menerapkan pembelajaran yang memberikan pengalaman langsung kepada anak, misalnya mengajak anak mengamati tanaman, hewan, benda, atau keadaan di sekitar sekolah sebelum kegiatan menggambar. Saya juga akan memberikan apresiasi terhadap setiap hasil karya anak dan mengajak mereka menceritakan gambar yang dibuat.

Leave a Reply