281 Comments

Sinopsis

Program ini menggambarkan upaya seorang guru Taman Kanak-kanak dalam mengatasi anak yang sulit mengenal konsep bilangan. Upaya guru tersebut antara lain: mengajak anak untuk membilang dengan permainan dan lagu dan atau tepuk; membuat alat peraga permainan konsep bilangan kemudian anak diminta meletakkan sejumlah benda sesuai lambang bilangan tersebut; memberikan tugas berupa lembar kerja memasangkan benda sesuai lambang bilangannya atau melingkari benda sesuai lambang bilangannya; dan mengulas kembali hasil karya anak yang paling baik serta memberikan penguatan kepada anak yang hasil karyanya baik berupa pemberian stempel bintang di tangannya.

Netti Hernawati

Dalam membuka pelajaran guru bagus dalam mengkaitkan dengan materi yang lalu dengan mengutarakan akan melakukan permainan dengan bola.

Guru mengutarakan bahwa pelaksanaan permainan didalam kelas sambil berhitung untuk mengenalkan konsep bilangan pada anak.

Menyuruh anak mengambil bola dalam kranjang dan menghitung, akan lebih baik lagi jika yang menghitung anak sendiri sambil ditunjukan pada teman-temannya.

Sayang guru dalam memilih anak yang mengambil bola hanya anak perempuan sebaiknya juga anak laki-laki sehingga ada variasi dan tidak merasa dikesampingkan.

Guru dalam menggunakan tehnik pengenalan konsep bilangan bagus dengan melakukan bernyanyi bersama dengan alat peraga badan sendiri.

Tehnik yang digunakan guru cukup memperhatikan perkembangan anak dengan alat peraga yang ada disekitar anak.

Penanaman konsep yang dilakukan guru dengan menggunakan LKS yaitu ada gambar yang dibawahnya ada angka anak disuruh melinghkari sesuai dengan jumlah gambar yang ada yang dilakukan anak secara mandiri .

Secara umum pelaksanaan pembelajaran bagus sesuai dengan materi yang disampaikan guru .

Perbaikan yang diusulkan adalah peraga yang nyata atau tiruan yang beraneka ragam digunakan guru untuk menyampaikan konsep bilangan dan memberikan penilaian pada  anak  .

Memberikan penghargaan bagi anak yang menang dengan memberikan stempel di tangan kanan dan kiri.

Ada beberapa kegiatan yang dilakukan guru tidak bisa ditampilkan dalam vidio secara lengkap seperti penilaian guru.

Dra. Aini Indriasih, M.Pd (Semarang)

Secara umum, tayangan video cukup menarik. Memperlihatkan sebuah pemecahan masalah tentang bagaimana mengenalkan konsep bilangan yang menyenangkan kepada anak anak. Penggunaan strategi, metode dan evaluasi pembelajaran sudah terlihat jelas. Guru menggunakan benda-benda konkrit , dimana hal tersebut sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik, dimana anak-anak TK lebih tertarik dengan hal-hal yang bersifat konkrit. Tetapi guru masih terlihat lebih dominan dalam mencapai keberhasilan dalam pembelajaran materi tersebut.

Evanigustiningtyas

281 Replies to “Sulit Mengenal Konsep Bilangan”

  1. Menurut saya, video tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran matematika pada anak usia dini, khususnya konsep bilangan, sebaiknya dilakukan melalui bermain dan menggunakan benda konkret. Anak lebih mudah memahami jumlah dan angka melalui kegiatan menghitung, mengelompokkan, dan mengamati benda secara langsung. Pembelajaran ini sesuai dengan tahap perkembangan kognitif anak yang masih membutuhkan pengalaman nyata. Oleh karena itu, guru perlu memberikan kegiatan yang menyenangkan, sederhana, bertahap, dan sesuai kemampuan masing-masing anak agar konsep bilangan dapat dipahami dengan baik.

