Sinopsis
Pada program video ini diperlihatkan upaya guru untuk memberikan toleransi kepada orangtua untuk berada di kelas selama masa orientasi. Guru bekerjasama dengan orangtua untuk memotivasi anak dari agar mandiri dan tidak menangis saat ditinggalkan orangtuanya. Guru mempersilahkan orangtua untuk melepas anak secara bertahap. Kemudian guru mendekati anak dengan penuh kelembutan lalu memberikan sentuhan, belaian dan pelukan sehingga anak merasa nyaman berada dekat dengan guru. Selain itu guru juga dapat mengalihkan perhatian anak dengan berbagai kegiatan. Guru dapat juga mengenalkan anak dengan teman-temannya yang pandai bersosialisasi. Sebaiknya guru tetap berada dalam jangkauan anak sehingga manakala dibutuhkan guru siap memberikan pelayanan/perhatian kepada anak, guru memberikan ”reward” kepada anak yang sudah bisa belajar mandiri di kelas agar memotivasi anak lain untuk mendapatkan reward sehingga berusaha untuk tidak menangis lagi.
Dwi Astuti
-
-
Secara keseluruhan tayangan dalam video tersebut lebih banyak peragaan/ilustrasi yang dilakukan guru dan anak didik saja. Untuk dialog hanya sedikit yang dapat didengar selebihnya hanya peragaan/ilustrasi. Kegiatan yang diberikan guru dapat memperkenalkan anak didik baru kepada semua teman-temanya dengan cara kegiatan yang bisa dilakukan bersama-sama ketika didalam kelas seperti bermain bersama, membuat roti dan menutup dengan membuat kereta panjang. Semua itu dilakukan sesuai dengan tingkat perkembangan anak dan disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku.
-
82 Replies to “Anak Belum Mandiri”
Komentar Cancel reply
Anda harus login untuk memberikan komentar.
Assalammualaikum, saya izin menjawab, menurut saya mengenai video tersebut sikap dan cara guru dan orang tua sangat membuat saya setuju, pada masa taman kanak-kanak, apalagi anak dalam masa orientasi atau murid baru sangat umum anak belum berani lepas dari orang tua atau pengasuh, tetapi tidak semua anak belum mandiri, dan tidak semua anak sama sifat dan karakter masing-masing anak, dan saya sangat setuju dan termotifasi cara ibu guru mengambil perhatian anak secara perlahan, kita sebagai guru harus kuat mental, siap dengan segala kondisi anak didik kita, harus bisa memberi kasih sayang rasa nyaman anak kepada guru, agar anak mudah terlepas dari orang tuanya, dalam masa orientasi ini juga saya sebagai guru sepakat sama orang tua murid untuk menunggu anak di dalam kelas selama waktu orientasi berlangsung, agar anak berani beradaptasi dengan teman di dalam kelas, sebagai guru pendidik harus bisa mengalihkan fokus anak terhadap gurunya dengan cara memberi permainan yang baik atau bermain sambil belajar, anak tertarik.
video ini sangat bermanfaat bagi saya. terimkasih.
Haryanti
858619011
Menurut pendapat saya, kunci utama dari video tersebut adalah pentingnya transisi emosional yang lembut namun tegas. Kemandirian anak tidak bisa dipaksakan dalam satu malam, ini merupakan hasil dari rasa percaya yang dibangun oleh guru melalui pendekatan yang hangat. Strategi “pelepasan bertahap” yang ditunjukkan adalah langkah yang sangat manusiawi, karena menghormati kesiapan mental anak sekaligus memberikan ruang bagi guru untuk perlahan menggantikan posisi orang tua sebagai figur pelindung selama di sekolah.
Di sisi lain, keberhasilan proses ini sangat bergantung pada keteguhan sikap orang tua. Seringkali, justru kekhawatiran orang tua yang berlebihan menjadi penghambat kemandirian anak. Oleh karena itu, video tersebut memberikan pelajaran berharga bahwa komunikasi yang jujur antara guru dan orang tua sangatlah krusial. Ketika guru mampu menciptakan suasana kelas yang ceria dan orang tua mampu “melepaskan” dengan tenang, anak akan merasa bahwa sekolah bukanlah tempat perpisahan, melainkan petualangan baru yang menyenangkan untuk dijelajahi sendiri.
Assalamualaikum wr.wb
Nama : Dea Afni purnama sari
Nim : 860113452
Saya setuju dengan video diatas, karena kemandirian anak usia dini, terutama saat masuk usia PAUD, tidak bisa dipaksa. Rasa tidak aman karena berpisah dengan orang tua itu wajar secara perkembangan. Langkah yang terdapat dalam video tersebut adalah menempatkan rasa aman sebagai syarat utama belajar dan kemandirian tidak diajarkan dengan paksaan, tapi ditumbuhkan lewat relasi hangat, kegiatan menarik, dan kerja sama orang tua. Anak hanya bisa mandiri kalau sudah merasa aman dengan figur pengganti yaitu gurunya.
Terimakasih
Assalamualaikum Wr. Wb
Nama : Efika Putri
Nim : 856111211
Setelah menonton video ini, saya jadi jauh lebih memahami bagaimana kondisi nyata anak-anak yang belum mandiri saat pertama kali masuk sekolah. Di video terlihat beberapa anak masih menangis dan belum siap berpisah dari orang tuanya, tetapi dengan pendekatan yang sangat sabar dan bertahap dari guru, anak-anak tersebut pun mulai bisa beradaptasi.
Menurut saya, cara yang dilakukan oleh guru sudah tepat, seperti memberi kesempatan orang tua untuk mendampingi sementara waktu, lalu perlahan mengalihkan perhatian anak dengan teman-temannya dan aktivitas yang menyenangkan. Pendekatan yang hangat seperti ini penting agar anak merasa aman dan nyaman di lingkungan baru.
Dari video ini, saya juga belajar bahwa sebagai calon guru, saya perlu memiliki kesabaran dan mampu menciptakan suasana yang menyenangkan agar anak lebih mudah beradaptasi di sekolah.
Video ini sudah cukup jelas dan mudah dipahami. Namun, akan lebih membantu jika di akhir video diberikan rangkuman poin-poin penting agar penonton bisa lebih mudah mengingat inti pembelajaran.
Secara keseluruhan, video ini sangat bermanfaat karena memberikan gambaran nyata yang bisa dijadikan bekal saat menghadapi anak-anak di awal masuk sekolah.
benar sekali saya sangat sangat setuju dengan video ini, karena saya pun dari pengalaman pribadi mengalami hal yang sama seperti di video yaitu banyak anak yang belum bisa mandiri pada awal masuk sekolah, dari video ini kita sebagai pendidik dapat lebih belajar lagi bagaimana caranya untuk mengambangkan diri dalam menangani permasalahan kemandirian anak apalagi untuk anak yang awal masuk sekolah. terimakasih untuk pembelajaran dalam video ini.