47 Comments

Sinopsis

Pada program video ini Anda dapat menyaksikan apa yang dilakukan seorang guru Taman Kanak-kanak ketika ia menghadapi kejadian dimana sorang anak memukul/menangis karena tidak setuju dengan perlakuan temannya. Dalam video tampak guru tersebut menghampiri anak yang memukul/menangis kemudian ia meminta anak berhenti memukul/menangis (tenang). Jika anak masih belum tenang (masih marah/menangis), guru memeluk anak tersebut, kemudian ia bertanya dengan suara lembut dan bersahabat mengapa anak memukul/menangis. Selanjutnya, guru tersebut berusaha mendamaikan anak dengan temannya yang membuatnya memukul/menangis. Guru juga memberitahu anak yang memukul/menangis tersebut agar menyatakan apa yang ingin dia ungkapkan dengan kata-kata, dan bukan dengan cara memukul/menangis supaya temannya mengerti. Selanjutnya guru juga meminta anak untuk melapor atau menceritakan kepada guru jika ada teman yang mengganggu atau membuatnya kesal.

Dwi Astuti

Video ini berisi pembahasan dari narasumber tentang bagaimana teknik dan kiat yang dilakukan pendidik PAUD ketika menghadapi anak yang mogok tidak mau belajar di sekolah. Hal-hal yang dibahas mencakup tentang kemungkinan berbagai penyebab seorang anak mogok belajar. Narasumber juga menjelaskan beberapa teknik dan kiat yang dapat dilakukan pendidik untuk mengetahui penyebab anak mogok belajar. Teknik dan kiat yang disajikan oleh narasumber dapat memberikan solusi bagi pendidik yang menghadapi masalah yang sama. Program ini akan lebih efektif sebagai bahan ajar non-cetak bila dialog antara pendidik dengan anak dengan orangtua dimunculkan, sebagai contoh untuk pendidik dalam berkomunikasi dengan anak atau orangtua anak. Teknik yang diberikan oleh narasumber tetap relevan dengan kondisi PAUD saat ini Karena masalah yang dihadapi pada dasarnya adalah masalah yang selalu muncul.

Dra. Marisa, M.Pd.

  1. Cara guru mengatasi anak mogok, kurang ada percakapannya bagaimana guru memberikan ketenangan atau kesepakatan yang dibuat,
  2. Penggunaan strategi yang dilakukan guru dengan mencari titik permasalahan yang di hadapi anak, mengunjungi orang tua anak, dan memberikan kesampatan anak untuk merasa nyaman di kelas,
  3. Video ini sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik usia 4-5 tahun yang belum pernah sekolah,
  4. Kesesuain dengan K13 lingkup perkembangan sosial emosional dari.
  5. Kesadaran diri TPPA 2, mengendalikan perasaan, tanggung jawab untuk diri sendiri TPPA 1 menjaga diri sendiri dalam memilih kegiatan.

Evanigustinningtyas

47 Replies to “Anak Mogok Tidak Mau Belajar

  1. Assalamualaikum wr wb
    Nama: Nur milasari
    Nim: 859563836
    UT majene
    Menurut saya, program tersebut sudah baik karena guru menangani konflik dengan sabar dan penuh kelembutan. Guru menenangkan anak terlebih dahulu, kemudian membantu anak mengungkapkan perasaan dengan kata-kata, bukan dengan memukul atau menangis. Selain itu, upaya mendamaikan dan membiasakan anak untuk melapor kepada guru juga efektif dalam membentuk perilaku sosial yang positif.

  2. Nama : Siti Nurasyikin
    NIM : 856102102

    Video yang sangat mencerahkan! Masalah anak ‘mogok’ belajar memang tantangan harian di PAUD. Saya sangat setuju bahwa kita perlu melihat apa yang terjadi di balik sikap mogok itu—apakah mereka lelah, bosan, atau ada emosi yang belum selesai. Pendekatan yang mengutamakan kenyamanan emosional anak sebelum masuk ke materi pembelajaran adalah kunci kurikulum yang memanusiakan anak. Terima kasih sudah berbagi tips praktisnya!

