74 Comments

Sinopsis

Pada program video ini diperlihatkan upaya guru untuk memberikan toleransi kepada orangtua untuk berada di kelas selama masa orientasi. Guru bekerjasama dengan orangtua untuk memotivasi anak dari agar mandiri dan tidak menangis saat ditinggalkan orangtuanya. Guru mempersilahkan orangtua untuk melepas anak secara bertahap. Kemudian guru mendekati anak dengan penuh kelembutan lalu memberikan sentuhan, belaian dan pelukan sehingga anak merasa nyaman berada dekat dengan guru. Selain itu guru juga dapat mengalihkan perhatian anak dengan berbagai kegiatan. Guru dapat juga mengenalkan anak dengan teman-temannya yang pandai bersosialisasi. Sebaiknya guru tetap berada dalam jangkauan anak sehingga manakala dibutuhkan guru siap memberikan pelayanan/perhatian kepada anak, guru memberikan ”reward” kepada anak yang sudah bisa belajar mandiri di kelas agar memotivasi anak lain untuk mendapatkan reward sehingga berusaha untuk tidak menangis lagi.

Dwi Astuti

Secara keseluruhan tayangan dalam video tersebut lebih banyak peragaan/ilustrasi yang dilakukan guru dan anak didik saja. Untuk dialog hanya sedikit yang dapat didengar selebihnya hanya peragaan/ilustrasi. Kegiatan yang diberikan guru dapat memperkenalkan anak didik baru kepada semua teman-temanya dengan cara kegiatan yang bisa dilakukan bersama-sama ketika didalam kelas seperti bermain bersama, membuat roti dan menutup dengan membuat kereta panjang. Semua itu dilakukan sesuai dengan tingkat perkembangan anak dan disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku.

-

74 Replies to “Anak Belum Mandiri

  1. nama : zaimatus zakiya
    nim : 878196841

    menurut saya pendekatan guru dalam video ini menunjukkan praktik yang sangat efektif dan berbasis pada prinsip pengasuhan anak usia dini yang holistik, khususnya dalam membangun kemandirian emosional dan sosial anak. Strategi bertahap seperti mempersilakan orangtua melepas anak secara perlahan, dikombinasikan dengan sentuhan lembut, belaian, dan pelukan, mencerminkan pemahaman mendalam tentang attachment theory—di mana anak merasa aman (secure base) sebelum beralih ke figur guru. Ini membantu mengurangi separation anxiety yang umum dialami anak baru di PAUD, sehingga transisi ke lingkungan sekolah menjadi lebih mulus dan guru tetap berada dalam jangkauan pandang anak menjaga rasa aman, sementara pemberian “reward” untuk perilaku mandiri memanfaatkan prinsip reinforcement positif dari teori behaviorisme, memotivasi anak lain secara kelompok tanpa paksaan.

  2. NAMA: VENI NORMAZALIANTI NIK: 877674407 Menurut pendapat saya video diatas menggambarkan tahapan kemandirian seorang anak. Ada beberapa tahapan dalam video tersebut yaitu: 1. Tahap perkenalan, guru mengenalkan diri kepada anak, guru diharuskan untuk mengenali atau melakukan pendekatan agar mengetahui kepribadian dari masing-masing anak, karena tentunya kepribadian anak berbeda sehingga dengan cara tersebut guru dapat mengetahui perkenalan apa yang harus dilakukan. 2. Cara melakukan pendekatan kepada masing-masing anak: guru bisa memperkenalkan terlebih dahulu setelah itu bisa melihat respons dari masing-masing anak agar mengetahui hal apa yang akan dilakukan selanjutnya selama masa perkenalan. 3. Bagaimana sebaiknya sikap orang tua serta guru: orang tua dan guru berperan besar dalam proses kemandirian anak untuk itu sebagai guru diharuskan mempunyai keterampilan komunikasi yang baik, serta perlunya kerja sama yang baik sebagai orang tua wali murid. 4. Hal yang harus dilakukan guru dan orang tua selama perkenalan memberikan rasa aman kepada anak, memberikan rasa kepercayaan kepada anak, bahwa sebagai guru dapat menjadi pengganti orang tua ketika disekolah. Bersikap tenang dan sabar karena anak pun akan merasakan hal yang sama ketika berada di dekat guru. Memberikan toleransi kepada orang tua selama masa perkenalan secara bertahap sampai anak bisa beradaptasi dengan lingkungan baru nya. Guru dan orang tua bekerja sama memberikan motivasi kepada anak agar mandiri ketika ditinggalkan oleh orang tua. Guru bisa mengenalkan anak kepada teman-teman nya untuk bersosialisasi dan mengajarkan anak untuk bermain secara bersama-sama. Kesimpulan: cara tersebut efektif untuk melatih kemandirian anak, karena dilakukan secara bertahap dan dilakukan dengan adanya kerja sama antara orang tua dan guru. Di dalam video tersebut terlihat bahwa guru menghadapi anak dengan tenang, sabar, sehingga anak pun merasa aman dan nyaman ketika berada di dekat guru.

