Sinopsis
Pada program video ini diperlihatkan upaya guru untuk memberikan toleransi kepada orangtua untuk berada di kelas selama masa orientasi. Guru bekerjasama dengan orangtua untuk memotivasi anak dari agar mandiri dan tidak menangis saat ditinggalkan orangtuanya. Guru mempersilahkan orangtua untuk melepas anak secara bertahap. Kemudian guru mendekati anak dengan penuh kelembutan lalu memberikan sentuhan, belaian dan pelukan sehingga anak merasa nyaman berada dekat dengan guru. Selain itu guru juga dapat mengalihkan perhatian anak dengan berbagai kegiatan. Guru dapat juga mengenalkan anak dengan teman-temannya yang pandai bersosialisasi. Sebaiknya guru tetap berada dalam jangkauan anak sehingga manakala dibutuhkan guru siap memberikan pelayanan/perhatian kepada anak, guru memberikan ”reward” kepada anak yang sudah bisa belajar mandiri di kelas agar memotivasi anak lain untuk mendapatkan reward sehingga berusaha untuk tidak menangis lagi.
Dwi Astuti
-
-
Secara keseluruhan tayangan dalam video tersebut lebih banyak peragaan/ilustrasi yang dilakukan guru dan anak didik saja. Untuk dialog hanya sedikit yang dapat didengar selebihnya hanya peragaan/ilustrasi. Kegiatan yang diberikan guru dapat memperkenalkan anak didik baru kepada semua teman-temanya dengan cara kegiatan yang bisa dilakukan bersama-sama ketika didalam kelas seperti bermain bersama, membuat roti dan menutup dengan membuat kereta panjang. Semua itu dilakukan sesuai dengan tingkat perkembangan anak dan disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku.
-
74 Replies to “Anak Belum Mandiri”
Komentar Cancel reply
Anda harus login untuk memberikan komentar.
Nama : Putri Wahyuningrum
NIM : 877976145
Saya sebagai pendidik di KB Kusuma MUlia Pamongan sering menemui anak yang baru awal masuk di lingkungan sekolah yang baru banyak anak-anak yang belum mandiri, masih mau sama ibu nya terus. Dengan melihat video ini saya menemukan cara yang tepat untuk menghadapi anak yang belum mandiri, dan bagaimana anak bisa mandiri dengan cepat.
Assalamualaikum wr, wb….
Nama : Cameliya
Nim : 858483689
Menurut saya, videonya sangat menarik dan menggambarkan strategi guru dalam menghadapi masa orientasi khususnya dalam mengatasi masalah pada anak yang cemas atau menangis saat ditinggal orang tua, pendekatan yang digunakan sangat humanis dan berbasis pada kebutuhan emosional anak usia dini.
guru yang lembut, sabar, dan mampu bekerja sama dengan orang tua adalah kunci keberhasilan dalam membantu anak melewati masa transisi dengan lancar sehingga mereka siap untuk belajar.
Menurut saya dalam video tersebut permasalah utama adalah anak-anak yang sulit beradaptasi di tahun ajaran baru/anak anak baru, hal ini disebabkan karena anak belum terbiasa dengan lingkungan baru. Maka dari itu kita sebagai guru harus bisa mempersiapkan mental dqn strategi dalam melakukan pembelajaran yang dijelaskan dalam video tersebut diantaranya adalah memperkenalkan diri pada anak didik untuk membangun rasa aman dan nyaman dengan kehadiran guru, guru mempersilahkan orang tua wali untuk masih mengawasi anak baik dalam kelas maupun di luar kelas, guru bekerja sama dengan orang tua untukmemotivasi anak agar tidak mudah menangis saat berada di sekolah, guru mengenalkan anak kepadaanak-anak yang mampu bersosialisasi dengan baik, guru tetap berada disamping anak-anak agar masih dalam jangkauan anak saat dibutuhkan, guru memberikan reward kepada anak yang sudah mampu untuk mandiri sehingga bisa dicontoh oleh teman-temanya. Hal ini sejalan dengan apa yang sering saya lakukan ketika mengajar sebagai guru Paud.
Strategi guru di tayangan video ini sangat bijak. Guru memberi toleransi kepada orangtua untuk tetap berada di dalam kelas selama masa MPLS bukan memanjakan, tapi bentuk transisi bertahap agar anak merasa aman. Dari video ini saya sadar bahwa kemandirian tidak bisa dipaksa. Peran guru di minggu pertama adalah jadi “tempat aman” baru bagi anak. Konsistensi guru untuk selalu dalam jangkauan anak itu kunci agar anak berani eksplor.
Assalamualaikum.wr.wb…
nama : Serliya
Nim: 856663905
Setelah saya menyaksikan video diatas ,menurut saya strategi yang digunakan hiri dalam bideo diatas sudah tepat.saya pun sering melakukan strategi tersebut saat menghadapi anak yang blm bisa mandiri seperti anak yang ada divideo tersebut.sebagai guru tentunya kita harus memiliki strategi khusus dalam menghadapi masalah di lapangan terutama menyangkut anak didik.agar anak didik dapat mengikuti pembelajaran dengan aman dan nyaman.