105 Comments

Sinopsis

Pada program video ini diperlihatkan upaya guru untuk memberikan toleransi kepada orangtua untuk berada di kelas selama masa orientasi. Guru bekerjasama dengan orangtua untuk memotivasi anak dari agar mandiri dan tidak menangis saat ditinggalkan orangtuanya. Guru mempersilahkan orangtua untuk melepas anak secara bertahap. Kemudian guru mendekati anak dengan penuh kelembutan lalu memberikan sentuhan, belaian dan pelukan sehingga anak merasa nyaman berada dekat dengan guru. Selain itu guru juga dapat mengalihkan perhatian anak dengan berbagai kegiatan. Guru dapat juga mengenalkan anak dengan teman-temannya yang pandai bersosialisasi. Sebaiknya guru tetap berada dalam jangkauan anak sehingga manakala dibutuhkan guru siap memberikan pelayanan/perhatian kepada anak, guru memberikan ”reward” kepada anak yang sudah bisa belajar mandiri di kelas agar memotivasi anak lain untuk mendapatkan reward sehingga berusaha untuk tidak menangis lagi.

Dwi Astuti

Secara keseluruhan tayangan dalam video tersebut lebih banyak peragaan/ilustrasi yang dilakukan guru dan anak didik saja. Untuk dialog hanya sedikit yang dapat didengar selebihnya hanya peragaan/ilustrasi. Kegiatan yang diberikan guru dapat memperkenalkan anak didik baru kepada semua teman-temanya dengan cara kegiatan yang bisa dilakukan bersama-sama ketika didalam kelas seperti bermain bersama, membuat roti dan menutup dengan membuat kereta panjang. Semua itu dilakukan sesuai dengan tingkat perkembangan anak dan disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku.

-

105 Replies to “Anak Belum Mandiri

  1. Nama : eka Amelia trisna zuhria
    Nim : 860138335

    Video berjudul “PAUD9 Anak Belum Mandiri” dari saluran Guru Pintar Online mengulas fenomena umum di lingkungan PAUD di mana banyak anak didik baru yang belum memiliki kemandirian, seperti selalu ingin didampingi orang tua di dalam kelas atau menangis saat harus berpisah. Video ini menjelaskan bahwa kurangnya kemandirian ini sering kali dipicu oleh rasa cemas anak terhadap lingkungan baru, sehingga diperlukan sinergi yang kuat antara guru dan orang tua untuk mengatasinya. Guru disarankan untuk menggunakan pendekatan persuasif melalui kegiatan bermain yang menarik dan penggunaan media pembelajaran seperti kartu emosi untuk membantu anak mengenali serta mengekspresikan perasaannya dengan cara yang positif.
    ​Di sisi lain, peran orang tua sangat krusial dalam memberikan kepercayaan penuh kepada pihak sekolah dan secara bertahap mengurangi durasi pendampingan agar anak belajar beradaptasi secara mandiri. Dengan menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan penuh dukungan, anak akan merasa aman meskipun tanpa kehadiran orang tua, sehingga proses sosialisasi dengan teman sebaya dapat berjalan lebih optimal. Secara keseluruhan, video ini menekankan bahwa kemandirian anak usia dini adalah hasil dari kesabaran guru dalam membimbing dan kerelaan orang tua untuk membiarkan anak bereksplorasi di sekolah

  2. Asalamualaikum wr.wb.
    Nama saya Kokom komariah
    NIM 857276024
    Dari UPBJJ Serang

    Menurut saya, video tersebut menunjukkan bahwa anak yang belum mandiri merupakan hal yang wajar, terutama pada masa awal masuk sekolah karena anak masih dalam proses beradaptasi dengan lingkungan baru. Anak cenderung merasa takut dan belum siap berpisah dengan orang tua.

    Guru dalam video tersebut sudah menggunakan cara yang sangat tepat, yaitu bekerja sama dengan orang tua dan memberikan kesempatan kepada orang tua untuk mendampingi anak secara bertahap. Pendekatan guru yang lembut seperti memberikan sentuhan, pelukan, dan perhatian membuat anak merasa aman dan nyaman di lingkungan sekolah.

    Selain itu, guru juga mengalihkan perhatian anak melalui kegiatan bermain dan mengenalkan anak dengan teman-temannya, sehingga anak mulai berani bersosialisasi. Pemberian reward kepada anak yang sudah mandiri juga menjadi motivasi bagi anak lain untuk mengikuti.