  3. Nama : Danita
    NIM : 877640518
    UPBJJ: Jakarta

    📝 REFLEKSI :
    1. Hal yang Saya Amati:
    Dalam video tersebut diperlihatkan bagaimana guru menangani anak-anak yang masih menangis dan sulit berpisah dengan orang tua pada masa orientasi. Strategi yang dilakukan sangat humanis dan bertahap, antara lain:

    – Memberikan toleransi bagi orang tua untuk berada di kelas terlebih dahulu.
    – Mengajak orang tua bekerja sama untuk melepas anak secara perlahan dan bertahap.
    – Mendekati anak dengan penuh kasih sayang, memberikan sentuhan, belaian, dan pelukan agar anak merasa aman dan nyaman.
    – Mengalihkan perhatian anak dengan kegiatan yang menarik dan mengenalkannya pada teman-teman yang lain.
    – Tetap berada dalam jangkauan anak agar anak merasa aman.
    – Memberikan reward (penghargaan) kepada anak yang sudah berani mandiri untuk memotivasi anak lainnya.

    2. Analisis dan Pemahaman Saya:
    Saya menyadari bahwa masa transisi dari rumah ke sekolah adalah momen yang penuh kecemasan bagi anak.

    – Pendekatan Emosional: Anak tidak bisa dipaksa untuk langsung berhenti menangis. Mereka butuh rasa aman (sense of security) terlebih dahulu. Sentuhan fisik seperti pelukan dan belaian sangat efektif untuk membangun kedekatan emosional dan kepercayaan diri anak terhadap guru.
    – Kerjasama Orang Tua: Keterlibatan orang tua sangat penting. Guru tidak bisa bekerja sendiri. Melepas anak secara bertahap membantu anak beradaptasi tanpa merasa ditinggalkan secara tiba-tiba.
    – Pendekatan Positif: Pemberian reward adalah cara yang cerdas untuk membangun motivasi intrinsik. Anak menjadi tertarik untuk berani dan mandiri karena ingin mendapatkan penghargaan, bukan karena takut dimarahi.

    3. Manfaat bagi Anak Didik:
    Cara ini membuat anak:

    – Merasa dicintai, dihargai, dan aman di lingkungan baru.
    – Lebih cepat tenang dan siap untuk belajar.
    – Tumbuh rasa percaya diri untuk berani bermain dan bergaul dengan teman sebaya.
    – Perlahan-lahan terbiasa dan mampu mandiri di kelas.

    4. Rencana Tindak Lanjut:
    Dari menonton video ini, saya akan menerapkan hal yang sama saat mengajar nanti, yaitu:

    – Menjadi guru yang sabar, lembut, dan terbuka terhadap perasaan anak.
    – Tidak memaksakan kehendak, melainkan menyesuaikan dengan kesiapan anak.
    – Membangun komunikasi dan kerjasama yang baik dengan orang tua sejak hari pertama.
    – Menggunakan pendekatan positif seperti pujian dan hadiah kecil untuk memotivasi anak agar berani mandiri.
    Sekian refleksi dari saya jika ada salah mohon untuk bimbingan nya, terimakasih 😇.

  4. Nama : Maya Christina S
    NIM : 8777012654
    Prodi : PGPAUD
    UPBJJ-UT Semarang
    Saya sangat setuju dengan pendekatan yang ditunjukkan dalam video tersebut. Pendekatan guru yang penuh kesabaran, kelembutan, dan kerjasama dengan orangtua sangat tepat untuk masa orientasi atau adaptasi anak di sekolah baru, terutama bagi anak-anak yang masih kecil (biasanya TK atau kelas awal SD). Pendekatan seperti ini akan membantu anak membangun rasa percaya diri, kemandirian, dan kenangan positif terhadap sekolah.

  5. Nama: Sulasmi
    NIM: 858329893

    Dalam video ini menunjukkan adanya anak-anak yang belum mandiri pada awal tahun ajaran baru. Setiap anak memiliki karakter yang berbeda jadi tidak semua bisa diperlakukan sama. Sebelum menyambut anak didik baru, guru harus mempersiapkan mental diri dan tata ruang yang bisa membuat anak aman dan nyaman di sekolahan. Guru harus bersikap tenag, sabar, dan telaten dalam mengahadapi perilaku anak. Guru dan orang tua harus bekerja sama dalam memberikan motivasi kepada anak agar bisa mandiri. Dalam hal ini guru bisa melakukan dengan cara mengenalkan pada teman-teman yang sudah mandiri, memberi reward bagi anak yang mau ditinggal orang tuanya. Jika anak-anak masih sulit ditinggalkan, orang tua bisa menunggunguinya di sudut kelas, dekat pintu, atau diluar kelas sampai batas waktu yang ditentukan. Video ini memiliki banyak pembelajaran dan motivasi bagi guru dalam menghadapi anak diawal tahun ajaran baru.

Komentar