  3. NAMA : JUMIYATI
    NIM :860055218
    PRODI : PGPAUD
    Assalamualaikum wr wb
    Menurut saya,
    kita sebagai seorang guru,perlu melakukan pendekatan yang menenangkan siswa kita,namun harus tetap tegas untuk menanamkan sikap disiplin.
    Biasakan melakukan hal-hal berikut ini:
    1.Tenangkan anak yang menagis terlebih dahulu
    2.Pisahkan sementara dan observasi
    3.Dengarkan penjelasan ke2 belah pihak
    4.Edukasi tentang konsekuesi dan perasaan
    5.Proses permintaaan maaf dan berdamai
    6.Kmunikasika dengan orang tua
    demikian yang dapat saya sampaikan
    Wassalamualaikum wr wb

  4. Nama: Liya Apriyani Hodayati
    NIM: 877862331

    Menurut saya, permasalahan yang muncul dalam video tersebut sangat realistis dan sering terjadi di PAUD. Anak mogok belajar bukan karena “nakal” atau tidak mau belajar, tetapi biasanya ada faktor yang memengaruhi dari dalam diri anak maupun dari lingkungan sekitarnya. Misalnya anak merasa takut, dipaksa mengerjakan tugas yang sebenarnya belum sesuai dengan kemampuannya, mengalami konflik dengan teman, atau bahkan merasa tersinggung dengan ucapan guru. Hal-hal seperti ini sangat berpengaruh pada kondisi emosional anak, sehingga wajar jika anak akhirnya menolak mengikuti kegiatan belajar.

    Kalau dilihat dari solusinya, menurut saya langkah guru sudah cukup tepat dan menunjukkan pendekatan yang lebih memahami anak. Guru tidak langsung memaksa, tetapi mencoba menggali informasi dari orang tua untuk mengetahui penyebab sebenarnya. Ini penting, karena kadang masalah anak tidak hanya terjadi di sekolah, tapi juga bisa berkaitan dengan kondisi di rumah. Selain itu, memberikan pilihan kepada anak untuk belajar di ruang yang berbeda juga bisa membantu anak merasa lebih nyaman dan tidak tertekan.

    Ketika anak merasa bosan, guru juga tidak memaksakan kegiatan, tetapi memberi waktu untuk bermain dengan kesepakatan bersama. Ini menurut saya langkah yang baik, karena anak usia dini memang belajar melalui bermain. Dengan cara ini, anak tidak merasa dipaksa, tetapi tetap diarahkan secara perlahan untuk kembali ke kegiatan belajar.

    Namun, menurut saya ada hal yang juga perlu diperhatikan, yaitu bagaimana guru menyampaikan tugas dan berkomunikasi dengan anak. Tugas yang diberikan sebaiknya benar-benar disesuaikan dengan kemampuan anak (sesuai tahap perkembangan), dan cara berbicara guru juga perlu dijaga agar tidak menyinggung perasaan anak. Karena pada usia dini, anak sangat sensitif terhadap kata-kata dan perlakuan orang dewasa.

    Kesimpulannya, penanganan yang dilakukan guru sudah mengarah ke pendekatan yang tepat, yaitu memahami penyebab perilaku anak, memberi ruang pilihan, dan tidak memaksakan. Hal ini penting agar anak merasa aman, nyaman, dan perlahan kembali memiliki minat untuk belajar.

  5. Nama : Antonia Kewa Bataona
    NIM : 859318173
    Prodi : PGPAUD semester 4
    UT KUPANG

    Masalah anak mogok belajar dalam konteks Pendidikan Anak Usia Dini bukan sekadar kemauan anak, tetapi berkaitan dengan banyak faktor seperti emosi, lingkungan, dan metode pembelajaran yang digunakan.
    Berdasarkan Video “Anak Mogok Tidak Mau Belajar “ yang saya tonton tersebut, terlihat bahwa anak bisa kehilangan minat belajar jika merasa tertekan, bosan, atau tidak dipahami kebutuhannya.
    Saya sependapat dengan teman-teman bahwa pendekatan yang tepat bukan dengan memaksa, melainkan dengan memahami penyebab anak mogok tersebut. Misalnya, guru atau orang tua perlu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, menggunakan metode bermain sambil belajar, serta memberi anak ruang untuk mengekspresikan perasaan mereka.
    Saya juga setuju dengan pendapat teman bahwa komunikasi yang hangat sangat penting. Anak usia dini belum mampu mengelola emosi dengan baik, sehingga mereka membutuhkan pendampingan yang sabar dan penuh empati. Jika anak merasa aman dan dihargai, mereka cenderung lebih terbuka dan mau kembali belajar.
    Selain itu, refleksi dari diskusi ini membuat saya menyadari bahwa setiap anak unik. Strategi yang berhasil pada satu anak belum tentu berhasil pada anak lain. Oleh karena itu, guru dan orang tua perlu fleksibel dan kreatif dalam menghadapi situasi seperti ini.
    Kesimpulan
    Saat menghadapi anak yang mogok belajar membutuhkan pendekatan yang holistik, tidak hanya fokus pada hasil belajar, tetapi juga pada kesejahteraan emosional anak. Diskusi dengan teman-teman di GPO membantu saya melihat masalah ini dari berbagai sudut pandang dan memperkaya pemahaman saya sebagai calon pendidik.

    Demikian jawaban refleksi dari saya. Terima kasih.

Komentar