  2. Assalamualaikum wrwb
    Nama saya Lina Widiastuti dengan NIM 860283257, izin menanggapi video diatas.

    Menurut saya, pada video “Sulit Mengenal Konsep Bilangan” memberikan pembelajaran bahwa setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda dalam memahami konsep bilangan. Kesulitan anak tidak sebaiknya langsung dianggap sebagai ketidakmampuan, akan tetapi harus perlu diberikan stimulasi yang sesuai dengan tahap perkembangannya.
    Guru dapat mengenalkan konsep bilangan melalui bermain, benda nyata, menghitung benda di sekitar, mengelompokkan, mencocokkan jumlah dengan lambang bilangan, dan kegiatan yang menyenangkan. Guru juga harus perlu sabar, memberikan kesempatan kepada anak untuk mencoba, dan memberikan apresiasi terhadap setiap usaha anak.
    Video ini mengingatkan saya sebagai guru bahwa pembelajaran matematika pada anak usia dini sebaiknya dilakukan secara nyata, bertahap, menyenangkan, dan sesuai dengan kemampuan masing-masing anak.

  3. Nama : Ayu Astuti
    Nim : 859450336
    Izin Menanggapi Video diatas !

    Menurut saya, video “Sulit Mengenal Konsep Bilangan” memberikan contoh yang cukup menarik dalam membantu anak memahami konsep bilangan. Guru tidak hanya menggunakan lembar kerja, tetapi juga memanfaatkan permainan, lagu, tepuk, dan alat peraga sehingga kegiatan belajar terasa lebih menyenangkan bagi anak.
    Hal yang menarik adalah anak diajak menghubungkan lambang bilangan dengan jumlah benda secara langsung. Cara ini dapat membantu anak memahami bahwa angka bukan sekadar bentuk yang harus dihafal, tetapi memiliki makna dan jumlah tertentu. Pemberian penguatan berupa apresiasi juga dapat membuat anak lebih percaya diri.
    Menurut saya, kegiatan seperti ini dapat dikembangkan dengan menggunakan benda-benda yang dekat dengan kehidupan anak, misalnya kancing, stik es krim, atau mainan, sehingga anak lebih mudah memahami konsep bilangan melalui pengalaman bermain.

  4. Menurut saya, strategi yang digunakan guru sudah sesuai dengan karakteristik anak usia dini karena pembelajaran dilakukan melalui bermain, bernyanyi, bergerak, dan menggunakan benda konkret. Penggunaan benda nyata membantu anak memahami bahwa angka bukan hanya simbol, tetapi menunjukkan jumlah tertentu.

    Pembelajaran juga menggunakan beberapa metode sehingga anak tidak hanya belajar melalui penjelasan guru. Kegiatan menghitung bola, bernyanyi, dan melakukan tepuk memberikan pengalaman langsung kepada anak.

    Namun, berdasarkan tanggapan pakar pada GPO, pembelajaran masih terlihat cukup berpusat pada guru. Akan lebih baik jika anak diberikan lebih banyak kesempatan untuk mencoba, menghitung sendiri, dan menunjukkan hasilnya kepada teman.

  5. Dari video tersebut, saya menyadari bahwa kesulitan anak dalam mengenal konsep bilangan tidak dapat diatasi hanya dengan pemberian tugas, tetapi perlu dilakukan melalui kegiatan yang bermain, konkret, berulang, dan menyenangkan. Guru perlu menggunakan benda nyata, lagu, tepuk, serta permainan agar anak memahami hubungan antara jumlah benda dan lambang bilangan secara bertahap. Saya juga belajar bahwa penguatan positif, seperti pujian atau penghargaan sederhana, dapat meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri anak. Sebagai guru, saya akan lebih sabar, memberikan pendampingan sesuai kemampuan masing-masing anak, serta tidak membandingkan hasil belajar antar anak.

    S‎skian dari saya,
    terimakasih .

Leave a Reply