    Menurut saya, langkah-langkah yang dilakukan guru sudah sangat sesuai dengan prinsip pembelajaran anak usia dini, yaitu tidak memaksa, tetapi dilakukan secara bertahap dan menyenangkan.
    Video ini juga sangat bermanfaat bagi saya sebagai guru PAUD, karena memberikan pemahaman bahwa dalam melatih kemandirian anak dibutuhkan kesabaran, kerja sama dengan orang tua, serta pendekatan yang penuh kasih sayang agar anak dapat berkembang sesuai tahapannya.

  3. Nama: Shoviatul Vuadah Adroatil Laila
    NIM: 878195753
    Video ini memberikan pemahaman yang sangat penting bagi guru PAUD, khususnya dalam menyambut tahun ajaran baru. Penekanan pada perencanaan kelas dan kesiapan mental guru sangat tepat, karena hari-hari pertama anak masuk sekolah adalah masa transisi yang kritis. Video ini juga dengan baik menyoroti pentingnya memahami perbedaan karakter, latar belakang, dan kedekatan anak dengan orang tua, yang berpengaruh besar terhadap kemampuan adaptasi dan kemandirian anak. Selain itu, materi ini juga mengajarkan bahwa peran guru tidak hanya sebagai pendidik, tetapi juga sebagai pengganti sosok ibu selama anak berada di sekolah. Ini mengingatkan guru untuk bersikap lembut, penuh perhatian, serta sabar dalam membentuk hubungan emosional yang aman dan nyaman bagi anak.

  4. Assalamu’alaikum…
    Nama: Neng Selpi
    Nim: 877835097
    ketika saya melihat dan menyimak video” Anak belum mandiri” pada awl masuk sekolah, ketidak mandirian anak saat masuk sekolah (PAUD) adalah hal yang wajar. karna setiap tahun saya pernah alami selalu aja ada anak yang masih belum mandiri, malu, atau takut ketemu banyak orang. Anak usia dini masih dalam proses adaptasi terhadap lingkungan baru, perpisahan dari orangtua, serta rutinitas yang berbeda. sebagai guru dan orangtua kita harus lebih bersabar dan memahami bahwa proses kemandirian membutuhkan waktu. betapa pentingnya peran guru PAUD dalam menciptakan suasana yang aman, nyaman dan menyenangkan agar anak merasa percaya diri dan berani mencoba sendiri. begitu pula orangtua harus memberikan kesempatan kepada anak untuk menerima kehadiran guru dan mempercayai guru selayaknya pengganti ibu selama anak berada di sekolah. selain itu guru dan orangtua bekerjasama untuk memotivasi anak dari rumah agar mandiri dan tak menangis saat ditinggalkan orangtua. guru juga dapat memberikan toleransi pada orangtua baik itu pengasuh/orangtua untuk berada di kelas selama masih orientasi yang di tetapkan pada umumnya masa orientasi tersebut berlangsung selama 3-5 hari. guru juga mempersilahkan orangtua untuk melepaskan anak secara bertahap. oleh karenanya proses membentuk kemandirian anak tidak instan. perlu kesabaran, konsisten, dan kasih sayang dalam membimbing anak melewati masa transisi.

  5. Salam sejahtra bagi kita semua
    Perkenalkan nama saya ADUI
    NIM : 858109679

    Melalui video diatas bahwa anak yang belum mandiri itu pada umumnya anak terlihat belum mandiri itu ketika awal masuk sekolah, atau saat anak belum bisa lepas dari orang tuanya.
    Oleh karena itu sering sekali anak menagis dan terlihatmenghindar dari teman-temannya. sebagai guru saya melakukan pendekatan kemurid degan cara menyapanya, menayakan terus pelan pelan mendekati anak.
    Tujuannya agar mereka merasa kasih sayang seorng guru walaupun tidak seperti kedekatan mereka dengan orang tua mereka namun setidaknya pelan-pelan akan terbiasa dengan suasana kelas yang menyenangkan. Untuk melatih kemandirianan anak saya akan emnciptakan suasana belajar yang menyenangkan seperti belajar sambil bermain. bercerita dengan sederhan, bernyanyi dengan bergandegan tangan.

    video di atas juga sangat memperkaya saya dalam mengajar seperti kesiapan seorang guru secara mental, dan merancangkan setiap kegiatan secara matang hal ini tentu akan membantu saya dalam mencapai keberhasilan untuk mendidik anak apalagi dalam menghadapi anak yang belum mandiri.

Leave a Reply