18 Comments

Sinopsis

Program video ini berisi gambaran upaya seorang guru yang berusaha membuat siswa-siswanya menyukai pelajaran matematika dan tidak lagi bermalas-malasan utuk belajar matematika. Dalam program ini guru menggunakan narasumber dari berbagai profesi untuk menjelaskan mafaat dan asyiknya belajar matematika.

Mulyadi

Cerita dalam video itu cukup menarik, walaupun hanya sekilas bahwa seorang arsitek yang menyatakan bahwa matematika itu sangat bagi seorang arsitek dengan harapan bahwa matematika menjadi disenangi siswa.

Prof. Dr. Wahyudin (UPI Bandung)

Alasan siswa tidak menyukai pembelajaran matematika dalam tayangan tersebut “mungkin” dikarenakan guru tidak menggunakan alat peraga dalam mengajar matematika. Hal tersebut dimungkinkan karena mengajar matematika di kelas rendah harus menggunakan alat peraga. Selain untuk menarik perhatian siswa, alat peraga juga sangat berguna untuk membantu siswa dalam memahami konsep abstrak .

Dengan menghadirkan seorang arsitek dalam kelas tentunya menambah motivasi siswa mempelajari matematika. Arsitek memang tepat dijadikan contoh profesi yang berkaitan dengan bangun ruang. Profesi ini membutuhkan pemahaman yang baik konsep bangun ruang serta ketelitian yang tinggi dalam menghitung luar volume suatu bangun ruang pada saat merancang suatu bangunan.

Ade Kaesih (Guru SDN Malangbong Cimalaka)

===============
  1. Dalam membuka, mengisi dan menutup pembelajaran sudah cukup baik. Hanya tidak ada sapa pada siswa agar menciptakan suasana yang nyaman, tidak langsung pada penyampaian materi.
  2. Penggunaan strategi metode masih ceramah.
  3. Media kurang evaluasi/kesimpulan tidak melibatkan siswa.
  4. Kesesuaian sudah, Masih teacher center.

Etty Misawati 

18 Replies to “Siswa Tidak Menyukai Pelajaran Matematika”

  1. Nama: Sintia Rahmawati
    NIM: 877619235

    Izin menanggapi terkait video pembelajaran di atas.

    Menurut saya, video tersebut menunjukkan permasalahan yang cukup sering terjadi di kelas, yaitu siswa kurang menyukai pelajaran Matematika. Siswa cenderung menganggap Matematika sebagai pelajaran yang sulit dan membosankan. Hal ini tidak selalu disebabkan oleh kemampuan siswa, tetapi bisa juga karena cara guru menyampaikan materi kurang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa.

    Menurut saya, hal pertama yang perlu dilakukan guru adalah mencari tahu alasan siswa tidak menyukai Matematika. Guru dapat mengajak siswa berbicara secara sederhana, melakukan pengamatan selama pembelajaran, atau memberikan pertanyaan tentang bagian pelajaran yang dianggap sulit. Dengan begitu, guru tidak langsung menyimpulkan bahwa siswa malas atau tidak mampu belajar Matematika.

    Langkah perbaikan yang dapat dilakukan adalah membuat pembelajaran lebih menyenangkan dan dekat dengan kehidupan siswa. Misalnya, guru menggunakan permainan berhitung, benda-benda yang ada di sekitar kelas, gambar, atau kegiatan kelompok. Materi juga dapat dikaitkan dengan kegiatan sehari-hari seperti berbelanja, menghitung uang, mengukur benda, atau menentukan waktu. Dengan cara tersebut, siswa dapat memahami bahwa Matematika sebenarnya banyak digunakan dalam kehidupan mereka.

    Selain itu, guru sebaiknya memberikan kesempatan kepada siswa untuk lebih aktif. Siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan guru, tetapi juga diberi kesempatan untuk mencoba, berdiskusi, bertanya, dan menjelaskan jawabannya sendiri. Guru juga perlu memberikan apresiasi terhadap usaha siswa, termasuk ketika jawabannya masih belum tepat, agar siswa tidak takut untuk mencoba.

    Setelah dilakukan perbaikan, guru perlu melihat kembali apakah siswa menjadi lebih aktif dan tertarik mengikuti pembelajaran. Jika masih ada siswa yang mengalami kesulitan, guru dapat memberikan pendampingan atau menggunakan cara lain yang lebih sesuai.

    Kesimpulannya, masalah siswa yang tidak menyukai Matematika perlu dilihat dari berbagai sisi. Guru tidak cukup hanya meminta siswa untuk belajar lebih giat, tetapi juga perlu memperbaiki proses pembelajarannya. Pembelajaran yang menyenangkan, menggunakan media yang sesuai, dan melibatkan siswa secara aktif diharapkan dapat membuat siswa lebih percaya diri dan perlahan menyukai pelajaran Matematika.

  2. Kekuatan
    Di dalam video ini menunjukkan upaya seorang guru dalam meningkatkan minat dan motivasi siswa untuk belajar matematika dengan menghadirkan narasumber dari berbagai profesi. Hal ini membantu siswa memahami bahwa matematika bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari dan berbagai jenis pekerjaan sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik dan bermakna.

    Kelemahan
    Pembelajaran dengan menghadirkan narasumber berpotensi kurang melibatkan siswa secara aktif apabila hanya berfokus pada penjelasan. Selain itu, setiap siswa memiliki minat dan kemampuan yang berbeda, sehingga cara tersebut belum tentu efektif bagi semua siswa. Jika tidak disertai praktik langsung, siswa juga mungkin kesulitan memahami penerapan matematika dalam kehidupan nyata.

    Solusi
    Guru sebaiknya mengombinasikan penjelasan narasumber dengan kegiatan yang melibatkan siswa secara aktif, seperti permainan matematika, diskusi, kuis, atau praktik sederhana. Guru juga dapat memberikan contoh penerapan matematika dalam kehidupan sehari-hari, seperti menghitung pecahan uang atau mengukur benda menggunakan alat ukur sederhana serta memberikan apresiasi untuk meningkatkan kepercayaan diri dan semangat siswanya dalam belajar matematika.

  3. Nama : Khonsa Nabilla Cahyadi
    UPBJJ : UT Bandar Lampung

    Berdasarkan video tersebut, dapat disimpulkan bahwa guru memiliki peran penting dalam menumbuhkan minat dan semangat siswa untuk belajar matematika. Guru perlu menunjukkan bahwa matematika bukan hanya pelajaran yang sulit dan membosankan, tetapi juga memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari.

    Menurut saya, dengan menghadirkan narasumber dari berbagai profesi, siswa dapat mengetahui bahwa matematika digunakan dalam berbagai pekerjaan dan aktivitas sehari-hari. Cara ini dapat membuat siswa lebih tertarik, termotivasi, dan tidak malas lagi belajar matematika. Oleh karena itu, guru perlu menciptakan pembelajaran yang menarik, menyenangkan, dan menghubungkan materi dengan kehidupan nyata agar siswa lebih mudah memahami serta menyukai pelajaran matematika.

Leave a Reply